Kota Malang (Radar96.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut baik kebijakan baru dari Presiden Joko Widodo terkait pelonggaran aturan bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN), aturan ibadah di bulan suci Ramadhan, hingga aturan mudik lebaran.
“Kebijakan ini adalah kabar gembira bagi warga Jatim dan Pemprov Jatim
berkomitmen untuk mendukung dan mengawal kebijakan tersebut,” kata Khofifah, di Pesantren Al Hikam – Malang, Minggu (27/3/2022).
Sebagaimana diketahui, Presiden RI Joko Widodo telah mengumumkan sejumlah aturan terkait aturan pelaku perjalanan luar negeri (PPLN), aturan ibadah di bulan suci Ramadhan, hingga aturan mudik lebaran.
Kini, PPLN dari sejumlah bandara yang ditentukan di Indonesia sudah tak lagi diberlakukan sistem karantina melainkan hanya tes PCR saat kedatangan.
Kemudian saat memasuki bulan suci Ramadhan, masyarakat juga sudah diperbolehkan untuk melakukan ibadah shalat tarawih dengan berjamaah di masjid dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Dan yang terakhir, Presiden Joko Widodo juga telah membolehkan masyarakat untuk mudik lebaran Idul Fitri tahun 2022, dengan syarat sudah dua kali vaksin dan ditambah satu kali booster.
Namun, Presiden Joko Widodo masih belum membolehkan bagi para pejabat dan pegawai pemerintah untuk melakukan buka puasa bersama maupun open house.
“Alhamdulillah, tentunya aturan ini disambut gembira bagi seluruh warga Jawa Timur. PPLN sudah tidak diwajibkan untuk karantina, umat muslim pun telah dibolehkan untuk melaksanakan ibadah shalat tarawih berjamaah di masjid dengan prokes yang tak kendur, serta masyarakat juga sudah dibolehkan untuk mudik lebaran. Ini menjadi kabar gembira seiring dengan kondisi pandemi covid-19 yang semakin terkendali,” tegas Khofifah.
Pelonggaran ini, Khofifah melanjutkan, diberikan pemerintah karena kondisi pandemi covid-19 yang terus membaik. Dimana kasus konfirmasi positif covid-19 terus menurun dan vaksinasi yang kian meningkat, termasuk di Jawa Timur.
Oleh sebab itu, Gubernur Perempuan pertama Jatim ini tetap mengimbau masyarakat untuk bijak dan menaati aturan yang berlaku. Pemprov bersama Pemkab dan Pemkot di Jatim pun dipastikan Khofifah akan mengawal kebijakan ini. Baik pengawasan maupun mendukung kelancaran kebijakan ini.
Misalnya, pengawasan pada kedatangan PPLN di bandara internasional. Ditegaskan Khofifah sistem entry test dengan tes usap PCR akan tetap diberlakukan. Tempat karantina dan penanganan jikalau ada yang dinyatakan positif, juga tersedia di 27 hotel yang telah ditentukan dan telah dilakukan assestment oleh BNPB dan satgas covid-19 Jatim.
Begitu juga untuk penyiapan masjid maupun mushollah jelang bulan suci Ramadhan. Ditegaskan Khofifah, semuanya tetap harus menerapkan protokol kesehatan.
Selain itu, sejak dua bulan belakangan, Pemprov Jatim telah melakukan maksimalisasi vaksinasi untuk para imam masjid lengkap dengan marbot. Mereka yang akan berinteraksi langsung dengan jamaah telah difasilitasi Pemprov Jatim untuk divaksin covid-19, hingga booster.
“Sekarang untuk yang mudik pun juga begitu. Mereka yang melakukan mudik lebaran disyaratkan harus sudah mendapatkan dua dosis vaksin covid-19 dan satu kali booster. Maka saya berpesan khusus, pemkab/pemkot agar terus gencarkan vaksinasi. Masyarakat pun harus proaktif. Bagi yang belum vaksin, datangi fasyankes terdekat untuk mendapatkan dosis vaksin, baik pertama kedua maupun booster,” tegas Khofifah.
Per hari ini, diketahui capaian vaksinasi dosis 1 Jatim telah mencapai 91,46 persen. Sedangkan capaian vaksinasi dosis 2 telah mencapai 75,20 persen. Dan untuk dosis 3 telah tercapai 8,31 persen.
Capaian vaksinasi lansia dosis 1 di Jatim terus meningkat di angka 73,46 persen, sedangkan capaian dosis 2 mencapai 56,64 persen, dan dosis 3 capaiannya 6,95 persen.
Selain itu, Gubernur Khofifah juga mengimbau pada stakeholder terkait khususnya di sektor perhubungan agar memastikan bahwa pengawasan melalui Peduli Lindungi dijalankan dengan baik. Agar monitoring pada para pemudik bisa berjalan secara maksimal.
“Saya optimis, poin-poin pelonggaran yang diberikan, jika dikawal dengan baik akan mendatangkan manfaat yang lebih besar. Umat Islam bisa beribadah dengan tenang dan khusyuk di bulan Ramadhan. Serta juga bisa mudik bertemu dengan keluarga di kampung halaman. Bismillah kebijakan ini akan semakin mewujudkan semangat kita yaitu Optimis Jatim Bangkit,” pungkas Khofifah. (*/hmn)



