Surabaya, radar96.com – Da’i nasional, Ustadz Abdul Somad, bersama Habib Muhammad bin Anies Shihab asal Malang, dan Ustadz Luqmanul Hakim dari Pontianak, Kalimantan Barat, menyemarakkan acara ngaji bertajuk “Guyub Bareng, Baik Bareng” di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS), Sabtu (18/4/2026) malam.
Ribuan jamaah dari berbagai daerah menyimak kajian Ustadz Abdul Somad dai nasional yang melakukan serangkaian safari dakwah di Surabaya yang dimulai dari Masjid Al-Akbar Surabaya yang banyak diikuti pemuda, pengurus masjid, serta masyarakat umum dan sejumlah tokoh agama yang hadir.

Sebelumnya, sambutan disampaikan Ustadz Zayyin Muhammad dan Aditya Abdurrahman selaku penyelenggara tentang kegiatan yang menekankan pentingnya penguatan nilai keimanan dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat, lalu dilanjutkan dengan ceramah dari Habib Anies, Ustadz Luqmanul Hakim, dan Ustadz Abdul Somad.

Dalam ceramahnya, Ustadz Abdul Somad yang sering disapa UAS memaknai “Guyub Bareng” dengan perumpamaan melalui arsitektur masjid. Menurut UAS, keindahan visual sebuah bangunan seringkali menipu mata hingga melupakan esensi.

“Keindahan Masjid Al-Akbar terlihat dari luar lewat kubahnya. Setelah masuk ke dalam, kubah tidak ada apa-apanya tanpa tiang, namun yang menopang keindahan itu semua adalah fondasi. Itulah hakikat guyub bareng,” ujarnya.
Dalam kegiatan keagamaan yang mengusung konsep kebersamaan itu, UAS juga menekankan pentingnya proses spiritual dalam setiap amal perbuatan yang terangkum dalam tiga tahapan besar yakni Usaha, Doa, dan puncaknya adalah Tawakkal. “Level tertinggi yang harus dicapai setiap Muslim adalah Ridho terhadap ketetapan Allah,” katanya.
Sementara itu, Habib Muhammad bin Anies Shihab menyoroti pentingnya menjaga hubungan antarmanusia dengan hati yang luas. Ia mengutip hadits populer mengenai cara menolong saudara, baik yang dizalimi maupun yang menzalimi. “Guyub bareng artinya berbuat baiklah sekalipun pada orang yang berbuat salah atau mendzalimi dirimu,” tuturnya.
Suasana menjadi cair saat Ustadz Luqmanul Hakim memberi tausiyah dengan gaya khas. Ia memperkenalkan istilah “ATM” atau Allah Tempat Meminta dan TMBA alias “Terlalu Mudah Bagi Allah” untuk menguatkan tauhid jamaah. Ia juga menyentil soal urusan jodoh bagi anak muda dengan kriteria CSM (Cantik, Sholehah, Mau) dan GSM (Ganteng, Sholeh, Mau).
“Intinya, jangan sampai salah menggantungkan harapan. Banyak orang kecewa karena salah tempat berharap. Sekali Anda berharap pada manusia apakah itu suami, istri, ayah, atau teman, pasti akan kecewa,” katanya berpesan.
Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ketua Badan Pelaksana Pengelola (BPP) MAS DR KHM Sudjak MAg, lalu kegiatan diakhiri dengan undian hadiah berupa satu paket umroh bagi jamaah/peserta acara. (*/fachrizal-ff)



