PBNU: Perolehan Donasi Masjid Indonesia di Belgia Rp1,4 Miliar

Panji Nahdlatul Ulama (NU) dibawa sejumlah anggota Banser saat kirab panji NU dari makam KH Ridlwan, pencipta lambang NU menuju kantor NU Kota Surabaya, Jawa Timur (13/4/2017). (*/Didik S/ANTARA)
Bagikan yuk..!

Jakarta (Radar96.com) – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan hingga 27 Mei 2021, hasil penggalangan donasi untuk membeli bangunan yang akan dialihfungsikan menjadi Masjid Muslim Indonesia pertama di Belgia sebesar Rp1,4 miliar.

Dengan demikian, kebutuhan untuk menutupi kekurangan biaya pembelian bangunan tersebut sekitar Rp1,6 miliar, dari total kekurangan yang semula adalah Rp3 miliar. Sementara pembayaran atas pembelian bangunan itu harus dilunasi pada 30 Juni 2021.

Lokasi tanah bangunan seharga Rp9 miliar itu berada di St Pieters Leeuw, Brussels, Ibu Kota Uni Eropa. Luas tanah sekira 532 meter persegi dan luas bangunan 530 meter persegi.

“Kebetulan teman-teman PCINU di Belgia juga sedang mempersiapkan diri untuk membeli suatu bangunan yang akan dipergunakan untuk masjid, tempat peribadatan umat Islam di Belgia,” tutur Sekretaris Jenderal PBNU H Ahmad Helmy Faishal Zaini secara virtual dalam Halal Bihalal NU Sedunia, Kamis (27/5) malam.

“Kami mengajak, mari kita galang solidaritas kita untuk membangun masjid Indonesia, yaitu masjid yang didirikan oleh teman-teman PCINU di Belgia,” imbuh Helmy.

Pada akhir Ramadhan lalu, PCINU bersama Nusantara Cultural Center Belgia mengajak kerja sama NU Care-LAZISNU untuk kampanye pembelian sebuah gedung yang akan dijadikan sebagai masjid sekaligus Nusantara Cultural Center (Pusat Kebudayaan Nusantara).

Poster ajakan NU Care-Lazisnu (*/PBNU)

“Diharapkan pada akhir Juni 2021, kekurangan Rp3 miliar itu bisa direalisasikan dalam waktu dekat. Kita dukung, mudah-mudahan dengan kampanye ini bisa menghasilkan lebih dari Rp3 miliar. Lalu kita kirim dan bayarkan, tinggal renovasi beberapa ruangan yang harus disempurnakan,” tutur Dewan Penasihat NU Care-LAZISNU Achmad Sudrajat pada 11 Mei 2021.

Menurutnya, inilah momentum bagi seluruh anak bangsa dan terutama NU yang selalu menjadi duta perdamaian di belahan dunia, untuk menggemakan Islam Nusantara yang rahmatan lil ‘alamin di Tanah Eropa.

“Kita perlu pusat penggerak dari teman-teman Indonesia dan kita berharap dari teman-teman PCINU agar menjadi sentral penyebaran Islam Nusantara, Islam rahmatan lil ‘alamin, ke dunia Eropa. Karena selama ini dunia Eropa mengharapkan peran-peran NU secara signifikan,” tegas Sudrajat.

Masing-masing orang diharapkan mewakafkan hartanya atau melakukan donasi cukup dengan Rp50 ribu. Lalu dikirim melalui nomor rekening 863842139 (Bank BNI) atas nama PP LAZIS NU. Lalu dituliskan keterangan transfer: “infak/sedekah/wakaf untuk pembangunan masjid di Belgia”.

Setelah itu, donatur agar melakukan konfirmasi ke narahubung melalui WhatsApp 0822-2143-7487 (M Fadlan/NU Care-LAZISNU). Bisa pula menghubungi nomor +32 494 43 84 23 (Anton Abdul Fatah/Nusantara Cultural Center Belgia).

Halal Bihalal NU Sedunia

Keragaman adalah bagian tidak terpisahkan di alam raya ini. Karenanya, yang harus dilakukan bukan dengan menyeragamkan, melainkan bagaimana kebhinnekaan yang ada dapat diramu menjadi kekuatan.

“Karenanya, PBNU berharap momentum hari raya yang dilanjut halal bihalal dapat dijadikan meningkatkan kerukunan. Baik antarumat Islam dan antarumat manusia agar tidak saling terpecah,” kata Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj pada acara halal bihalal NU sedunia, Kamis (27/05/2021).

Bahwa persaudaraan harus terus dijaga di tengah keragaman yang ada. “Di mana ada kelompok atau orang meski berbeda dengan kita itu adalah saudara. Itu kalau kembali ke fitrah NU kita harus toleran. Selama orang itu masih mengucapkan kalimat syahadat kita saudara,” kata Kiai Said.

Guru besar di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini menyebut senjata umat Islam paling ampuh bukan senjata atau bom, namun kerukunan dan persatuan. Dia menjelaskan, kondisi carut marut di sejumlah negara Timur Tengah yang terjadi saat ini akibat retaknya persatuan antarumat Islam.

Peristiwa yang terjadi di Palestina saat ini merupakan contoh kondisi perpecahan antarumat Islam. Akibat perpecahan tersebut Israel memanfaatkan momentum tersebut. “Terjadi itu karena hilangnya ukuwah islamiah. Zionis memanfaatkan kelemahan umat Islam yang pecah satu sama lain. Selama Islam masih pecah Israel enjoy happy mengangkangi tanah Palestina,” jelasnya.

Hal lain yang harus dijaga dari semangat berdirinya NU adalah memperkuat nilai nasionalisme dengan memperkuat kebangsaan baik lintas agama, suku, budaya maupun tradisi dan adat istiadat. “NU dibuat untuk persatuan bangsa Indonesia bukan memecah belah Indonesia. Selain membela Tanah Air juga harus menjaga budaya. Martabat bagsa tergantung budaya. Negara akan dihormati kalau dia menjaga budaya,” pungkasnya. (*/NO)

Sumber:
*) https://www.nu.or.id/post/read/129081/pbnu-sampaikan-perolehan-donasi-masjid-indonesia-di-belgia-rp1-4-miliar
*) https://jatim.nu.or.id/read/halal-bihalal-nu-sedunia–kiai-said-ingatkan-jaga-persatuan

Komentar Facebook

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *