Sidoarjao, radar96.com – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Sukodono, Kabupaten Sidoarjo memperingati Nuzulul Quran 1447 Hijriah dengan menggelar aksi sosial berbagi ratusan paket takjil gratis kepada masyarakat, Ahad (08/03/26).
Kegiatan tersebut dilangsungkan di depan kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sukodono dan menyasar para pengendara sepeda motor dan pejalan kaki yang melintas di jalan raya kawasan Sukodono.
Ketua PAC Muslimat NU Sukodono, Faridah M mengungkapkan, kegiatan berbagi takjil tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun selama bulan Ramadlan. Pada tahun ini, pihaknya menyiapkan sebanyak 500 paket takjil yang dibagikan secara gratis kepada para pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas.
Menurutnya, aksi sosial berbagi takjil ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan di bulan suci Ramadlan yang digagas oleh PAC Muslimat NU Sukodono sebagai wujud kepedulian sosial sekaligus memperingati peristiwa turunnya Al-Quran atau Nuzulul Quran.
“Alhamdulillah tahun ini kami bisa kembali berbagi dengan masyarakat. Dana kegiatan ini berasal dari swadaya para kader Muslimat NU se-Kecamatan Sukodono. Pagi ini kami juga menggelar Khatmil Quran di Kantor PAC Muslimat NU Sukodono yang baru,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Faridah menambahkan, kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga sarana mempererat solidaritas antar anggota Muslimat NU di tingkat ranting hingga anak cabang.
“Terima kasih seluruh jajaran pengurus PAC serta Ketua Pimpinan Ranting (PR) Muslimat NU se-Sukodono yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan ini. Harapan kami, tahun depan kita bisa mengadakan santunan anak yatim dan dhuafa,” tutupnya.
Terpisah, Ketua Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Sukodono, H Fathul Ibad, mengaku bangga dengan kepedulian sosial yang ditunjukkan oleh PAC Muslimat NU Sukodono. Kegiatan berbagi takjil ini merupakan bentuk nyata pengamalan nilai-nilai kepedulian sosial yang diajarkan dalam agama Islam.
“Kami berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilestarikan karena tidak hanya memberi manfaat bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, tetapi juga memperkuat peran organisasi keagamaan dalam membangun solidaritas sosial di tengah masyarakat,” tandasnya.



