Jakarta, Radar96.com/NUO – Ketua Organizing Committee Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) Hj Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid membuka program NU Tech, Jumat (2/12/2022), guna mewujudkan masyarakat Cakap Digital dan peningkatan teknologi bangsa.
“NU Tech salah satu upaya dari Badan Inovasi PBNU mengawali proses transformasi digital NU abad ke-2 dengan melibatkan 1 juta warga NU. Bisa belajar macam-macam teknologi. Dengan tujuan, menciptakan anak muda melek teknologi yang punya semangat memajukan organisasi, bangsa dan negara,” jelas Yenny Wahid.
Menurutnya, NU Tech ditujukan bagi banyak kalangan, tidak hanya dari nahdliyin saja. Bisa dari pelajar, santri, mahasiswa, dan keluarga besar NU yang ingin mengembangkan diri serta memajukan kapabilitas digital.
Dalam program NU Tech yang dibuka mulai 2 Desember 2022 hingga 19 Desember 2022 ini, nanti akan data berbagai kegiatan seperti Capture The Flag Competition, Innovation Piching Competition, Tech Seminar, Narasi Academy, dan Digital Learning Scholarship.
“NU Tech akan memberikan pelatihan teknologi untuk generasi muda supaya kemampuan digitalnya naik. Agar tidak jadi obyek kemajuan teknologi, tapi pemain utama,” kata Yenny.
Sementara itu, Ketua PIC NU Tech Harlah 1 Abad NU M. Fajrin Rasyid menjelaskan pada Capture The Flag Competition, talenta muda Indonesia dapat menunjukkan serta mengasah ketrampilan digital Cybersecurity melalui penyelesaian challenge kasus di CTF Competition.
Pada Innovation Pitching Competition, talenta yang memiliki ide inovasi juga memiliki tempat mendukung untuk menyampaikan dan melatihkan keterampilan pitching terhadap ide inovasi yang dimilikinya dalam bentuk prototipe.
Selain itu, peserta juga diberikan kesempatan belajar, mulai dari seminar dan kelas ranah teknologi melalui Narasi Academy dan Tech Seminar. Serta mempelajari banyak topik digital di platform pembelajaran myDigiLeam melalui Digital Learning Scholarship.
“Menuju abad kedua, teknologi jadi bagian penting. Semua kegiatan melibatkan teknologi digital. Nilai ekonomi digital Indonesia berada di angka 600 T dan terus tumbuh,” beber Fajrin.
Bagi generasi muda yang minat, cara daftar dan mengikuti NU Tech langkah pertamanya masuk ke platform nu-tech.id. Lalu pilih ‘Daftar Sekarang’ dan buat akun nu-tech.id lebih dahulu. Langkah selanjutnya, cek email yang digunakan untuk daftar untuk buka akun, jika sudah punya akun maka masuk platform nu-tech.id dan explore.
“Potensi digital yang besar harus bisa disertai dengan sumber daya manusia. Kemajuan teknologi Rangking Indonesia masih di angka 50, ini masih bisa ditingkatkan terus,” ujar Fajrin.
Fajrin memaparkan, objek Program NU Tech yang dibuka pada 2-19 Desember 2022 itu secara spesifik, yaitu meningkatkan digital literacy di kalangan santri dan masyarakat. Memberikan exposure bagi para pemilik ide bisnis kepada dunia startup dan digital. Keamanan digital juga jadi perhatian khusus.
“NU Tech bagian kecil usaha untuk naikkan kelas generasi muda Indonesia go digital. Lalu terciptanya oportunity kolaboratif bagi NU, BUMN dan private sektor di bidang inovasi digital. Talenta akan diberikan kesempatan untuk belajar banyak terkait topik pembelajaran digital, menyampaikan ide, semua bisa belajar dengan mudah dan go digital,” tandasnya.
Pesantren Perempuan Programmer
Sebelumnya (22/2/2022), Yenny Wahid, Putri KH Abdurrahman Wahid, juga meluncurkan sebuah pesantren programmer (pemrograman) bernama Pesantren Koding Qoryatus Salam yang berlokasi di Sleman, Yogyakarta.
“Sebagian masyarakat yang bisa memanfaatkan teknologi dengan positif akan terus memacu dan mengeksplorasi tantangan yang akan dihadapi umat manusia dan memecahkan masalahnya pada masa datang,” tulisnya dalam keterangan tertulis, Senin (21/2/2022).
“Hal inilah yang melatarbelakangi saya untuk mendirikan Pesantren Pemrograman Perempuan Qoryatus Salam di Peace Village Yogyakarta,” imbuh aktivis kelahiran Jombang pada 29 Oktober 1974 yang memiliki nama asli Zannuba Ariffah Chafsoh ini.
Nantinya, pesantren tersebut akan menjadi ruang belajar bagi para santriwati yang ingin belajar pemograman, tanpa meninggalkan akar identitasnya sebagai sosok santri. Dikatakannya, alasan dirinya mendirikan pesantren yang dikhususkan bagi perempuan ini adalah untuk memberikan ruang bagi perempuan agar lebih banyak lagi yang menguasai teknologi.
“Alasan fokus kepada perempuan yakni saya ingin lebih banyak lagi perempuan yang berdaya dalam teknologi, dengan menjadi subjek teknologi sebagai pengguna, produsen, pengontrol dan pengembang,” urainya.
“Sehingga, saya ingin memfasilitasi para perempuan generasi muda untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam bidang pemrograman dan agama,” lanjutnya.
Ia berharap, nantinya dengan berdirinya pesantren ini akan ada banyak santriwati programmer yang memiliki wawasan agama yang moderat. “Mampu memiliki pola pikir memecahkan tantangan dalam berbagai aspek kehidupan sosial secara profesional,” bebernya.
“Sebuah kehormatan jika teman-teman bisa hadir secara virtual menyaksikan Peluncuran Pesantren Programmer,” tutupnya tentang program yang diluncurkan pada Selasa (22/02/2022) melalui Channel YouTube Wahid Foundation itu. (*/NUO)
Sumber:
*) https://www.nu.or.id/nasional/wujudkan-masyarakat-cakap-digital-panitia-harlah-1-abad-nu-luncurkan-nu-tech-nTjZw
*) https://www.nu.or.id/nasional/yenny-wahid-dirikan-pesantren-perempuan-programmer-qoryatus-salam-iJnOA



