KH Rohmatul Akbar: Pesantren hidupi perekonomian masyarakat, tapi juga perlu prokes

KH Rohmatul Akbar (Gus Bang), Anggota Majelis Pimpinan Pesantren Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang bagian Ketertiban dan Keamanan saat bersama Tim LPBINU Jawa Timur. (*/LPBINU)
Bagikan yuk..!

Jombang (Radar96.com) – Pengasuh Pesantren Darul Ulum Ar-Risalah, Rejoso, Jombanng, KH Rohmatul Akbar menegaskan bahwa masyarakat di sekitar pondok pesantren menjadi penopang keberhasilan para santri selama mondok, karena itu pesantren pun “menghidupi” perekonomian masyarakat, namun saat Pandemi Covid-19 pun perlu memperketat protokol kesehatan (prokes).

“Kami justru terbantu dengan masyarakat yang membuka toko-toko, yang menyediakan kebutuhan para santri,” tutur Gus Bang, panggilan akrab Anggota Majelis Pimpinan Pesantren Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso, Jombang bagian Ketertiban dan Keamanan itu.

Meskipun di Pesantren Darul Ulum, Rejoso, Jombang, juga terdapat koperasi pesantren yang ada di setiap asrama, namun hal itu bukan semata-mata untuk mengambil keuntungan, melainkan menyediakan sarana bagi kelancaran pendidikan para santri.

Gus Bang menambahkan, hubungan masyarakat dan pondok pesantren menjadi berpengaruh di masa pandemi Covid-19. Misalnya, para santri tak diperkenankan untuk keluar area pondok pesantren untuk menjaga dan ikhtiar penanggulangan virus Corona.

“Dalam kondisi seperti inilah, kami harus menyadari akan pentingnya Protokol Kesehatan bagi para santri dan santriwati, bahkan seringkali ada pihak yang hendak menyumbang ditolaknya untuk menjaga kemandirian pesantren, sekaligus menghindari ketergantungan,” katanya.

Oleh karena itu, saat menerima Ketua LPBINU Jawa Timur, Syaiful Amin dan tim dari PT Sari Enesis Indah, di kediamannya, di kompleks Pesantren Darul Ulum Ar-Risalah, Rejoso Jombang, ia berharap bantuan itu merupakan bantuan yang terakhir, namun juga menopang pelaksanaan prokes.

Menurut Brand Activity Executive (BAE) East Java PT Sari Enesis Indah, Minggus Hadinata, pihaknya datang bersama Tim dari Jombang, untuk menyampaikan bantuan Plossa dan Amunizer, yang bisa dimanfaatkan para santri.

Bantuan berupa Amunizer Vitamin C 1.000 Mg Sachet sebanyak 2.160 atau 5 karton dan Plossa inhaler Aromaterapi sebanyak 720 buah. Selain itu, ditambah Plossa berukuran mini dan Air Sejuk, air kesehatan.

“Alhamdulillah, kami sangat senang. Kami mengucapkan banyak terima kasih. Insya Allah, kami sampaikan pada Majelis Pimpinan Pesantren Pondok Pesantren Darul Ulum. Insya Allah, semua ini bermanfaat bagi para santri dan ustadz di sini,” tutur Gus Bang.

Kepedulian seperti ini, tak hanya dilakukan di Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang. Tapi, juga di sejumlah pondok pesantren lainnya di Jawa Timur, yang telah menjadi program peduli PT Sari Enesis Indah.

Minggus Hadinata menjelaskan, pihaknya sangat peduli terhadap pelaksanaan proses pendidikan pesantren di Jawa Timur. Karena itu, selama pandemi Covid-19, sebanyak 18 pondok pesantren menjadi sasaran kepeduliannya agar para santri tetap belajar dengan baik, karena imunitas kesehatannya terjaga dengan baik.

“Kami menyadari, di masa pandemi ini peran tiap sektor sangat dibutuhkan untuk membantu memutus mata rantai penyebaran Covid-19 baik di lingkungan masyarakat maupun lingkungan pendidikan, khususnya di pesantren-pesantren, yang aktif setiap harinya,” tutur Minggus Hadinata.

Ia berharap, bantuan yang diberikan dapat meningkatkan daya tahan tubuh serta membantu mencegah penyebaran Covid-19 di pesantren-pesantren di Jawa Timur yang jumlahnya terbanyak di Indonesia.

Misalnya, bantuan Plossa Inhaler yang disalurkan ke pesantren ini bisa menjadi solusi mencegah penyebaran virus, sedang Amunizer merupakan minuman herbal alami, yang di dalamnya terkandung buah aldeberry dan zinc yang berfungsi untuk menjaga daya tahan tubuh secara maksimal, agar tidak gampang sakit.

Dalam produk Plossa terdapat kandungan eucalyptus, yakni, Plossa Minyak Angin Aromaterapi Eukaliptus. Belum lama ini, Badan Litbang Kementerian Pertanian berhasil melakukan uji lanjutan terhadap eucalyptus. Hasilnya, zat aktif Eucalyptol dapat menjadi pilihan pengobatan yang potensial, karena berdasarkan hasil uji molekuler docking mampu mengikat Mpro pada virus SARS-CoV-2 sehingga sulit bereplikasi. (*/LPBINU)

Komentar Facebook

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *