By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: MA IPNU Jatim gagas yayasan untuk biaya studi lanjut khusus kader
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > MA IPNU Jatim gagas yayasan untuk biaya studi lanjut khusus kader
Milenial

MA IPNU Jatim gagas yayasan untuk biaya studi lanjut khusus kader

10/10/2021 Milenial
"Road show" ke-1 MA IPNU Jatim ke Kota Batu, Kabupaten Malang dan Kota Malang pada Jumat (8/10/2021). (*/mia/my)
SHARE

Malang (Radar96.com) – Majelis Alumni (MA) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur menggagas pembentukan yayasan untuk aktivitas alumni dan juga biaya studi lanjut khusus kader IPNU. Gagasan itu terpantau dalam “road show” ke-1 MA IPNU Jatim di Malang Raya (Kota Batu, Kota Malang, Kabupaten Malang) pada Jumat (8/10/2021).

“Road show ke-2 MA IPNU Jatim juga berlanjut ke Kota Kediri, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Nganjuk pada Sabtu (9/10/2021), lalu road show ke-3 menuju Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Tulungagung dan Trenggalek,” kata anggota MA IPNU Jatim yang berasal dari Malang, M Isa Anshori.

Selain membentuk yayasan untuk apresiasi kepada kader IPNU dalam mengakses biaya studi lanjut itu, “road show” MA IPNU Jatim ke berbagai daerah itu juga menargetkan database berbasis aplikasi yang rencananya didukung Alumni IPNU di Universitas Raden Rahmat Malang.

“Road show” MA IPNU itu juga mendorong alumni untuk berjejaring di berbagai bidang, khususnya ekonomi, pendidikan, dan kaderisasi bagi kader-kader yang masih aktif di kepengurusan.

Dalam “road show” ke-2 di Kota Kediri, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Nganjuk (9/10/2021), MA IPNU Jatim menegaskan bahwa ketika IPNU berubah dari “Pelajar” menjadi “Putra” lalu kembali menjadi “Pelajar” (student assisiation) berarti IPNU harus fokus ke studi, baik pelajar maupun mahasiswa.

“Road show” ke-2 MA IPNU Jatim di Kota Kediri, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Nganjuk (9/10/2021). (*/mia)

Bahkan, PKPT di UIN Kediri selalu mengadakan Makesta yang setiap kegiatan diikuti 200-an mahasiswa yang merupakan mahasiswa berprestasi (ranking), meski awalnya sempat dilarang rektor. Untuk itu, MA IPNU Jatim siap menjadi “supporting system” bagi anggota IPNU yang masih aktif dalam kepengurusan dan mendorong MA IPNU yang belum terbentuk di daerah.

Sementara dalam “Road show” ke-3 di Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Tulungagung dan Trenggalek (10/10/2021), MA IPNU Jatim kembali menegaskan bahwa esensi perubahan Pelajar, lalu Putra dan kembali menjadi Pelajar berarti IPNU harus fokus kepada studi, sedangkan GP Ansor fokus kepada kekaryaan.

“Road show” ke-3 MA IPNU Jatim ke Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Tulungagung dan Trenggalek pada Minggu (10/10/2021). (*/my)

Untuk itu, MA IPNU bisa memberikan manfaat dalam distribusi kader di berbagai bidang. Secara internal, distribusi kader dilakukan MA IPNU dengan mendorong alumni IPNU berkiprah di kepengurusan NU pada semua level. Lalu, secara eksternal, MA IPNU “men-channel-kan” alumni yang berprofesi sebagai pengelola lembaga pendidikan untuk bersinergi dengan lembaga diatasnya. Begitu pula untuk bidang non-pendidikan, seperti ekonomi, politik, sosial, dan perkaderan.

Sebelumnya (23/9/2021), mantan Sekjen PP IPNU HM Maksum Zuber menegaskan bahwa MA IPNU itu bukan seperti wadah alumni organisasi lainnya, karena MA IPNU dengan IPNU merupakan ‘partner’ (rekan) bagi kepengurusan yang masih aktif. “Karena itu silaturahmi harus tetap dijalin untuk kepentingan kader IPNU dalam bermasyarakat,” katanya.

Anggota MA IPNU Jatim itu mengharapkan aktivis/pegiat IPNU yang aktif dalam kepengurusan hendaknya memasifkan kaderisasi sebagai bidang garap khas IPNU dan sekaligus memasifkan silaturahmi dengan alumni.

“Keberadaan MA IPNU itu penting dan strategis bagi kader-kader IPNU, karena MA IPNU telah menjadi ajang pengabdian yang nyata untuk mengawal IPNU sebagai organisasi pelajar yang merupakan ‘rekan’ sendiri dalam perjuangan NU,” kata alumni Pesantren Tebuireng, Jombang, Jatim itu.

Alumni Universitas Negeri Jember (Unej) itu menambahkan MA IPNU itu menjadi “tangga” bagi IPNU untuk melihat pergulatan serba kompetitif di era digitalisasi, sekaligus menjadi rumah ta’aruf, tabayyun dan silaturrahim untuk kolaborasi dan partner dalam jenjang kaderisasi dan bentuk lain kaderisasi di ruang-ruang publik.

“Saat ini, IPNU menjadi ‘kebutuhan besar’ NU, karena IPNU merupakan kader yang benar-benar mengutamakan kaderisasi dan keilmuan daripada yang lain. Yakinlah, IPNU adalah masa depan NU, terutama menyongsong Satu Abad NU pada 2026 yang merupakan milik generasi digital di NU,” katanya. (*/my)

Iklan.

You Might Also Like

KKN Universitas Bondowoso Cegah Pernikahan Dini di kalangan Pelajar

Gus Mujab: FOMO bisa membuat lalai diri sendiri, umur, dan akhirat

80 Remaja Madjid se-Jatim Ikuti Pelatihan Bisnis Syariah DMI-Demasindo

Bullying Bukan Sekadar Candaan, KKN 02 UNIBO dan Polsek Tlogosari Edukasi Siswa MTs Miftahul Ulum 2 Bondowoso

Seorang Siswa MI Masjid Al-Akbar Surabaya Hafalkan 10 Juz Al-Qur’an

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Pelajar NU dan Prestasi Mendunia
Next Article Khofifah: Gubernur Pertama Jatim tolak ultimatum Sekutu pada 10 November 1945

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Selama Muktamar 35 NU, MWCNU Mulyorejo-Surabaya Buka Posko Kesehatan Gratis di Tambakberas
Nahdliyyin
OTT KPK di UNSOED: Ironi Mahalnya Biaya Kuliah, Integritas PTN Berubah Menjadi Kapitalis
Uncategorized
Semarak Pawai Budaya, Anak-Anak TK Alifya Bondowoso Belajar Arti Persatuan dalam Keberagaman
Sospol
PWNU Sumbar Apresiasi Gus Kikin soal Revitalisasi Qanun Asasi dan Program Pendidikan-Ekonomi
Nahdliyyin

You Might also Like

Milenial

Lora Kadam Sidik: Merdeka dari FOMO itu perlu Kembali pada Kepakaran dan Jaga Pertemanan

02/08/2026
Milenial

Gerakan Seribu Buku Karya Murid Dimulai, Korwilcam Pendidikan dan Dispendik Bondowoso Perkuat Budaya Literasi

25/07/2026
Milenial

LDNU Jatim dan UNISMA Cetak 200 Da’i Gen-Z yang Moderat dan Adaptif di Era Digital

25/07/2026
Milenial

SMP Khadijah Surabaya Cetak Kader Pemimpin NU Abad Kedua lewat IPNU-IPPNU

23/07/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?