By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Dibalik pemakaman jenazah COVID-19 ada modin Muslimat NU Surabaya
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Dibalik pemakaman jenazah COVID-19 ada modin Muslimat NU Surabaya
Nahdliyyin

Dibalik pemakaman jenazah COVID-19 ada modin Muslimat NU Surabaya

01/07/2021 Nahdliyyin
Peran ibu-ibu Muslimat NU di Surabaya dalam penanganan jenazah COVID-19 di Kota Pahlawan mulai dari pelatihan hingga praktek. (*/MNU)
SHARE

Surabaya (Radar96.com) – Tidak banyak yang tahu bahwa ibu-ibu di Kota Surabaya memiliki kiprah yang tidak kecil dalam penanganan COVID-19, bahkan hingga pemakaman jenazah korban COVID-19 ke liang lahat.

Setiap hari, ada puluhan modin dari PC Muslimat NU Kota Surabaya yang bertugas menangani jenazah secara estafet/bergantian dari berbagai kecamatan di Kota Pahlawan.

“Sejak 2020 hingga saat ini, ibu-ibu Muslimat NU Surabaya dilibatkan dalam merawat jenazah COVID-19, karena Rumah Sakit Haji sempat kewalahan akibat 40-an karyawannya harus Isolasi Mandiri, sehingga perlu bantuan,” kata Ketua II PC Muslimat NU Surabaya, Nyai Dra Hj. Masfufah Hasyim, dalam keterangannya (1/7/2021).

Akhirnya, ada pertemuan koordinasi antara Muslimat NU dengan Dinkes dan Dinsos Surabaya untuk mendatangkan bantuan tenaga dari Kecamatan Sukolilo, karena posisi Rumah Sakit Haji dan makam COVID-19 memang ada di kecamatan itu.

“Setiap hari ada dua shift (giliran) dan setiap shift ada 6-8 orang. Mereka menangani sekitar 20 jenazah per-hari,” kata pengurus yang membidangi Dakwah, Ekonomi/Koperasi/Agrobis, dan Tenaga Kerja PC Muslimat NU Surabaya itu.

Tugas penanganan jenazah itu meliputi perawatan jenazah yang terpapar COVID-19, seperti mulai dari mensucikan, membalut dengan kain kafan (mengkafani), menshalatkan, hingga ikut mengantar ke pemakaman.

“Untuk mensucikan dan seterusnya itu dilakukan di halaman krematorium. Ruang krematorium ada di area pemakaman COVID-19 di TPU Keputih, Sukolilo, Surabaya yang paling pojok,” ucapnya.

Alumni IPPNU Surabaya (1966-1970) itu menjelaskan ibu-ibu Muslimat NU yang menangani jenazah COVID-19 adalah ibu-ibu Muslimat NU yang menjadi modin perempuan.

“Beliau-beliau itu tergabung dalam wadah Paguyuban Modin Sukolilo Surabaya yang diketuai H. Abd Rahman dengan sekretaris adalah Hj.Umi Nadhiroh (Sekretaris PAC Muslimat NU Kecamatan Sukolilo),” katanya.

Keduanya merupakan koordinator modin untuk jenazah COVID-19 di Surabaya. Keduanya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kota Surabaya.

“Mereka didukung 87 orang dari Muslimat Ancab Sukolilo, tapi masih kurang dan sedang mencari tambahan dari Muslimat Ancab Rungkut. Informasihnya tambahan juga sudah ada yang masuk,” katanya.

Puluhan warga Muslimat NU di Surabaya itu sudah beberapa kali melakukan persiapan dengan brifieng pemulasaraan/perawatan jenazah dari Dinas Kesehatan dengan praktek merawat hingga mengebumikan dengan memakai APD.

“Jadi, cara merawat jenazah COVID-19 itu juga sudah mendapat pembekalan lewat pelatihan oleh PC Muslimat NU yang bekerja sama dengan Rumah Sakit atau Dinkes dan Dinsos, bahkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga sempat memantau upaya ibu-ibu itu,” katanya.

Apalagi, saat ada HIV/AIDS dulu juga sudah pernah ada pelatihan untuk menangani jenazah dengan penyakit menular, sehingga tinggal tambahan materi terkait COVID-19 dan hal-hal yang penting untuk diperhatikan saja.

“Sebenarnya sih dari awal corona muncul, Muslimat NU sudah langsung cancut tali wondo (bekerja bakti datau bergotong royong) melakukan penyemprotan desinfektan, pembagian sembako, masker, alat APD, hingga buka warung gratis,” katanya.

Tidak hanya penanganan jenazah COVID-19, ibu-ibu Muslimat NU Surabaya juga sudah setahun lebih berpartisipasi dalam melakukan edukasi tentang wabah, cara mengatasi atau solusinya. Juga, edukasi tentang vaksin.

Sikap “cancut tali wondo” dari jajaran Muslimat NU di Surabaya itu agaknya sesuai dengan program Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yakni “Surabaya Memanggil” yang merupakan program mengajak warga menjadi relawan melawan COVID-19.

“Ini ketukan hati nurani, bagi masyarakat yang bisa jadi bagian relawan lawan COVID-19. Sudah saatnya warga Kota Pahlawan semakin erat dalam bergotong-royong demi menghentikan penyebaran wabah virus dunia itu,” kata Wali Kota Surabaya itu. (*)

Iklan.

You Might Also Like

Siap Diajak Diskusi, ISNU Jatim: Penutupan Prodi Kependidikan Tidak Boleh Tergesa-gesa

Pasangan KH Mahmud Markatam dan H Fathul Ibad Kembali Pimpin MWCNU Sukodono, Siap Optimalkan Lembaga dan Khidmat Nahdliyin

Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya jadi tempat uji kompetensi bagi tour leader internasional

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng PWNU Jatim untuk Perlindungan Pekerja Informal

KH Mutawakkil Mengundurkan Diri Dari MUI Jatim

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article OPOP Berpotensi Wujudkan Negara Berswasembada
Next Article Jatim borong Dua Penghargaan BKN Award 2021

Advertisement



Berita Terbaru

MEMBINCANG PELUANG SUARA, DALAM ARAH KOALISI MUKTAMAR NU KE 35
Kolom
Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35
Kolom
Sowan Rektor, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Perkuat Kolaborasi dengan UPN “Veteran” Jawa Timur
Sospol
Siap Diajak Diskusi, ISNU Jatim: Penutupan Prodi Kependidikan Tidak Boleh Tergesa-gesa
Nahdliyyin

You Might also Like

Nahdliyyin

Gus Kikin Hadiri Tahlil Hari Ketujuh KH Moch Chisni Umar Burhan di Gresik

23/04/2026
Nahdliyyin

Hari Bumi, Pokja Perhutanan Sosial PWNU Jatim Ajak Warga NU Rawat Jagat, Lestarikan Hutan

23/04/2026
Nahdliyyin

LAZISNU se-Jatim Kelola Rp208 Miliar Dana ZIS selama Ramadhan 1447 H

21/04/2026
Nahdliyyin

Ketua PWNU Jatim Siap Dipilih dan Tidak Dipilih dalam Muktamar Ke-35 NU

19/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?