Surabaya, radar96.com – Deputi Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga, Prof. Dr. H. M. Asrorun Ni’am Sholeh, MA, meminta Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mengampanyekan “Pemuda Anti Rokok” di kalangan pemuda NU, baik di pesantren maupun di madrasah.

“IPNU harus mempunyai gerakan radikal yang terkadang akan berpengaruh sangat signifikan di kalangan Nahdliyin itu sendiri,” katanya saat sosialisasi Pemuda Anti Rokok di kantor PWNU Jawa Timur, Surabaya, Minggu (21/7/2024).

Dalam acara yang dihadiri Pengurus Wilayah IPNU Jatim dan Kader IPNU se-Jatim itu, Niam menjelaskan pengguna rokok di kalangan anak muda NU harus dicegah penyebarannya.
Niam mencontohkan sikap tegas Ponpes Tebu Ireng Jombang yang menindak santri yang terbukti merokok saat di pesantren.
“Disana (Ponpes Tebu Ireng) sudah memberlakukannya (Santri dilarang merokok). Nah ini harus dipromosikan ke generasi muda NU ke pelosok negeri. Sebagai IPNU, jangan hanya terus mengatakan kalo tidak merokok tidak NU,” ujar Sekretaris Majelis Alumni IPNU Pusat ini.
Lebih ekstrem, Niam menegaskan, jika diperlukan nanti ada aturan di IPNU baik kandidat ataupun anggota dalam pemilihan tingkat pusat, wilayah, cabang, anak cabang hingga ranting ditekankan untuk kandidat tidak boleh merokok.
“Kalo perlu dicantumkan itu aturannya (tidak merokok) bagi calon kandidat maupun pengurus IPNU. Nah, jika itu terjadi akan menjadi sejarah. NU berasal dari Surabaya, dan program ini bisa melambung ke seluruh Indonesia berangkat dari PWNU Jatim,” katanya.
Dalam acara itu tampak sejumlah alumni IPNU memberi apresiasi acara itu.
“Ini acara menarik. Di Amerika, justru anak-anak yang menegur mereka yang merokok di tempat publik. Di negeri-negeri berkembang malah anak anak ikutan merokok,” katanya.
(*/pna)
*) Sumber: https://juangrakyat.com/pendidikan/ipnu-jatim-harus-menjadi-agen-pemuda-anti-merokok-di-seluruh-ponpes-dan-area-pendidikan/
*) Sumber Foto: WAG IPNU-IPPNU Lawas



