Mi’ing Bagito jadi Duta Hebitren

Komedian Dedi Gumelar/Miing Bagito (tengah) bersama Bendahara Umum DPH Hebitren KH Abdul Hamid Wahid (Gus Hamid/kiri) disela-sela acara yang diadakan Holding Bisnis Pesantren (Hebitren) berkolaborasi dengan Bank Indonesia di Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (4/5/2021). (*/NJ/my)
Bagikan yuk..!

Probolinggo (Radar96.com) – Selama ini, masyarakat mengenal Tubagus Dedi Suwendi Gumelar alias Mi’ing Bagito sebagai seorang komedian Indonesia yang menjadi pendiri grup komedi Bagito.

Atau, politisi yang menjadi anggota DPR periode 2009-2014 dari PDI-P asal Provinsi Banten. Namun, dia terlihat di Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (4/5).

“Saya di Probolinggo sebagai Direktur Departemen Komunikasi DPH Hebitren Pusat,” kata Kang Mi’ing saat menghadiri acara yang diadakan Holding Bisnis Pesantren (Hebitren) berkolaborasi dengan Bank Indonesia di Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Dia mengaku siap menjadi “Duta Hebitren” karena dirinya mempunyai pengalaman serupa saat menjadi “Duta Koperasi” selama tiga tahun dengan SK dari Menteri Koperasi/UMKM.

Komedian Dedi Gumelar (Miing) (2/kiri) saat mengisi acara santai disela-sela acara yang diadakan Holding Bisnis Pesantren (Hebitren) berkolaborasi dengan Bank Indonesia di Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (4/5/2021). (*/NJ/my)

“Saya tertarik dengan Hebitren, karena Hebitren itu merupakan himpunan dari entitas perekonomian pesantren. Ini membongkar pragadima lama bahwa santri hanya bisa ngaji atau hanya belajar agama tapi sekarang banyak koperasi dan entitas bisnis yang berkembang dan menghidupi para santri,” katanya.

Oleh karena itu, ia datang ke Probolinggo untuk menghadiri peluncuran pusat distribusi (DC) di tiga pondok pesantren di Jawa Timur, yang digagas Hebitren bersama BI sebagai percontohan nasional untuk peningkatan potensi perekonomian dan pengembangan bisnis pesantren di Indonesia.

“Saya hadir dan mengajak teman-teman untuk menjadi pendukung program Hebitren bersama BI dalam memberdayakan komunitas/entitas santri se-Indonesia,” ucapnya.

Sejak zaman penjajahan, Indonesia sudah dikenal dengan pendidikan khas yakni pesantren. “Itu kelompok masyarakat yang potensial yang perlu didukung agar alumni pesantren mewarnai masyarakat dengan bekal agama dan bekal dunia atau bisnis,” katanya.

Jadi, Hebitren merupakan “pintu masuk” untuk memperbaiki ekonomi Indonesia melalui bercocok tanam, berdagang, berkebun, dan sebagainya. “Karenanya, saya senang bergabung dengan Hebitren,” paparnya.

Hal itu dibenarkan Bendahara Umum Hebitren KH Abdul Hamid Wahid (Gus Hamid). “Dia jadi Duta Hebitren. Dia antusias sekali mau mengabdikan diri untuk pesantren, dia ingin mengkomunikasikan bisnis dan pesantren agar bisnis pesantren dikenal,” katanya.

Bahkan, kata Gus Hamid yang juga pengasuh PP Nurul Jadid dan alumni IPNU Jatim itu, Kang Mi’ing juga siap menyukseskan Muktamar Saudagar Pesantren yang akan dilaksanakan dalam rangkaian Festival Ekonomi Syariah dalam waktu dekat. (*/NJ/my)

Komentar Facebook

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *