By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Prof Mas’ud Said: Syukuri Indonesia yang damai, rukun, dan dermawan
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Prof Mas’ud Said: Syukuri Indonesia yang damai, rukun, dan dermawan
Sospol

Prof Mas’ud Said: Syukuri Indonesia yang damai, rukun, dan dermawan

07/06/2024 Sospol
SHARE

Surabaya, radar96.com/MAS – Ketua PW Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur Prof HM Mas’ud Said MM PhD mengajak jamaah Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) untuk mensyukuri hidup di Indonesia yang negaranya damai, bangsanya rukun, dan masyarakatnya paling dermawan.

“Bersyukur itu perlambang orang yang mendapat hidayah, karena dia menikmati kehidupan dengan berterima kasih kepada Tuhan dan kepada orang lain yang menjadi perantara dari kebaikan hidupnya,” katanya dalam khutbah Jumat di Masjid Al-Akbar.

Direktur Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma) itu menjelaskan bersyukur itu penting bagi orang Indonesia, karena hidup sehat, punya iman, punya waktu atau umur sampai sekarang, punya rezeki, dan hidup di negara yang damai, rukun, dan dikenal dermawan di dunia.

“Indonesia itu sangat damai, karena di luar sana banyak yang kurang sempurna. Bisa saja kita juga ada kekurangan, tapi di Gaza banyak anak tak punya orang tua dan banyak orang tua yang sulit cari makanan sampai sekarat dan tidak ada rumah sakit,” katanya.

Di hadapan ribuan jamaah Shalat Jumat di MAS, doktor Ilmu Pemerintahan dari Universitas Flinders Australia itu mengatakan Indonesia juga negara yang sangat rukun, sehingga pengajian pun bebas, khutbah Jumat juga tidak sampai masuk penjara seperti di negara lain, bahkan semuanya rukun, damai, dan sentosa.

“Beberapa negara, termasuk di Timur Tengah, juga hidup dalam konflik, karena tidak ada kerukunan, atau toleransi, dan tidak banyak diajari para ulama dan guru untuk hubbul wathon minal iman (Cinta Tanah Air sebagai bagian dari iman),” katanya.

Selain itu, negara Indonesia juga patut disyukuri, karena Charities Aid Foundation (CAF) merilis “World Giving Index 2023” yang menempatkan Indonesia sebagai negara pertama yang paling dermawan di dunia.

“Posisi pertama itu dengan skor 68 persen dan hal itu menjadikan Indonesa sebagai negara paling dermawan di dunia selama enam tahun berturut-turut. Skor itu karena 8 dari 10 Indonesia tergolong dermawan. Semoga kita tidak masuk 2 orang yang kikir itu. Naudzubillah,” katanya.

Prof Mas’ud Said yang kini menjadi Penasehat Akademik Internasional dari universitas di Malaysia dan Thailand itu menambahkan syukur itu mengharuskan manusia kembali kepada kesejatian yakni makhluk Tuhan, makhluk sosial, dan makhluk/warga dari bangsa/negara yang ditinggalinya. (*/mas)

Iklan.

You Might Also Like

DMI Jatim Siagakan 1.000 Jagal Hewan Kurban Masjid se-Jatim

Masjid Al-Akbar Surabaya Tampilkan Sapi Presiden dalam Wisata Kurban Idul Adha 1447 H

Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab: Jadikan Nabi Ibrahim sebagai Inspirasi Bina Keluarga

MUI Gandeng BPJS Berikan Jaminan bagi Pekerja di Pesantren

Kuliah Tamu di FISIP UNAIR, Akademisi AS: Menulis Itu Bukan Buat Pamer Kepintaran

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article FKPT Jatim Ungkap Fenomena Intoleransi Kekinian ala Hijrah di hadapan Para Guru
Next Article Surat Boneka dan Cinta

Advertisement

Iklan.

Iklan.

Iklan.

Berita Terbaru

DMI Jatim Siagakan 1.000 Jagal Hewan Kurban Masjid se-Jatim
Sospol
Masjid Al-Akbar Surabaya Tampilkan Sapi Presiden dalam Wisata Kurban Idul Adha 1447 H
Sospol
OKK PCNU Ponorogo Prioritaskan PDPKP dan Kajian Strategis Qonun Asasi
Nahdliyyin
Kajian Senja Al-Yasmin, Gus Mujab: Jadikan Nabi Ibrahim sebagai Inspirasi Bina Keluarga
Sospol

You Might also Like

Sospol

Unusa Gandeng Kwarda Pramuka Jatim Buka Jalur Prestasi Kepramukaan

20/05/2026
Sospol

Unusa Jajaki Kolaborasi dengan KCG Jepang untuk Transformasi Pendidikan Tinggi

18/05/2026
Sospol

Kaum Hawa IPHI Jatim Bergerak Ingin Wujudkan Program Haji Mabrur Sepanjang Hayat

18/05/2026
Sospol

Menjajaki Kolaborasi Riset Penyakit Infeksi, RC-GERID UNAIR Benchmarking ke Pusat Genom Malaysia

15/05/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?