Surabaya, radar96.com – Jamaah Qiyamullail malam ke-25 Ramadhan di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) Ahad (15/3) dinihari, menembus angka 40.000-an orang dengan dominasi anak-anak muda yang berdatangan sejak Sabtu petang hingga Ahad subuh.
“Kalau malam ke-23 dan ke-21, jamaah masih memadati lantai 1 Masjid Al-Akbar, maka malam ke-25 sudah sampai ke lantai 2, karena itu kami prediksi ada 40.000-an orang, bahkan kami siapkan 600 dos air mineral (28.000 lebih air mineral) pun habis,” kata Humas MAS H Helmy M Noor.

Fakta yang luar biasa adalah mayoritas didominasi oleh anak muda yang datang bersama teman maupun keluarga untuk menghidupkan malam-malam terakhir Ramadhan. “Saya sudah janjian dengan teman-teman sejak malam ke-21 untuk bertemu malam ke-25,” kata Rudi, jamaah muda dari Malang.
Menurut Helmy, fakta itu menjadi bukti bahwa semangat beribadah generasi muda di Surabaya, Malang, dan sekitarnya masih sangat kuat, bahkan banyak diantara mereka yang datang sejak Sabtu malam agar bisa mengikuti rangkaian ibadah hingga dini hari.

“Alhamdulillah… Itu momen luar biasa yang cukup menyejukkan hati di bulan suci dengan suasana khusyuk, penuh kebersamaan, dan lautan jamaah muda yang memiliki harapan besar untuk bertemu Lailatulqadar di malam-malam terbaik Ramadhan,” katanya.
Sementara itu, Remas-GenZI MAS juga telah menyiapkan 99 Generasi Z Islami (GenZI) untuk menyambut dan membantu “tamu” jamaah Qiyamullail yang beribadah di MAS pada 10 hari terakhir Ramadhan (21-30 Ramadhan 1447 H).
“Tahun ini, kami merekrut volunter/relawan melalui proses seleksi, dari total lebih dari 200 pendaftar hingga terpilih 99 GenZi dari Pasuruan, Lamongan, Tuban, dan daerah lain,” kata Ketua Remas-GenZI MAS, Maula Azka.
Selain itu, “ngaji” Ramadhan di Masjid Al-Akbar juga sempat diisi oleh pendakwah milenial Ustadz Hanan Attaki (1/3). “Ustadz Hanan Attaki menyebut tiga cara ‘caper’ (cari perhatian) ke Allah (membiasakan taubat, memperbanyak amalan sunnah setelah wajib, dan beramal dalam sunyi),” katanya. (*/mas)



