By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Jelang Muktamar NU 2026, KHR Azaim Ibrahimy Dorong Penguatan Tradisi dan Sanad Perjuangan Muassis NU
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Uncategorized > Jelang Muktamar NU 2026, KHR Azaim Ibrahimy Dorong Penguatan Tradisi dan Sanad Perjuangan Muassis NU
Uncategorized

Jelang Muktamar NU 2026, KHR Azaim Ibrahimy Dorong Penguatan Tradisi dan Sanad Perjuangan Muassis NU

22/06/2026 Uncategorized
SHARE

Kediri, radar96.com – Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo, KHR Achmad Azaim Ibrahimy, bersama sejumlah dzurriyah muassis Nahdlatul Ulama mendorong penguatan tradisi organisasi dan pelestarian nilai-nilai perjuangan para pendiri NU menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 Tahun 2026.

Melalui Komite Dzurriyah Muassis Nahdlatul Ulama, sejumlah gagasan dan rekomendasi disampaikan kepada Panitia Munas – Konbes dan Muktamar NU sebagai bagian dari ikhtiar menjaga identitas organisasi memasuki abad kedua perjalanan Nahdlatul Ulama.

Salah satu usulan yang diajukan adalah menghadirkan prosesi penyerahan tongkat dan tasbih dalam setiap pelantikan pengurus Nahdlatul Ulama di seluruh tingkatan.

Menurut Komite Dzurriyah, simbol tersebut memiliki makna mendalam yang telah lama melekat dalam tradisi kepemimpinan ulama di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Tongkat dipandang sebagai simbol amanah, keteguhan, keberanian, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas organisasi. Sementara tasbih melambangkan kedekatan spiritual, keikhlasan, dzikir, serta ketawadhuan seorang pemimpin dalam mengemban amanah perjuangan.

Melalui simbolisasi tersebut, para pengurus NU diharapkan memahami bahwa jabatan yang diemban bukan sekadar posisi struktural organisasi, melainkan kelanjutan dari perjuangan para ulama pendiri yang harus dijaga dan diteruskan.

Selain itu, Komite Dzurriyah juga mengusulkan pemutaran Video Dokumenter Napak Tilas Isyarah Pendirian Nahdlatul Ulama dalam berbagai kegiatan resmi organisasi.

Dokumenter tersebut diharapkan menjadi sarana edukasi sejarah bagi warga Nahdliyin, khususnya generasi muda, agar lebih mengenal proses lahirnya Nahdlatul Ulama beserta perjuangan para muassis dalam membangun organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut.

Apabila nantinya diterima sebagai rekomendasi Muktamar NU ke-35, dokumenter tersebut diharapkan dapat diputar secara rutin dalam berbagai forum resmi seperti Muktamar, Musyawarah Nasional, Konferensi, pelantikan pengurus, kaderisasi, peringatan Hari Lahir NU, hingga kegiatan strategis organisasi lainnya.

Komite Dzurriyah menilai bahwa penguatan kesadaran sejarah merupakan kebutuhan penting bagi organisasi besar seperti Nahdlatul Ulama. Dengan memahami akar sejarah dan perjuangan para pendiri, warga NU diharapkan mampu menjaga arah perjuangan organisasi sesuai nilai-nilai yang diwariskan para muassis.

Bagi Komite Dzurriyah, menjaga tradisi dan sejarah bukanlah sekadar romantisme masa lalu, melainkan upaya memperkokoh identitas organisasi agar tetap relevan dan kuat menghadapi berbagai tantangan zaman.

Langkah tersebut juga dipandang sebagai bagian dari penguatan sanad perjuangan, mempererat hubungan emosional warga Nahdliyin dengan para pendiri NU, sekaligus memastikan nilai-nilai ke-NU-an tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan sosial yang terus berlangsung.

Dokumen usulan tersebut ditandatangani oleh sejumlah tokoh dzurriyah muassis Nahdlatul Ulama, yakni KH Fahmi Amrullah dari Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, KHR Achmad Azaim Ibrahimy dari Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo, KH Hasib Wahab dari Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, serta KH Fakhruddin Aschol dari Pondok Pesantren Syaichona Moh. Cholil Bangkalan.

Mereka berharap rekomendasi tersebut dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat tradisi, menjaga kesinambungan sejarah, serta meneguhkan arah perjuangan Nahdlatul Ulama menuju masa depan yang lebih kokoh dan berakar pada nilai-nilai para muassis. (*/Rif)

Iklan.

You Might Also Like

Dapur SPPG Grujugan Kidul, Bondowoso Direnovasi Perkuat Kualitas Program MBG

Pesantren Mahika Sidoarjo Gelar Haflah, 87 Siswa Lolos PTN dan PTKIN

DPRD Jatim Minta Pembangunan Jembatan Bondowoso-Jember Tak Berlarut-larut

Semarak Pawai Ta’aruf Tahun Baru Islam, Suarakan Gerakan Bersih Lingkungan

7 Mahasiswa Unusa Lulus di Taiwan, Rektor Sampaikan Sambutan Wisuda

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Dapur SPPG Grujugan Kidul, Bondowoso Direnovasi Perkuat Kualitas Program MBG

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Dapur SPPG Grujugan Kidul, Bondowoso Direnovasi Perkuat Kualitas Program MBG
Uncategorized
Produk OPOP Jatim Meriahkan Pameran dan Pagelaran Seni Islami Gusdurian di Kediri
Ekraf
Pesantren Mahika Sidoarjo Gelar Haflah, 87 Siswa Lolos PTN dan PTKIN
Uncategorized
Kepada GenZI Masjid Al-Akbar Surabaya, Ustadz Syam: Ikhlas Karena Cinta Itu Dimulai dari Menjaga Hati
Milenial

You Might also Like

Uncategorized

Puluhan biksu dari empat negara singgahi Masjid Al-Akbar Surabaya dalam perjalanan spiritual IWFP

15/05/2026
KolomUncategorized

Konversi Energi Kedua Republik Indonesia: Amanat Penderitaan Rakyat Madura

13/05/2026
Uncategorized

Tim Perumus PWNU Jatim Tuntaskan Materi Muskerwil dan Materi Usulan Munas NU

09/04/2026
Uncategorized

Konsul Tiongkok Surabaya salurkan 200 Paket Ramadhan ke PWNU Jatim

13/03/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?