By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Kader IPNU jadi Imam Masjid di UEA, Kader IPPNU juarai Festival Dai Nasional
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > Kader IPNU jadi Imam Masjid di UEA, Kader IPPNU juarai Festival Dai Nasional
Milenial

Kader IPNU jadi Imam Masjid di UEA, Kader IPPNU juarai Festival Dai Nasional

29/05/2021 Milenial
Fathur Rahman, kader IPNU asal Kencong, Kabupaten Jember, Jawa Timur, lulus seleksi menjadi imam masjid di Uni Emirat Arab/UEA. (*/NOjatim)
SHARE

Jember (Radar96.com) – Fathur Rahman asal Dusun Krajan A, RT 001/RW 003, Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Jawa Timur, lulus seleksi menjadi imam masjid di Uni Emirat Arab (UEA). Pria kelahiran Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah tersebut sejak kecil tinggal di Jember bersama paman dan bibinya, sedang kedua orang tuanya tinggal dan menetap di Kalimantan Tengah.

Sosok kelahiran 1 Oktober 1985 tersebut pernah tercatat mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar (SD) Wonorejo 9, Kencong (sekarang SD Wonorejo 6), Sekolah Menengah Pertama (SMP) 3 Kencong (sekarang SMP 2 Kencong), Madrasah Aliyah (MA) Al-Muslihun dan terakhir kuliah di Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta Selatan.

Maman, sapaan akrabnya, juga pernah mengaji di Pondok Pesantren Al-Hikmah Assunniyyah, Kencong, Jember, Jatim, asuhan Kiai Muhammad Irsyad, yang merupakan murid Kiai Harir Demak. “Dari sanalah saya memulai pertama kali belajar qiro’ah dan menghafal Al-Qur’an, hingga menekuninya sampai saat ini,” ujar Ustadz Maman.

Ia merupakan tipikal organisatoris sejati. Pengalaman organisasinya dimulai sejak bangku SMP pada tahun 1997, dengan bergabung di Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Mulai tingkat Pimpinan Ranting (PR) Desa Wonorejo, Pimpinan Cabang (PC) Kencong, hingga Pimpinan Pusat (PP).

Selain itu, ia juga pernah aktif di berbagai organisasi lainnya, meliputi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PTIQ, Takmir Masjid Al-Fattah Wonorejo, Jam’iyyatul Qurro’ Wal Huffadz Cabang Kencong, Lajnah Muroqobah Yanbu’a (LMY), Thoriqoh baca tulis Al-Qur’an Cabang Kencong dan Pegawai Agama Honorer Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kencong, Jember.

Sederet prestasi telah ia raih, mulai tingkat regional hingga internasional. Antara lain di bidang tahfidz Juara 2 tahfidz 10 juz (2008), Juara 2 tahfidz (2012), wakil Jawa Timur lomba hafalan 30 juz di Kedutaan Besar Arab Saudi (2013), Juara 1 tahfidz 30 juz (2015), Juara 3 tafsir Bahasa Inggris (2017), Juara 1 tafsir Bahasa Indonesia (2015), Juara 1 tafsir Bahasa Indonesia, Juara 3 MTQ Provinsi Jawa Timur (2019), dan sederet prestasi lainnya.

Adapun salah satu motivasi dirinya semangat menghafal Al-Qur’an dan menjadi hafidz ialah nenek dan bibinya. Disebutkan bahwa, mereka merupakan qori’ah berprestasi di Bali, pada kurun waktu 1960-80 an.

“Sewaktu kecil saya sering menyimak hafalan nenek saya. Mulai surat Al-Mulk, Al-Waqiah, Ar-Rahman, Kahfi, dan lainnya. Sedangkan bibi yang mengajari saya ngaji setiap hari. Jadi, mereka yang menjadi motivasi bagi saya,” ungkapnya (26/5/2021).

Soal seleksi imam masjid di Uni Emirat Arab (UEA), ia menceritakan, pada mulanya ia mendengar informasi terkait seleksi tersebut di media sosial September 2020, yang mana proses seleksi baru akan dilakukan pada tahun 2021.

“Saya mengikuti seleksi pada tanggal 3-5 Maret 2021, di Hotel Golden Boutique Jakarta. Pengumuman lolos pada 14 April 2021, dan akan diberangkatkan bulan Juni 2021,” ungkap staf pengajar Sekolah Dasar (SD) Assuniyah Kencong tersebut.

Sebagai warga Indonesia, pria berumur 35 tahun tersebut mengajak untuk mengharumkan nama bangsa, baik di dalam maupun luar negeri. “Saya berharap, dengan lolosnya saya ini dapat mengharumkan nama negara Indonesia,” pungkasnya.

Kader IPPNU Jatim

Sementara itu, kader Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Timur, Khairatul Ni’amah, menyabet juara dua dalam ajang Festival Dai Nasional, yang dihelat Dewan Koordinator Nasional (DKN) Garda Bangsa untuk mencari dai profesional dari kalangan milenial.

Khairatul Ni’amah, kader Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Timur, yang menyabet juara dua dalam ajang Festival Dai Nasional, yang dihelat Dewan Koordinator Nasional (DKN) Garda Bangsa. (*/NOjatim)

Khaira, sapaan akrabnya menuturkan, bahwa ada beberapa tahap kompetisi hingga akhirnya dirinya lolos final. Tahap pertama diawali dengan mengirim video dengan tema yang telah ditentukan oleh panitia dan diunggah lewat kanal youtube DKN Garda Bangsa.

Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta ini menjelaskan, penilaian tahap awal meliputi kecakapan berbicara, retorika penyampaian, dan kesesuaian tema. Selain itu juga ada penilaian berdasarkan jumlah suka, komentar, dan penonton video di youtube.

“Syukur Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan orang tua, keluarga, para sahabat, dan rekan-rekan, akhirnya saya dinyatakan lolos ke babak final bersama dai lain se-Indonesia,” kata Khaira (26/5/2021).

Jebolan Ratu Dai Cilik Kota Blitar ini menceritakan, spirit mengikuti lomba dai tingkat nasional adalah ingin berbagi gagasan tentang peran pemuda Indonesia. Selain itu, Khaira mengaku terinspirasi dari potongan lirik lagu IPPNU, Yakni “…Ilmu Ku Cari, Amal Ku Beri untuk Agama Bangsa Negeri…”.

Dalam dakwahnya tersebut, Khaira mengusung tema “Pemuda Pembawa Perubahan”. Ia menjelaskan secara runtut dan sistematis bagaimana pentingnya anak muda dalam memajukan bangsa.

Disebutkan pula bahwa, dulu KH Wahab Chasbulloh mampu mendirikan Nahdlatul Wathon melalui semangat nahdlatus syuban atau kebangkitan pemuda. Bahkan, KH Abdul Wahid Hasyim muda, dengan kecerdasannya mampu mengawal ideologi bangsa Indonesia hingga disepakati sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Semangat perjuangan yang ditanamkan mereka, hendaknya terus dipupuk dan diteladani oleh pemuda saat ini, namun tidak cukup pemuda yang biasa-biasa saja, dibutuhkan pemuda yang unggul, berkualitas serta cinta tanah air,” tukas mantan Ketua IPPNU Kota Blitar ini. (*/NOjatim)

Sumber:
*) https://jatim.nu.or.id/read/kader-ipnu-ini-lolos-jadi-imam-masjid-di-uni-emirat-arab
*) https://jatim.nu.or.id/read/kader-ippnu-jatim-juarai-festival-dai-nasional

Iklan.

You Might Also Like

Seorang Siswa MI Masjid Al-Akbar Surabaya Hafalkan 10 Juz Al-Qur’an

Lora Kadam Sidik: Merdeka dari FOMO itu perlu Kembali pada Kepakaran dan Jaga Pertemanan

Gerakan Seribu Buku Karya Murid Dimulai, Korwilcam Pendidikan dan Dispendik Bondowoso Perkuat Budaya Literasi

LDNU Jatim dan UNISMA Cetak 200 Da’i Gen-Z yang Moderat dan Adaptif di Era Digital

SMP Khadijah Surabaya Cetak Kader Pemimpin NU Abad Kedua lewat IPNU-IPPNU

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article PBNU: Perolehan Donasi Masjid Indonesia di Belgia Rp1,4 Miliar
Next Article LPNU Jatim sinergikan ekonomi nahdliyyin lewat jejaring NUConomic

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

YTI Walisongo Probolinggo Perluas Pendidikan Qur’ani dengan Rumah Tahfidz Abuya Ja’far Baharun
Sospol
MANIFESTASI INTEGRITAS DAN AKHLAQUL KARIMAH SEBAGAI PERSYARATAN UTAMA KETUA UMUM PBNU DI ERA MODERN
Nahdliyyin
Dari Kaset, Abah Hasyim Muzadi, hingga Pesantren Digipreneur
Kolom
Dari Kampus, Pesantren, hingga Kamera yang Merekam Zaman
Kolom

You Might also Like

Milenial

Polisi cilik MI At-Taqwa Bondowoso Tampil Memukau di Hari Bhayangkara ke-80

01/07/2026
Milenial

Kepada GenZI Masjid Al-Akbar Surabaya, Ustadz Syam: Ikhlas Karena Cinta Itu Dimulai dari Menjaga Hati

21/06/2026
Milenial

334 Lulusan MI At-Taqwa Bondowoso Raih Prestasi TKA di Atas Nasional dan Jatim

21/06/2026
Milenial

Wisuda Tahfidz Juz 30 Warnai Pelepasan siswa kelas 6 SD Al Islam Surabaya

18/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?