Gubernur Khofifah: Digitalisasi berdampak positif pada pelayanan publik dan UMKM

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Seminar dan Rakerwil AMSI Jatim di Pasuruan, Jumat (11/6/2021) malam. (*/radar96)
Bagikan yuk..!

Pasuruan (Radar96.com) –
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa sistem digital yang diterapkan Pemprov Jatim berdampak positif pada proses pengambilan kebijakan dan pelayanan publik menjadi lebih efektif dan efisien, serta investasi tumbuh positif, khususnya UMKM.

“Dengan sistem digital yang kita bangun, investasi Jatim tahun 2020 tercatat tumbuh positif,” katanya saat berbicara dan Seminar Nasional dan Rakerwil Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Timur 2021, bertema ‘Smart City, Creative Government : Membangun Ekosistem Digital Cettar Bagi Pembangunan Jatim’, di Pasuruan, Jumat (11/6) malam.

Dalam presentasinya, Gubernur Khofifah menyampaikan sistem digital mendorong investasi Jatim tahun 2020 tercatat tumbuh positif 33,8 persen di tengah pandemi Covid-19. Realisasi investasi tahun 2020 justru bangkit dibandingkan tahun 2016-2019.

Untuk memberikan pelayanan dan inovasi yang lebih cepat , Gubernur Khofifah membuat program Jatim Online Single Submission (JOSS). Program inovasi tersebut bertujuan untuk mempermudah sistem perizinan dan realisasi yang dituangkan melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 60 Tahun 2020.

“JOSS ini adalah sebuah sistem elektronik terintegrasi yang dibangun DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Jatim yang tujuannya untuk mempermudah perizinan di bawah kewenangan Pemprov Jatim.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri Seminar dan Rakerwil AMSI Jatim di Pasuruan, Jumat (11/6/2021) malam. (*/radar96)

Selain itu, juga ada program mempercepat perwujudan Satu Data Indonesia atau SATA, yang saat ini sudah ada 34 perangkat daerah atau 64 persen dari seluruh perangkat daerah yang memenuhi penyelenggaraan SATA Jatim 2021.

Khofifah menjelaskan, jika sistem digital ditambah dengan kolaborasi dan suasana Jatim yang kondusif, maka keniscayaannya akan mendatangkan investor menanamkan investasinya di Jawa Timur dengan harapan percepatan kesejahteraan masyarakat bisa dicapai.

“Kita semua menjadi garantor yang menjadikan investor tertarik berinvetasi di Jatim. Mari kita jaga Jatim kondusif dan produktif,” ujar mantan Menteri Sosial RI tersebut.

Dalam paparannya, Khofifah membuktikan bahwa dengan adanya pemanfaatan digitalisasi investasi di Jawa Timur pada 2020, yang tumbuh sebesar 33,8 persen, itu lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan nasional yang berkisar angka 2,1 persen.

“Selain itu realisasi investasi Jatim tahun 2020 yaitu Rp78,3 Trilliun, adalah yang tertinggi selama lima tahun terakhir,” imbuh Khofifah.

Ia menambahkan, Jawa Timur menjadi provinsi penyangga pada sektor logistik bagi 16 provinsi yang ada di Indonesia bagian timur, karena hampir 80 persen bahan logistik di beberapa provinsi tersebut dipasok dari Jawa Timur.

“Logistik kita itu memasok 16 provinsi di Indonesia bagian timur di luar Sulawesi Selatan. Untuk itu, jangan sampai Jawa Timur ini ‘batuk’. Karena, jika batuk maka dropletnya itu bisa sampai ke Ibu kota DKI – Jakarta. Jawa Timur merupakan kekuatan ekonomi terbesar kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta. Jatim sebuah kekuatan yang luar biasa. Menjaga kohesifitas dan spirit serta keindonesiaan di Jatim menjadi sangat penting,” tandas Khofifah.

Oleh karena itu, Gubernur perempuan pertama di Jatim itu menegaskan, bahwa adanya era digitalisasi di sektor ekonomi dan pemerintahan menjadi sebuah hal yang sangat penting. Utamanya yang mengarah kepada sektor percepatan perizinan dan sektor pelayanan maupun kebijakan.

Sementara itu, Ketua AMSI pusat Wenseslaus Manggut pun mengapresiasi transparansi data dan juga sistem digitalisasi yang diterapkan Pemprov Jatim.

Wens, sapaan akrabnya menyampaikan, bahwa problem data, cara mendapatkannya, serta cara pengemasannya saat ini dibutuhkan media siber untuk dapat lebih mempermudah memberikan informasi kepada masyarakat.

“Kami juga melatih bagaimana mencerna data, dan kemudahan untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Kami juga melatih untuk berbagai daerah, agar data tersebut dapat dikemas dan bisa dikonsumsi publik. Dan kita mengetahui publik butuh data seperti apa,” kata Wens yang menaungi 300-an anggota.

Dalam kesempatan itu, Ketua AMSI Jatim Arief Rahman mengatakan bahwa
Moment Rakerwil ini menjadi momentum bagi AMSI Jatim, baik secara internal maupun eksternal.

Secara internal, AMSI bisa membawa anggotanya menjadikan media online bisa dikelola secara profesional, baik konten maupun manajemen. Secara eksternal, AMSI Jatim siap berkontribusi bagi pembangunan Jatim. (*)

Komentar Facebook

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *