By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: MUI-Kemenag-Hebitren diskusikan kewenangan sertifikasi halal
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Ekraf > MUI-Kemenag-Hebitren diskusikan kewenangan sertifikasi halal
Ekraf

MUI-Kemenag-Hebitren diskusikan kewenangan sertifikasi halal

12/06/2021 Ekraf
Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat (KPEU) MUI Jawa Timur HM Noor Shodiq Askandar (*/YouTube)
SHARE

Surabaya (Radar96.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama (Kemenag), dan Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) mendiskusikan kewenangan sertifikasi halal yang selama ini dipersoalkan, karena MUI sudah lama memiliki Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) dan Kemenag mempunyai Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

“Kegiatan bersama antara MUI Pusat, Kemenag RI, DPP Hebitren, dan LPPOM MUI Jatim yang dikemas dalam Focus Group Discussion (FGD) secara daring dan luring dari Surabaya pada Ahad, 13 Juni 2021, pukul 09:00-12:00 WIB itu menarik karena kewenangan BPJPH dan LPPOM sebagai lembaga sertifikasi halal itu perlu diperjelas,” kata Ketua Pelaksana FGD, H Noor Shodiq Askandar, SE, MM, di Surabaya, Sabtu (12/6/2021).

Ia menjelaskan masyarakat sudah lama menunggu kejelasan tentang lembaga sertifikasi halal, diantaranya siapa yang berwenang mengelola, bagaimana prosedurnya, dan berapa biayanya. Banyak pengusaha UKM (usaha kecil menengah) mengeluh tentang ketidakjelasan semua itu.

“Isu negatif yang terus-menerus bergulir di antara mereka adalah mengurus sertifikasi halal itu lama, ribet, mahal, dan sering kali dipingpong kewenangan. Ada yang bilang kewenangan MUI, ada yang bilang LPPOM, ada juga yang bilang Kemenag. Jadinya, mereka bimbang untuk melangkah,” katanya.

FGD itu menghadirkan pembicara Dr Asrorun Ni’am Sholeh, MAg (Ketua MUI Pusat), Dr H Mastuki HS, MAg (Plt Kepala BPJPH Kemenag Pusat), Dr KH Abdul Hamid Wahid, MAg (Bendahara Umum DPP Hebitren), dan Dr Hj Siti Nur Husnul Yusmiati, STP, M Kes (Direktur LPPOM MUI Jawa Timur).

“Semangat bersama antara MUI, Kemenag, Hebitren dan LPPOM itu tidak hanya mendapatkan dukungan dari jajaran masing-masing. Namun juga dari Pemprov Jawa Timur melalui OPOP (one pesantren one products), serta pondok-pondok pesantren dan kampus-kampus utama di Jawa Timur, baik negeri maupun swasta. Para rektor dari beberapa perguruan utama itu dijadwalkan hadir dan akan memberikan dukungan dalam kegiatan tersebut,” katanya.

Gus Shodiq, sapaan akrab Noor Shodiq Askandar, yang juga Ketua KPEU MUI Jawa Timur itu menambahkan FGD itu akan menjelaskan kepada semuanya dengan sejelas-jelasnya tentang lembaga sertifikasi halal, termasuk berapa biaya sebenarnya pengurusan sertifikat halal itu.

“Kegiatan ini penting dan menarik. Sebaiknya para pelaku usaha mengikuti, agar tidak lagi bimbang dalam mengurus label halal. Kalau produknya sudah ada label halal, insyaallah barangnya akan semakin laku, sebab orang tidak waswas lagi,” kata Bendahara Umum DPP Hebitren, Dr KH Abdul Hamid Wahid, MAg. (*/pna)

Iklan.

You Might Also Like

Bondowoso Digital Days (BDD) 2026 ditutup, 5.452 Transaksi QRIS Tercatat dengan Omzet Rp783,1 Juta

Paving Blok Pesantren Angkat Nilai Sampah Plastik jadi Peluang Ekonomi

Road Map Pesantren Tangguh Bencana Dimulai dari Malang

Produk OPOP Perluas Jejaring Usaha dalam Misi Dagang Jatim-Riau

Teh Tarik, Langkah Nyata Pesantren Al Jauhar Bangun Basis Ekonomi

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Gubernur Khofifah: Digitalisasi berdampak positif pada pelayanan publik dan UMKM
Next Article Menag apresiasi Keputusan Haji 2021 Hanya Untuk Domestik Arab Saudi

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Forum Aktivis NU Jatim: Rais Aam Bukan Jabatan untuk Diperebutkan, tetapi Amanah untuk Diemban.
Uncategorized
Maulid Nabi, Remas-GenZI Masjid Al-Akbar Ganti Kepengurusan untuk Periode 2026-2027
Milenial
Ribuan Siswa-Guru “Khadijah” Surabaya Semarakkan “Sholawat Merah Putih 2026”
Nahdliyyin
Dari Nasi hingga Apel Hijau, Menu MBG SPPG Grujugan Kidul 01 Bondowoso
Sospol

You Might also Like

Ekraf

BSI dan LAZISNU Jatim Perkuat Gerakan Koin NU Lewat QRIS

03/07/2026
Ekraf

Peternakan Ayam Kampung Pesantren Al Fatah Tembus Ratusan Ekor

02/07/2026
Ekraf

Lima Koppontren Tembus Final Lomba Koperasi Berprestasi Tingkat Jawa Timur

01/07/2026
Ekraf

Akademisi Universitas At-Taqwa Bondowoso: Pertanian Fondasi Ketahanan Ekonomi Nasional

30/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?