Surabaya, radar96.com – Sebanyak 30 mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya mengikuti proses kaderisasi intensif melalui kegiatan Latihan Kader Muda (Lakmud) yang digelar Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU UINSA Surabaya, Kamis (14/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di SD Al Islam Surabaya hingga Minggu (17/6/2026) itu, diikuti mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan UINSA.
Mereka digembleng tidak hanya soal kepemimpinan organisasi, tetapi juga penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan militansi kader Nahdlatul Ulama (NU).

Ketua Komisariat IPNU UINSA, Khairul Huda, mengatakan Lakmud menjadi bagian penting dalam menyiapkan kader muda NU dari lingkungan kampus di tengah tantangan sosial generasi muda yang terus berubah.
“Lakmud ini bertujuan melahirkan kader yang militan, memiliki jiwa kepemimpinan, dan siap menjadi penggerak organisasi sekaligus benteng Aswaja di tingkat akar rumput,” ujar Khairul dalam keterangannya, Jumat (15/5/2026).
Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan itu menilai kaderisasi menjadi kebutuhan mendesak agar organisasi pelajar dan kepemudaan NU tetap mampu melahirkan generasi penerus yang adaptif, tetapi tetap berpegang pada nilai keislaman moderat.
Menurut dia, kampus tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga tempat lahirnya calon pemimpin masa depan yang memiliki tanggung jawab sosial dan keagamaan.
Kegiatan Lakmud tersebut dipimpin bersama Ketua IPPNU Komisariat UINSA, Qariatun Nafiah, mahasiswi Fakultas Ushuluddin dan Filsafat.
Sementara itu, Kepala SD Al Islam Surabaya, H. Ahmad Zaini Ilyas, M.Pd.I, menyebutkan pengkaderan sebagai fondasi awal perjalanan perjuangan di IPNU-IPPNU.
Ia meminta para peserta mengikuti proses kaderisasi dengan kesungguhan hati dan niat pengabdian kepada agama serta masyarakat.
“Berorganisasi jangan hanya dimaknai sebagai aktivitas formal, tetapi diniatkan untuk berkhidmat dan membantu perjuangan Islam,” kata Zaini dalam pembukaan LAKMUD, Kamis malam.
Ia juga mengingatkan para peserta agar menjadikan perjuangan organisasi sebagai jalan melanjutkan nilai-nilai perjuangan para ulama NU, termasuk pendiri NU KH Hasyim Asy’ari.
Dalam sambutannya, Zaini mengutip Surah Muhammad ayat 7 tentang janji pertolongan Allah kepada orang-orang yang memperjuangkan agama-Nya.
“Kalau perjuangan dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan menolong dan meneguhkan langkah hidupnya,” ujarnya. (*/zi)



