Surabaya, Radar96.com – Lembaga Amil Zakat nfak Sedekah NU (LAZISNU) MWC NU Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya, Jawa Timur, mengajak puluhan anak yatim untuk berbelanja gratis di mal di Kota Pahlawan.
“Kami jemput dari rumah dan rumah singgah (rumah singgah Nahdliyyin), lalu kami beri voucher Rp250.000 untuk berbelanja baju, sandal, sepatu, untuk Lebaran,” kata Bendahara LAZISNU Wonocolo, Budi Purwanto, Rabu.
Budi menjelaskan hal itu dilakukan LAZISNU agar anak-anak yatim dan dhuafa itu bisa merasakan kebahagiaan seperti halnya anak-anak dengan keluarga yang lengkap.
“Alhamdulillah, Allah memberi kemurahan dan kemudahan kepada LAZISNU, sehingga tujuan kami untuk menyenangkan anak yatim bisa terlaksana,” katanya.
Pihaknya juga menyampaikan rasa syukur kepada pada donatur yang memberi kesempatan LAZISNU untuk berbagi kebahagiaan lewat Rekening
Bank Mega Syariah
2008976098 a/n NU Care-Lazisnu Wonocolo, atau
Bank Syariah Indonesia
(BSI) 7147470996 a/n Lazisnu zakat Wonocolo, atau BSI juga lewat
7147471208 a/n Lazisnu Infaq Wonocolo
.
(Konfirmasi : 08113051926).
“Senang, saya diajak Lazisnus, bisa beli baju atasan dan rok, jadi bisa digunakan pas lebaran nanti,” kata Badriyah, anak yatim binaan Lazisnu di rumah singgah Nahdliyyin, Wonocolo, Surabaya.
Selain anak yatim, NU Care-Lazisnu Kecamatan Wonocolo juga memberi santunan kepada 50 petugas penggali kubur. “Kami beri santunan uang saku dan paket Lebaran kepada petugas penggali kubur yang selama ini memang kurang mendapat perhatian masyarakat,” kata Direktur NU Care-Lazisnu Wonocolo, Mochammad Rizal Syarifudin.
Sebelumnya (18/4/2023), Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (YARSIS) menyerahkan mobil Avanza kepada PWNU Jatim untuk diberikan kepada PCNU Sidoarjo sebagai Hadiah Utama men jadi Juara Umum “NU Jatim Award 2023”.
Saat mewakili Ketua Yarsis Prof Dr Mohammad Nuh DEA dalam penyerahan hadiah utama dari Yarsis itu, DR HM Ma’ruf Syah SH MH mewakili Yarsis menjelaskan penyerahan hadiah utama berupa mobil Avanza dari YARSIS itu bermaksud memotivasi pengurus NU se-Jatim untuk mencapai target 100 faskes (fasilitas kesehatan) se-Jatim.
“Kalau RS NU sudah ada di Tuban, Jombang, dan juga ada sejumlah RSI milik Muslimat, lalu klinik-klinik pratama. PR kita, kalau ada satu RS mercusuar, kita sudah bisa mengejar ketertinggalan,” katanya, didampingi Ketua “NU Jatim Award” Ir. Muhamad Koderi, MT. (*/pna)



