By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Tiga kader potensial disebut layak pimpin PW IPNU Jatim
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > Tiga kader potensial disebut layak pimpin PW IPNU Jatim
Milenial

Tiga kader potensial disebut layak pimpin PW IPNU Jatim

22/09/2021 Milenial
Logo Konferensi Wilayah (Konferwil) ke-23 PW IPNU Jatim di PP At Tanwir, Kabupaten Bojonegoro, 24-26 September 2021. (*/pwipnujatim)
SHARE

Tiga kader potensial disebut layak memimpin Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur periode 2021-2024 dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) ke-23 di PP At Tanwir, Kabupaten Bojonegoro, 24-26 September 2021.

“Tiga kader potensial adalah M Isomudin Haidar (mantan Ketua IPNU Jombang/Wakil Ketua IPNU Jatim/Departemen Organisasi PP IPNU Pusat), M Ardi Wiranata (mantan Ketua IPNU Jember), dan M Fakhrul Irfansyah (Ketua IPNU Bojonegoro/Departemen Kaderisasi IPNU Jatim). Ada juga yunior yang potensial,” kata anggota MA IPNU Jatim HM Maksum Zuber di Surabaya, Rabu (22/9/2021).

Anggota Majelis Alumni (MA) IPNU Jatim yang juga mantan Sekjen PP IPNU HM Maksum Zuber. (*/dokpri)

Alumni IPNU Jatim yang juga mantan Sekjen PP IPNU Pusat itu menjelaskan era saat ini merupakan era digital yang memerlukan sosok pemimpin yang mempunyai inovasi dan mampu melakukan kolaborasi dengan siapapun, termasuk para pengurus aktif dan para alumni.

Dalam diskusi IPNU “Tapal Kuda” secara virtual (16/9/2021), Wakil Ketua IPNU Jatim/Departemen Organisasi PP IPNU Pusat, M Isomudin Haidar, mengatakan era disrupsi memang merupakan era porak poranda tatanan dengan masuknya peran teknologi dalam segala bidang, baik ekonomi, pendidikan, sosial, politik, budaya, dan sebagainya.

“Solusinya adalah IPNU harus melahirkan kader yang inovatif dan kolaboratif. Inovatif itu penting untuk menghadapi masa depan yang berbasis digital, seperti kantor di dunia nyata dan dunia maya, skill yang banyak gaya dengan hight skill, dan gerakan yang inklusif dengan bahasa-bahasa milenial melalui video, grafis, dan sebagainya,” katanya.

Untuk kolaboratif, digital awareness dan inovasi saja tidak cukup, karena era disrupsi juga perlu dihadapi dengan kolaborasi atau menjadi team-work. “Seperti taksi Blue Bird yang berkolaborasi dengan ojek-ojek online, karena kalau tidak mau berkolaborasi akan mati seperti sebuah merek HP yang sekarang sudah tinggal nama atau menjadi fosil sejarah,” katanya.

Pandangan yang sama juga disampaikan oleh mantan Ketua IPNU Jember M Ardi Wiranata yang menempuh S2 di Politeknik Jember dan sedang menyelesaikan S3 di Unej.

“Kunci dari era disrupsi adalah efektif dan efisien, namun juga tetap harus selektif. Disrupsi itu berarti cepat atau aktif dalam perubahan, melakukan digitalisasi untuk mempermudah gerak dan adaptasi, dan mengembangkan fungsi kolaboratif untuk memadukan berbagai potensi dan bersinergi dalam branding program,” katanya.

Sementara itu, Ketua IPNU Bojonegoro yang juga Departemen Kaderisasi IPNU Jatim, M Fakhrul Irfansyah, menilai kaderisasi IPNU kedepan harus dalam bentuk “skill packet” yakni paket kaderisasi pemimpin, paket digital, dan lain-lain.

“Kalau perlu IPNU kedepan memiliki kader multi tasking yang mampu berpikir futuristik, responsif, dan mampu berpikir silang terkait IPNU dan non-IPNU, seperti membangun kader yang berbeda sesuai khazanah lokal antara kaderisasi pada zona tapalkuda, metropolitan, dan sebagainya,” kata alumni S1 dan S2 UINSA Surabaya itu.

Dalam forum yang sama, Ketua IPNU Jember Alfan Khairul Ichwan menyatakan kemajuan IPNU harus berjalan seimbang dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) sesuai kaidah fiqh “al-muhafadhotu ‘ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah” (tetap memelihara hal lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik).

“Kaidah tersebut menjadi pegangan penting bagi kader-kader terpelajar NU dari pimpinan pusat hingga pimpinan anak ranting, untuk selalu meng-upgrade keilmuannya. Iptek di tengah arus globalisasi yang cepat saat ini adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa kita hindari, selain memberikan berbagai manfaat, juga berdampak negatif bagi yang salah menggunakan,” katanya.

Ia menambahkan IPNU sebagai organisasi keterpelajaran yang berbasis ahlu sunah wal jamaah annahdliyah juga harus “well inform” dan mampu menjadi syifa ulima fissudur (pengobat hati) untuk memberikan wajah dunia digital pada publik dengan hal yang positif serta mampu memilah dan memilih informasi yang diterima sehingga tidak termakan oleh propaganda yang jauh dari nilai keaswajaan. (*/mz)

Iklan.

You Might Also Like

Kepada GenZI Masjid Al-Akbar Surabaya, Ustadz Syam: Ikhlas Karena Cinta Itu Dimulai dari Menjaga Hati

334 Lulusan MI At-Taqwa Bondowoso Raih Prestasi TKA di Atas Nasional dan Jatim

Wisuda Tahfidz Juz 30 Warnai Pelepasan siswa kelas 6 SD Al Islam Surabaya

Saat Lantik OSIM di MDW Putri Pesantren Sukorejo, Wabup Situbondo Ulfiyah Ajak Santri Percaya Diri dan Terus Berkembang

Pesantren Bayt Al-Hikmah dan Al Yasmin Siapkan Kolaborasi Program Penguatan Kompetensi Digital Santri

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Pertama kali, PPP Jatim dipimpin bu Nyai
Next Article Prof Mas’ud Said pompa motivasi mahasiswa baru Unusida

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Sudah Hilangkah Ketauladanan di Tubuh NU?
Kolom
BERKAH MUKTAMAR DAN MARWAH PESANTREN
Kolom
Presiden Minta Dukungan NU Atasi Kebocoran 346 Miliar Dolar AS ke Luar Negeri
Nahdliyyin
WARGA NU DAN KUASA ALGORITMA
Kolom

You Might also Like

Milenial

Al-Yasmin dan AKSI Training & Consulting Gagas “Sekolah Keluarga Hebat”

07/05/2026
Milenial

Pesantren Progresif Bumi Sholawat dan Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya Perkuat Sinergi Media Pesantren

05/05/2026
Milenial

Dukung BKPRMI Jatim, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Bekali Remaja Masjid dengan Kemampuan Dakwah Digital

27/04/2026
Milenial

Kumpul di Al-Yasmin, 60 Remaja Masjid se-Jatim Dilatih Kuasai Digital

26/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?