By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Ketua DPD LaNyalla harapkan UNUSA beri kontribusi dalam Ketahanan Kesehatan
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > Ketua DPD LaNyalla harapkan UNUSA beri kontribusi dalam Ketahanan Kesehatan
Milenial

Ketua DPD LaNyalla harapkan UNUSA beri kontribusi dalam Ketahanan Kesehatan

16/10/2021 Milenial
Ketua DPD LaNyalla harapkan UNUSA beri kontribusi dalam Ketahanan KesehatanSurabaya (Radar96.com) - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, berharap Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) memberi kontribusi nyata dalam membangun ketahanan sektor kesehatan, melalui Fakultas Kedokteran, Fakultas Kesehatan dan Fakultas Kebidanan serta Perawat yang dimiliki."Di masa pandemi sektor kesehatan menjadi garda terdepan," katanya saat menghadiri pengukuhan Profesor Dr Mulyadi, dr, Sp.P(K), FISR, sebagai Guru Besar bidang Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) di kampus setempat, Sabtu (16/10/2021).Pengukuhan Guru Besar kelahiran Aceh Selatan itu juga dihadiri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar, Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Ketua Yayasan UNUSA Profesor Mohammad Nuh, Rektor UNUSA Profesor Achmad Jazidie, dan para anggota Senat Terbuka dan Sivitas Akademika UNUSA."Saya ucapkan selamat kepada Profesor Mulyadi, yang dikukuhkan sebagai Guru Besar di bidang Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Semoga ilmu dan keahlian yang dimiliki dapat bermanfaat bagi Nusa dan Bangsa," kata LaNyalla.Senator asal Jawa Timur itu menilai ilmu Pulmonologi merupakan salah satu ilmu kedokteran yang fokus menangani gangguan pada sistem pernapasan, seperti yang diserang oleh virus Covid-19 saat ini."Semoga kehadiran Profesor Mulyadi sebagai Guru Besar di UNUSA, dapat semakin memberi kontribusi nyata bagi perbaikan negeri ini ke depan," lanjutnya.Menurut LaNyalla, ketahanan sektor kesehatan di negara ini sangat rapuh. Hal itu terlihat secara terang dari saat ledakan korban Covid-19, yakni rumah sakit sangat kewalahan, tenaga medis, fasilitas kesehatan dan alat medis banyak alami kekurangan.Selain itu, ternyata industri alat kesehatan masih didominasi produk impor. Di sisi lain, karya-karya anak bangsa yang memproduksi alat pendukung medis belum diakui negara. "Dari ventilator sampai vaksin Merah Putih dan Vaksin Nusantara," lanjutnya.Dalam pidatonya, Prof. Dr. Mulyadi, dr. Sp.P(K), FISR menyampaikan tantangan pendidikan dokter dan Rumah Sakit pendidikan dalam menghadapi kondisi pandemi Covid-19.Menurutnya, dampak pandemi Covid bagi dunia akademik kedokteran menjadi sebuah mimpi buruk. Karena begitu pentingnya praktek langsung dalam pendidikan kedokteran, namun akibat pandemi hal itu tidak terealisasi oleh adanya batasan-batasan."Padahal untuk menghasilkan gladiator atau petarung-petarung yang terjun ke medan perang perlu praktek dan belajar secara langsung. Tidak ada guru yang lebih baik tanpa secara langsung menangani pasien. Makanya pendidikan kedokteran secara online adalah tidak mungkin. Tapi di kondisi pandemi ini menjadi dilema. Untunglah saat ini sudah bisa dilakukan pelajaran secara langsung meski terbatas," katanya.Dalam kesempatan itu, Prof Mulyadi juga berterima kasih kepada LaNyalla yang selalu memberi semangat. Selalu mengingatkan untuk sholat tahajud dan Dhuha. Serta mengingatkan pentingnya ikhtiar dan doa."Saya juga mengingat orang tua Pak LaNyalla, Bapak Mahmud Mattalitti. Tahun 1981 saat saya datang pertama kali ke Surabaya, kuliah di Unair, saya bertemu beliau. Saya sebagai anak dari desa terpencil di Aceh Selatan diberi nasehat yang membuat saya kuat dan berdiri sampai sekarang. Beliau mengatakan laki-laki tidak boleh takut, harus jadi pemberani dan tidak boleh ragu-ragu. Itu sebagai modal untuk keberhasilan nanti. Dan benar apa yang dikatakan tersebut. Terbukti saya bisa mencapai posisi seperti sekarang. Alhamdulillah," ujar Prof Mulyadi. (*/hmn)
SHARE

Surabaya (Radar96.com) – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, berharap Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) memberi kontribusi nyata dalam membangun ketahanan sektor kesehatan, melalui Fakultas Kedokteran, Fakultas Kesehatan dan Fakultas Kebidanan serta Perawat yang dimiliki.

“Di masa pandemi sektor kesehatan menjadi garda terdepan,” katanya saat menghadiri pengukuhan Profesor Dr Mulyadi, dr, Sp.P(K), FISR, sebagai Guru Besar bidang Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) di kampus setempat, Sabtu (16/10/2021).

Pengukuhan Guru Besar kelahiran Aceh Selatan itu juga dihadiri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar, Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Ketua Yayasan UNUSA Profesor Mohammad Nuh, Rektor UNUSA Profesor Achmad Jazidie, dan para anggota Senat Terbuka dan Sivitas Akademika UNUSA.

“Saya ucapkan selamat kepada Profesor Mulyadi, yang dikukuhkan sebagai Guru Besar di bidang Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Semoga ilmu dan keahlian yang dimiliki dapat bermanfaat bagi Nusa dan Bangsa,” kata LaNyalla.

Senator asal Jawa Timur itu menilai ilmu Pulmonologi merupakan salah satu ilmu kedokteran yang fokus menangani gangguan pada sistem pernapasan, seperti yang diserang oleh virus Covid-19 saat ini.

“Semoga kehadiran Profesor Mulyadi sebagai Guru Besar di UNUSA, dapat semakin memberi kontribusi nyata bagi perbaikan negeri ini ke depan,” lanjutnya.

Menurut LaNyalla, ketahanan sektor kesehatan di negara ini sangat rapuh. Hal itu terlihat secara terang dari saat ledakan korban Covid-19, yakni rumah sakit sangat kewalahan, tenaga medis, fasilitas kesehatan dan alat medis banyak alami kekurangan.

Selain itu, ternyata industri alat kesehatan masih didominasi produk impor. Di sisi lain, karya-karya anak bangsa yang memproduksi alat pendukung medis belum diakui negara. “Dari ventilator sampai vaksin Merah Putih dan Vaksin Nusantara,” lanjutnya.

Dalam pidatonya, Prof. Dr. Mulyadi, dr. Sp.P(K), FISR menyampaikan tantangan pendidikan dokter dan Rumah Sakit pendidikan dalam menghadapi kondisi pandemi Covid-19.

Menurutnya, dampak pandemi Covid bagi dunia akademik kedokteran menjadi sebuah mimpi buruk. Karena begitu pentingnya praktek langsung dalam pendidikan kedokteran, namun akibat pandemi hal itu tidak terealisasi oleh adanya batasan-batasan.

“Padahal untuk menghasilkan gladiator atau petarung-petarung yang terjun ke medan perang perlu praktek dan belajar secara langsung. Tidak ada guru yang lebih baik tanpa secara langsung menangani pasien. Makanya pendidikan kedokteran secara online adalah tidak mungkin. Tapi di kondisi pandemi ini menjadi dilema. Untunglah saat ini sudah bisa dilakukan pelajaran secara langsung meski terbatas,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Prof Mulyadi juga berterima kasih kepada LaNyalla yang selalu memberi semangat. Selalu mengingatkan untuk sholat tahajud dan Dhuha. Serta mengingatkan pentingnya ikhtiar dan doa.

“Saya juga mengingat orang tua Pak LaNyalla, Bapak Mahmud Mattalitti. Tahun 1981 saat saya datang pertama kali ke Surabaya, kuliah di Unair, saya bertemu beliau. Saya sebagai anak dari desa terpencil di Aceh Selatan diberi nasehat yang membuat saya kuat dan berdiri sampai sekarang. Beliau mengatakan laki-laki tidak boleh takut, harus jadi pemberani dan tidak boleh ragu-ragu. Itu sebagai modal untuk keberhasilan nanti. Dan benar apa yang dikatakan tersebut. Terbukti saya bisa mencapai posisi seperti sekarang. Alhamdulillah,” ujar Prof Mulyadi. (*/hmn)

Iklan.

You Might Also Like

Kepada GenZI Masjid Al-Akbar Surabaya, Ustadz Syam: Ikhlas Karena Cinta Itu Dimulai dari Menjaga Hati

334 Lulusan MI At-Taqwa Bondowoso Raih Prestasi TKA di Atas Nasional dan Jatim

Wisuda Tahfidz Juz 30 Warnai Pelepasan siswa kelas 6 SD Al Islam Surabaya

Saat Lantik OSIM di MDW Putri Pesantren Sukorejo, Wabup Situbondo Ulfiyah Ajak Santri Percaya Diri dan Terus Berkembang

Pesantren Bayt Al-Hikmah dan Al Yasmin Siapkan Kolaborasi Program Penguatan Kompetensi Digital Santri

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Syukuran 76 Tahun Provinsi Jatim, Gubernur Khofifah bagikan ratusan paket sembako
Next Article Maulid – 4 cara peringati Maulid Nabi menurut Ibnu Hajar al-Asqalani

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

336 Atlet Ramaikan Turnamen Panahan Bhayangkara V di Bondowoso
Sospol
KHA Muzakki Alhafidz: Jangan Takut Hijrah, karena Hijrah itu Keniscayaan dan untuk Lebih Baik
Sospol
SPIM Coffee hingga Pisang Cavendish, Andalan Usaha Pesantren SPEAM Bersama OPOP
Ekraf
Unusa Tembus Tiga Besar Nasional untuk SDG Kesehatan
Nahdliyyin

You Might also Like

Milenial

Al-Yasmin dan AKSI Training & Consulting Gagas “Sekolah Keluarga Hebat”

07/05/2026
Milenial

Pesantren Progresif Bumi Sholawat dan Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya Perkuat Sinergi Media Pesantren

05/05/2026
Milenial

Dukung BKPRMI Jatim, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Bekali Remaja Masjid dengan Kemampuan Dakwah Digital

27/04/2026
Milenial

Kumpul di Al-Yasmin, 60 Remaja Masjid se-Jatim Dilatih Kuasai Digital

26/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?