LTM PBNU: jadikan Masjid sebagai “Criris Center” kampanyekan vaksinasi dan prokes

Masjid Tebuireng di kawasan Pesantren Tebuireng, Jombang, Jatim. (Foto: NUO)
Bagikan yuk..!

Jakarta (Radar96.com) – Lembaga Takmir Masjid (LTM) PBNU mengajak Takmir menjadikan Masjid sebagai Pusat Penanggulangan (“Crisis Center”) Pandemi untuk mengampanyekan vaksinasi dan menyosialisasikan praktek protokol kesehatan (prokes) bagi jamaah, termasuk menggalang pemulihan ekonomi masyarakat sekitar masjid/mushalla.

“Masjid memiliki peran sentral di tengah-tengah masyarakat; tidak hanya dalam masalah eskatologis dan keakhiratan, namun juga masalah-masalah kemanusiaan,” kata Sekretaris LTM PBNU Ali Sobirin, menyambut Tahun Baru Hijriah 1443 dan ulang tahun ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia, di Jakarta, Senin (9/8).

Ia mengatakan sudah setahun lebih pandemi Covid-19 melanda dunia, termasuk Indonesia, dan hingga kini belum ada tanda akan berakhir. Melihat fakta virus yang masih bermutasi, hubungan dengan luar-negeri yang sangat terbuka, tingkat kedisiplinan masyarakat yang cenderung menurun, dan kegalauan pemerintah dalam menangani pandemi; maka ancaman terjadinya gelombang lanjutan masih tidak mustahil terjadi.

“Pandemi mengakibatkan dampak negatif yang begitu luar biasa. Selain menyerang kesehatan fisik, akibat pembatasan aktivitas masyarakat, maka pandemi pun berekses lebih jauh ke ranah mental masyarakat dan juga masalah ekonomi,” kata Ali Sobirin yang merupakan penulis buku Teknologi Ruh itu.

Menurut Ali Sobirin, kebijakan penanggulangan Pandemi Covid-19 telah memandulkan simpul-simpul sosial-budaya yang ada. Penutupan rumah ibadah, dalam hal ini penutupan masjid, adalah salah satu contoh kebijakan yang sangat tidak bijak dan lebih mengesankan kegalauan pemerintah serta ketidakmampuannya dalam mengkoordinasikan seluruh elemen masyarakat dalam partisipasi pembangunan dan penyelesaian masalah-masalah nasional.

“Rumah ibadah, dalam hal ini masjid, memiliki peran sentral di tengah-tengah masyarakat; tidak hanya dalam masalah eskatologis dan keakhiratan, namun juga masalah-masalah kemanusiaan. Di sini, pemerintah semestinya melakukan upgrading agar simpul-simpul sosial-budaya yang nyata ada di tengah-tengah masyarakat dapat berpartisipasi secara lebih produktif,” katanya.

Karena itu, LTM PBNU mengimbau kepada para takmir masjid untuk lebih giat memakmurkan masjid dalam bentuk nyata partisipasi menanggulangi pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi jamaah. Takmir masjid dapat memfungsikan Masjid sebagai “crisis center” Menanggulangi Pandemi.

Adapun langkah-langkah yang dilakukan di antaranya memberikan keteladanan menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas peribadatan dan aktivitas lainnya, aktif mengampanyekan protokol kesehatan kepada segenap jamaah dan lingkungannya secara rutin dan terus-menerus, aktif mengampanyekan vaksinasi kepada segenap jamaah dan lingkungannya, merumuskan program pemulihan ekonomi bagi jamaahnya, dan langkah lainnya yang berfokus pada menanggulangi pandemi dan pemulihan ekonomi jamaah.

LTM PBNU juga mendesak Pemerintah untuk menghidupkan masjid sebagai salah satu simpul penanggulangan pandemi, dan senantiasa melakukan upgrading terhadap para takmir masjid untuk dapat berperan lebih dalam pembangunan dan penyelesaian masalah-masalah nasional. (*/NUO)

Sumber: https://www.nu.or.id/post/read/130638/ltm-pbnu-ajak-takmir-jadikan-masjid-sebagai-pusat-penanggulangan-pandemi

Komentar Facebook

BeritaTerkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *