By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gus Yahya Jelaskan Konsep Negara Bangsa yang Disepakati Para Ulama
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Gus Yahya Jelaskan Konsep Negara Bangsa yang Disepakati Para Ulama
Nahdliyyin

Gus Yahya Jelaskan Konsep Negara Bangsa yang Disepakati Para Ulama

22/05/2024 Nahdliyyin
Ketum PBNU Gus Yahya Cholil Staquf saat berpidato di depan delegasi Sekolah Tinggi Pertahanan Inggris atau Royal College of Defense Studies for Global Strategy Program di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, pada Senin (20/5/2024). (Foto: NU Online)
SHARE

Jakarta, radar96.com/NU – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menjelaskan konsep negara bangsa yang disepakati oleh para ulama dalam pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Gus Yahya mengungkapkan bahwa para ulama Indonesia pada awal abad ke-20 telah menyaksikan dinamika global dan perubahan peradaban yang sedang terjadi.

Para ulama di Indonesia juga menyadari perlunya mengantisipasi tantangan yang akan datang dan mengembangkan kapasitas untuk berkontribusi pada konstruksi peradaban baru yang lebih baik.

“Meskipun para ulama tersebut adalah pendukung ajaran Islam klasik dan ahli terbaik dalam ajaran tersebut, mereka setuju untuk menjadikan Indonesia sebagai negara bangsa, bukan negara Islam atau teokrasi. Keputusan itu tentunya didasarkan pada pertimbangan agama dan kajian mendalam terhadap ajaran Islam karena mereka adalah ulama,” jelas Gus Yahya di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2024).

Ia menjelaskan, kesepakatan para ulama untuk membentuk negara bangsa yang inklusif dan tidak membawa label agama merupakan sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya di negara-negara mayoritas Muslim lainnya.

Para ulama bersepakat untuk membentuk negara bangsa dan bukan negara Islam atau teokrasi. “Hampir semuanya telah ditetapkan sebagai negara Islam. Mungkin republik demokratis, tapi republik Islam atau kerajaan Islam. Namun, Indonesia adalah negara kesatuan bangsa Indonesia, Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tidak ada label agama apa pun di dalamnya,” jelasnya.

Gus Yahya juga menyoroti bahwa model negara bangsa yang disepakati di tengah populasi Indonesia yang mayoritas Muslim, menjadikan Indonesia sebagai model unik sebuah negara.

“Jadi ini adalah model unik sebuah negara yang muncul setelah perang dunia kedua dan diprakarsai secara besar-besaran oleh para pemimpin Muslim di Indonesia,” tutur Gus Yahya.

Dalam konteks pemikiran dan visi tersebut, para ulama terlibat langsung dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dan pembentukan negara pada tahun 1945. Mereka berkontribusi secara mendalam dalam pembangunan dan pembentukan konstruksi negara.

“Jadi, jika kita ditanya pertahanan seperti apa yang kita pikirkan, model strategi pertahanan seperti apa yang kita pikirkan, kita akan lebih memikirkan tatanan internasional daripada sekadar militer kita, kapasitas militer kita sendiri,” pungkasnya. (*/NUO)

Sumber: https://www.nu.or.id/nasional/gus-yahya-jelaskan-konsep-negara-bangsa-yang-disepakati-para-ulama-U3Xbx

Iklan.

You Might Also Like

Hari Pertama, 300 Penggembira Sambangi Posko PCNU Sidoarjo di Lokasi Muktamar

Prabowo Minta Kartu NU

Sambut Muktamar NU ke-35, PW IKAPETE Jatim Siap Gelar Muswil dan Rumuskan Rekomendasi Strategis

Buka Pameran Ribuan Turots Muktamar, Gubernur Jatim: UINSA buka Prodi Pasca SarjanaTurots

Ribuan Siswa-Guru “Khadijah” Surabaya Semarakkan “Sholawat Merah Putih 2026”

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article 25 Bus Calon Jamaah Haji Asal Jember Singgah Masjid Al-Akbar Jelang Masuk Asrama Haji
Next Article Peneliti: Kepuasan dan kepercayaan pengaruhi pengguna untuk terus menggunakan QR-Code Mobile Payment

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

GEGERAN DULU GERGERAN KEMUDIAN
Kolom
Muktamar NU : Pembukaan Gemilang, Jangan Sampai Pelaksanaan Kehilangan Marwah.
Kolom
Ternyata NU Rame di Luar, Solid di Dalam
Kolom
MENJAGA MUKTAMAR NU KE-35 SEBAGAI TUNTUNAN DAN HIKMAH
Kolom

You Might also Like

Nahdliyyin

Perkuat Hubungan Antar-Pesantren, Gus Kikin Silaturahim ke Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo

23/08/2026
Nahdliyyin

Selama Muktamar 35 NU, MWCNU Mulyorejo-Surabaya Buka Posko Kesehatan Gratis di Tambakberas

23/08/2026
Nahdliyyin

PWNU Sumbar Apresiasi Gus Kikin soal Revitalisasi Qanun Asasi dan Program Pendidikan-Ekonomi

22/08/2026
Nahdliyyin

Jelang Muktamar NU di Tambakberas, Mbah Wahab Dianugerahi Gelar Bapak ISHARI

20/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?