By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: PKB menuju 2024, Selamat Jalan Partai Papan Tengah
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Kolom > PKB menuju 2024, Selamat Jalan Partai Papan Tengah
Kolom

PKB menuju 2024, Selamat Jalan Partai Papan Tengah

31/03/2021 Kolom
Maksum Zuber, Koordinator Nasional Barisan Muda Nahdlatul Ulama (BMNU) dan Ketua Umum Rumah Kamnas (my)
SHARE

Oleh Maksum Zuber

Semester pertama tahun 2021, Charta Politika Indonesia merilis temuan survei nasional tentang elektabilitas partai politik jika pemilihan anggota DPR dilakukan saat ini, Survei dilakukan pada 20-24 Maret 2021

Hasilnya. PDIP 20,7 persen, Gerindra 14,2 persen, PKB 9,7 persen, PKS 8,2 persen, Golkar 7,8 persen, Nasdem 5,4 persen, Demokrat 4,2 persen, PPP 2,2 persen, PSI 1,8 persen, PAN 1,0 persen, Perindo 0,8 persen, Hanura 0,6 persen, Garuda 0,4 persen, Berkarya 0,3 persen, PKPI 0,2 persen, Gelora 0,2 persen, Ummat 0,1 persen, PBB 0,1 persen.

Artinya, posisi PKB 9,7 persen menunjukkan potensi kader NU dalam pentas perpolitikan nasional. Semua kader NU yang sudah dibaiat saat mengikuti MKNU dan atau PKPNU dengan mantab dan penuh keyakinan akan menjawab “NU” saat mendengar seruan “Siapa kita…”. Penegasan kata “NU” bisa berarti: “Kita adalah kader NU”, atau: “Kita pejuang NU” atau “Kita adalah warga NU”. Siapa kita…? NU. NKRI…? Harga Mati.
Pancasila…? Jaya. Tentu, kader PKB ada di dalamnya.

Bahkan, kader NU dalam lingkungan PKB pun sudah berbicara di pentas internasional. Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Gus Imin pada acara COP25 di Madrid (4/12/2019), mendesak negara-negara maju untuk menunjukkan komitmennya menurunkan emisi sebagai bentuk tanggung jawab atas perubahan iklim. Menurutnya negara-negara maju berkontribusi atas kerusakan alam. Untuk itu, perlu adanya ketegasan dari negara-negara berkembang. “Negara-negara besar itulah yang merusak bumi ini, jadi harus tanggung jawab,” katanya.

Tentang “potensi” PKB itu, Ketua Umum PKB itu menegaskan bahwa PKB akan menjadi partai yang lebih besar lagi di Pemilu 2024, Pemilu 2019 PKB meraih 58 kursi DPR RI padahal bekerja apa adanya. 2024 tak mau jadi partai tengah, selamat jalan partai papan tengah (red),” kata Cak Imin dalam penutupan Muktamar PKB di Nusa Dua, Bali, Rabu (21/8/2019).

“Alhamdulillah, PKB sudah diatas. Jumlah perolehan suara PKB bukan hanya besar di Indonesia sebagai partai berbasis Islam (pondok pesantren), barangkali termasuk partai berbasis Islam dengan pemilih terbesar di dunia. Ia menambahkan bahwa PKB dengan modal pas-pasan aja dapat suara segini besar, apalagi kalau dengan semangat kerja yang memadai, “Nggak ada alasan warga PKB tidak percaya diri untuk meraih kemenangan di 2024. Sangat rugi bagi pengurus partai PKB untuk tak percaya diri,” ujarnya.

Kaitan NU dengan PKB itu dipertegas oleh DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur yang dikomandani Gus Halim. Ia memberikan syarat khusus untuk caleg terpilih pada pemilu 2019 untuk mengikuti Pelatihan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU). Syarat tersebut merupakan syarat wajib untuk diikuti jika ingin dilantik menjadi anggota dewan untuk periode 2019-2024. “Caleg PKB tidak akan dilantik jika belum mengikuti PKPNU,” diungkapkan Ketua DPW PKB Jawa Timur Abdul Halim Iskandar dalam acara Halalbihalal PKB Jawa Timur di Taman Wisata Prigen Pasuruan, Jatim (30/6/2019).

Syarat tersebut sengaja diwajibkan untuk mempersamakan persepsi ide dan pemikiran kader PKB dan NU dalam berjuang di parlemen, sehingga kebijakan yang dilahirkan di parleman memuat nilai-nilai islam ahlussunnah waljamaah. Harapannya adalah menjadi kader PKB yang militan dalam berorganisasi dan berjuang untuk mensejahterakan masyarakat dengan mempersamakan persepsi, ide dan pemikiran kader PKB dan NU, sehingga kebijakan yang dilahirkan penuh dengan nilai-nilai “islam ahlussunnah waljamaah”. Nantinya juga akan diadakan sekolah politik khusus anggota dewan. Sekolah tersebut bertujuan untuk memberikan pendidikan politik kepada kader NU yang baru menjadi anggota dewan agar bisa memahami peta politik di parlemen.

Acara PKPNU itu diadakan di Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatul Mubtadiin, Lirboyo, Kediri, Jumat (27/9/2019). Sebagai penyelenggara acara PWNU Jatim diikuti oleh 25 anggota Fraksi PKB DPRD Jatim selama tiga hari (27-29/9/2019). Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jawa Timur mengikuti Pelatihan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU), dibuka oleh KH Anwar Iskandar, Syuriah Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim. hadir pula KH Anwar Mansur, KH Marzuki Mustamar (Ketua PWNU Jatim), KH Abd Muid, dan KH Abdus Salam Sohib.

Pada acara tersebut Kiai Anwar Iskandar berpesan kepada PKB agar para kader memiliki tugas mengawal kepentingan masyarakat, “Kita harus banyak berperan dalam memberdayakan semua lini. Baik ekonomi, pendidikan, maupun politik,” kata Kiai Anwar pada sambutannya. (27/9/2019). Agar dapat berperan maksimal, PKB harus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar, dalam sambutannya bahwa PKNU adalah salah satu upaya meningkatkan kapasitas kader politisi NU dalam rangka memenuhi kualitas dan militansi kader PKB di legislatif. Diamini oleh Ketua Fraksi PKB Jatim, Anik Maslachah bahwa bagi politisi PKB yang duduk sebagai anggota Legislatif 2019-2024 untuk mengikuti PKPNU merupakan instruksi dari Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar. (*)

*) Penulis adalah Pendiri komunitas Nasional Barisan Muda Nahdlatul Ulama (BMNU) dan Ketua Umum Rumah Kamnas

Iklan.

You Might Also Like

Membangun Citra Pesantren: Sinergi Kinerja Alumni, Kharisma Kiai dan Tatakelola Manajemen Modern

Muktamar NU: Menjaga Sang Pendiri NKRI dari Intervensi

Dewan Kesenian Bagian Spesifik dari Kebudayaan 

Konversi Energi Kedua Republik Indonesia: Amanat Penderitaan Rakyat Madura

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Gubernur Khofifah perkuat Koperasi dan UMKM dengan Gedung Latkop UKM Jatim
Next Article Gubernur Khofifah undang Bocah Penjual Donat Keliling ke Grahadi

Advertisement

Iklan.

Iklan.

Iklan.

Berita Terbaru

Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab: Jadikan Nabi Ibrahim sebagai Inspirasi Bina Keluarga
Sospol
MUI Gandeng BPJS Berikan Jaminan bagi Pekerja di Pesantren
Sospol
Rijalul Ansor Jatim Bershalawat Bersama Majelis Attaufiq, Teguhkan Ukhuwah dan Soliditas
Nahdliyyin
PWNU Jatim Menentang Segala Bentuk Kejahatan/Penyimpangan terhadap Santri
Nahdliyyin

You Might also Like

Kolom

Evaluasi Tanpa Intervensi: Ujian Kemandirian Muktamar NU

27/04/2026
Kolom

PERANG HORMUZ

27/04/2026
KolomOpini

Mencari Isyarah Langit (Ketum PBNU)

25/04/2026
KolomNahdliyyin

KH Mutawakkil Mengundurkan Diri Dari MUI Jatim

24/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?