By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gus Kikin: KHM Hasyim Asy’ari Kobarkan Api Semangat Juang
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Gus Kikin: KHM Hasyim Asy’ari Kobarkan Api Semangat Juang
Nahdliyyin

Gus Kikin: KHM Hasyim Asy’ari Kobarkan Api Semangat Juang

29/09/2024 Nahdliyyin
SHARE

Surabaya, radar96.com – Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), menyatakan pendiri NU Hadratussyaik KHM. Hasyim Asyari mengobarkan api semangat juang yang layak diteruskan dan dikembangkan untuk mengisi kemerdekaan Indonesia.

“Bila dicermati pemikiran dan langkah perjuangan Kiai Hasyim Asy’ari, sesungguhnya lebih maju dan melampaui zaman bagi kalangan santri. Karena itu, kita bertanggung jawab untuk terus merawat dan selalu mengobarkan semangat juang itu,” katanya dalam keterangan, Minggu 29 September 2024.

Dalam Halaqoh Pemikiran Hadratussyaik KH. M. Hasyim Asyari yang diadakan Ikapete (Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng) Jatim di Gedung Monumen Resolusi Jihad NU, Surabaya (28/9), Gus Kikin menjelaskan dampak dari fatwa jihad untuk perang sabil juga cukup dahsyat sehingga pemenang Perang Dunia II justru kehilangan jenderal.

Halaqoh yang dihadiri Rais Syuriah PCNU Surabaya KH Ahmad Zulhilmi Ghazali, KH Abdul Hari (Wakil Rais) dan KH Achmad Saiful Chalim (Katib Syuriah PCNU Surabaya) itu juga menampilkan pembicara Riadi Ngasiran (Sejarahwan NU), Dirintelkam Polda Jatim Kombes (Pol) Nanang Juni Mawanto, dan Fahrul Muzaqqi (Fisipol Unair).

Menurut Riadi Ngasiran, Fatwa Djihad Kiai Hasyim Asy’ari (17 September 1945), yang ditujukan kepada masyarakat luas, terutama kaum santri dan umat Islam itu diperkuat dengan keputusan PBNU yang mengeluarkan ‘peringatan’ untuk pemerintah pada saat itu, yakni Resolusi Djihad NU di Surabaya (22 Oktober 1945).

“Pada saat perang dan kondisi belum aman, masa Revolusi Fisik 1945-1945, NU telah mengeluarkan Resolusi Djihad NU di Purwokerto (hasil Muktamar NU pada tanggal 26-29 Maret 1946). Semua itu menjadi bukti andil nyata umat Islam atau Nahdlatul Ulama bagi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” katanya.

Dalam halaqoh yang juga dihadiri H Roisuddin Bakri (Ketua Ikapete Jatim) dan H Moch Saiful Bachri (pengurus Ikapete yang juga Wakil Sekretaris PCNU Surabaya) itu, Riadi Ngasiran yang juga penulis buku “Perang Sabil di Surabaya, Resolusi Jihad NU 1945” itu mengingatkan, pentingnya nilai juang yang dikobarkan pendiri NU bagi generasi muda.

“Keputusan agama dan politik NU (Fatwa Jihad Kiai M Hasyim Asy’ari tanggal 17 September 1945 dan Resoloesi Jihad NU tanggal 22 Oktober 1945) itu memperoleh dukungan besar dari organisasi keagamaan di Indonesia, seperti Rakyat Muslimin Kebumen yang mengeluarkan mosi agar umat Islam bersungguh-sungguh mempertahankan Republik Indonesia,” katanya.

Selain itu, pada tanggal 7-8 November 1945, Umat Islam Indonesia juga menyelenggarakan Muktamar Islam Indonesia di Yogyakarta. Muktamar Islam Indonesia itu menyerukan seluruh umat Islam Indonesia untuk memperkuat persiapan untuk berjihad fi Sabilillah.

Sementara itu, Ketua Yayasan Insan Keturunan Sagipoddin (IKSA) HA Wachid Zein dalam Maulid Nabi dan Haul Mbah Sagipoddin di Langgar Gipo Surabaya (29/9) menyebutkan Langgar Gipo yang dibangun H Abdul Latief Sagipoddin (Gipo) pada 1717 juga dijadikan cicitnya H Hasan Basri (Hasan Gipo) sebagai lokasi pertemuan tokoh-tokoh pergerakan di Surabaya.

“Tokoh-tokoh pejuang, seperti HOS Tjokroaminoto, Soekarno,dr Soetomo, KH Wahab Chasbullah, dan ulama lainnya sering singgah ke Langgar Gipo untuk membicarakan strategi perjuangan. Langgar Gipo ini hanya tempat kumpul, bukan rapat-rapat, jadi agenda organisasi tidak dibahas di sini, melainkan strategi perjuangan saja, jadi Langgar Gipo (bukan Langgar Hasan Gipo) juga sangat historis dan nasionalis,” katanya. (*/ikapete)

Iklan.

You Might Also Like

Sambut Muktamar NU ke-35, PW IKAPETE Jatim Siap Gelar Muswil dan Rumuskan Rekomendasi Strategis

Buka Pameran Ribuan Turots Muktamar, Gubernur Jatim: UINSA buka Prodi Pasca SarjanaTurots

Ribuan Siswa-Guru “Khadijah” Surabaya Semarakkan “Sholawat Merah Putih 2026”

Perkuat Hubungan Antar-Pesantren, Gus Kikin Silaturahim ke Pesantren Nurul Jadid, Probolinggo

Selama Muktamar 35 NU, MWCNU Mulyorejo-Surabaya Buka Posko Kesehatan Gratis di Tambakberas

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Mahasiswa KKN IAIN Kudus Bantu Pengumpulan dan Pengolahan Sampah Jadi Kerajinan Tangan di Kedungrejo
Next Article Gus Dur Mungkin Telah Mengecewakan Kita

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Sambut Muktamar NU ke-35, PW IKAPETE Jatim Siap Gelar Muswil dan Rumuskan Rekomendasi Strategis
Nahdliyyin
IPK Tinggi Saja Belum Cukup, Lulusan Harus Punya Kesiapan Kerja
Sospol
Buka Pameran Ribuan Turots Muktamar, Gubernur Jatim: UINSA buka Prodi Pasca SarjanaTurots
Nahdliyyin
Adab, Kritik, dan Menjaga Marwah NU
Kolom

You Might also Like

Nahdliyyin

PWNU Sumbar Apresiasi Gus Kikin soal Revitalisasi Qanun Asasi dan Program Pendidikan-Ekonomi

22/08/2026
Nahdliyyin

Jelang Muktamar NU di Tambakberas, Mbah Wahab Dianugerahi Gelar Bapak ISHARI

20/08/2026
Nahdliyyin

Dzurriyah Hasan Gipo: Muktamar Tambakberas Simbol Ajakan Pulang ke Muassis

19/08/2026
Nahdliyyin

Dari Pesantren ke Guru Besar, Prof Hamdanah Utsman Dorong Wajah Baru Pendidikan Islam di Era Digital

17/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?