Ponorogo, radar96.com – Pemerintah Desa Ngabar, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, memanfaatkan Dana Desa untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui program penanaman padi seluas 21.003,5 meter persegi. Kegiatan tanam padi ini dilaksanakan di persawahan Desa Ngabar pada Senin, 15 Desember 2025, bertepatan dengan musim labuh tanam.
Program ketahanan pangan ini dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) sebagai bentuk penyertaan modal desa, sejalan dengan kebijakan nasional dalam mendorong swasembada pangan berbasis desa.

Kepala Desa Ngabar, Sunardi, M.Pd., menyampaikan harapannya agar Desa Ngabar dapat berkembang menjadi sentra padi yang berkontribusi nyata dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Menurutnya, penggunaan Dana Desa di sektor ketahanan pangan tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi, tetapi juga mampu mengurangi pengangguran, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui usaha ketahanan pangan.

“Dana Desa kami arahkan untuk kegiatan produktif yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Ketahanan pangan adalah kunci kemandirian desa,” ujar Sunardi.
Ketua BUMDesa Arum Dalu Ngabar, Drs. H. Fauzan, menegaskan bahwa pelaksanaan program ini merupakan amanah dari Kepmendesa Nomor 3 Tahun 2025 tentang penggunaan Dana Desa untuk ketahanan pangan melalui penyertaan modal desa. Ia menjelaskan, komoditas padi dipilih karena Desa Ngabar telah dikenal sebagai sentra padi dan didukung dengan teknologi pascapanen yang memadai.
Sementara itu, Maryono, selaku Tenaga Ahli Ketahanan Pangan, menjelaskan bahwa penanaman padi menggunakan kolaborasi beberapa varietas unggulan, yakni Mekongga, Inpari 32, Inpari 42, dan Sri Putih. Pola tanam yang diterapkan adalah sistem kotak dengan jarak 25 cm, didukung teknologi pertanian semi modern serta penggunaan pupuk organik.
“Dengan kombinasi varietas dan teknologi ini, kami menargetkan hasil panen mencapai 7 ton per hektare. Harapannya, Desa Ngabar bisa menjadi percontohan praktik baik pengelolaan Dana Desa untuk ketahanan pangan tematik padi,” jelas Maryono.
Apresiasi juga disampaikan oleh Camat Siman, Setya Antari, S.Sos. Ia mendorong desa-desa untuk mengoptimalkan Dana Desa melalui program prioritas yang berdampak langsung pada kemakmuran rakyat.
“Penyertaan modal melalui BUMDesa seperti ini akan mendorong peningkatan Pendapatan Asli Desa dan memperkuat ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Pendamping Desa Siman Khoirul anam menyampaikan, bahwa kegiatan Ketahanan Pangan Lewat penyertaan modal Bumdesa ini adalah amanah APBDesa Ngabar tahun 2025, analisa usaha tematik padi ini sudah melului beberapa uji oleh asesor dan tim ahli kabupaten , sehingga kami optimis pilihan tematik ini akan berhasil. “Pemanfaatan Dana Desa yang tepat sasaran akan berakibat pada kesejahteraan rakyat dan kemandirian Desa” ujarnya
Program tanam padi Desa Ngabar ini diharapkan menjadi model pembangunan desa berbasis ketahanan pangan yang berkelanjutan dan berkontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional.



