By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gubernur Khofifah temui Pelaku UMKM di Sepulu-Bangkalan dan ajak migrasi ke Digital
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Ekraf > Gubernur Khofifah temui Pelaku UMKM di Sepulu-Bangkalan dan ajak migrasi ke Digital
Ekraf

Gubernur Khofifah temui Pelaku UMKM di Sepulu-Bangkalan dan ajak migrasi ke Digital

07/11/2021 Ekraf
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat berkunjung ke Pengrajin produk berbahan baku benang agel di Desa Kelbung, Kec. Sepulu, Kabupaten Bangkalan, Madura, Kamis (4/11/2021). (*/hmn)
SHARE

Bangkalan (Radar96.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa blusukan hingga ke Dusun Sambas, Desa Kelbung, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan sebagai bagian dari upaya menemukenali produk-produk khas daerah yang memiliki keunggulunan kompetitif dan komparativ.

“Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) memegang peran penting dalam memulihkan ekonomi nasional, khususnya di Jawa Timur, di era digital saat ini,” kata Khofifah dalam keterangan tertulis, Minggu (7/11/2021).

Di Dusun tersebut, Khofifah mengajak pelaku UMKM setempat bisa segera migrasi ke ekosistem digital. Menurut Khofifah, transformasi digital membuka peluang bagi UMKM untuk tumbuh lebih cepat dan menjangkau pasar yang lebih luas.

“Di era society 5.0 seperti sekarang ini, masuk ke ekosistem digital adalah sebuah keharusan. Bukan pilihan agar bisa bertahan dan berkembang,” ungkap Khofifah saat berkunjung ke Pengrajin produk berbahan baku benang agel di Desa Kelbung, Kec. Sepulu, Kabupaten Bangkalan, Madura, Kamis (4/11).

Sebagai informasi, Dusun Sambas, Desa Kelbung, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan didiami warga terdampak kerusuhan “Sambas” yang terjadi tahun 1999. Sejak tahun 2000, sedikitnya ada 370 kepala keluarga yang mendiami wilayah tersebut yang merupakan lahan milik Perhutani. Saat ini warga dusun sedang mengajukan permohonan hak milik lahan kepada pemerintah.

Pemprov Jatim, kata dia, akan terus mendorong UMKM agar dapat naik kelas, yaitu dengan cara, pemberian literasi digital; mendorong dan membantu solusi untuk menyiapkan kapasitas produksi; mendorong peningkatan mutu dan kualitas produk; dan membuka akses pasar bagi para pelaku UMKM.

Khofifah menyebut, dengan migrasi ke ekosistem digital, maka berjualan dapat dilakukan dari mana saja dan kapan saja. Dengan begitu, omzet yang diperoleh pelaku UMKM pun dapat semakin besar karena tidak adanya batasan wilayah dan waktu.
Khofifah yakin pelaku UMKM dapat berkontribusi besar membangkitkan ekonomi pasca Pandemi Covid-19 jika bermigrasi ke ekosistem digital. Bahkan, juga berpotensi menciptakan lapangan kerja yang hilang akibat pandemi Covid-19.

“Semua pelaku UMKM mau tidak mau harus adaptif dan inovatif memanfaatkan teknologi. UMKM memainkan peranan penting sebqgai motor penggerak ekonomi karena tahan banting,” imbuhnya.

Dalam kunjungannya tersebut, Gubernur Khofifah melihat langsung proses pembuatan produk, bahkan berdialog dengan pengrajin yang kebanyakan adalah ibu-ibu. Bahkan, dirinya secara khusus memuji semangat dan keuletan ibu-ibu Desa Kelbung tersebut. Mereka dinilai telah advance dan tas yang dihasilkan dinilai sudah sangat rapi pengerjaannya.

“Saat ini pasar yang berhasil dirambah seperti Yogyakarta, Jakarta dan Bali. Bahkan telah beberapa kali mencapai Pasar Mancanegara yaitu Jepang dan Belanda. Jika migrasi ke ekosistem digital, saya yakin akan semakin banyak lagi pasar yang bisa dijangkau,” ujarnya.

Sementara itu, Pemilik usaha Kerajinan Benang Agel, Hamidah mengatakan bahwa sampai saat ini tercatat negara yang selalu menjadi importir kerajinan benang agel adalah negara Jepang.

Dalam waktu satu bulan, Hamidah mengaku bisa memproduksi 300 produk. Rumahnya yang dijadikan pusat produksi dan pengambilan barang pun selalu ramai setiap harinya. Dirinya menyebut ada 70 orang pekerja yang setiap hari datang.

“Tidak semua mengerjakan anyamannya disini. Kadang ada yang dibawa pulang. Tapi itu biasanya yang sudah kami berikan pemahaman lebih dulu. Jadi kalau sudah ada (bekalnya) baru boleh dibawa ke rumah. Alhamdulillah, tiap bulannya omzet kami masuk diangka Rp15 juta,” sebutnya. (*/hmn)

Iklan.

You Might Also Like

Festival Muharram 2026 di Bondowoso Putar Ekonomi Rp3 Miliar ke UMKM dan Industri Halal

SPIM Coffee hingga Pisang Cavendish, Andalan Usaha Pesantren SPEAM Bersama OPOP

Exponak 2026, Domba Sumo Jadi Ikon Baru Peternak Muda Bondowoso

Produk OPOP Jatim Meriahkan Pameran dan Pagelaran Seni Islami Gusdurian di Kediri

SIKLUS, Inovasi Pasta Gigi Herbal Karya Pesantren Hidayatullah Surabaya

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Jaga amanat Gus Dur, Gubernur Khofifah lakukan Napak Tilas Persaudaraan Sejati
Next Article Gubernur Khofifah: Warga Jatim di Perantauan jadi Social Capital Strategis dan Kritis

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

PCNU Surabaya: Jadikan Demokrasi Ruang Mencari Solusi, Bukan Menyebar Kebencian
Nahdliyyin
Tradisi “Nyonteng Kolbu'” dari Desa Sumberwringin, Bondowoso di Kawasan Wisata Ijen, Diusulkan Jadi Warisan Budaya
Sospol
PMII Bondowoso Siap Jadi Mitra Kritis Pembangunan Daerah
Sospol
Dispendik Bondowoso Pastikan Pelaksanaan OSN Sesuai Prosedur
Uncategorized

You Might also Like

Ekraf

Daru Skin Care Jadi Produk Unggulan, Pesantren Daarul Ukhuwwah Perkuat Ekonomi Bersama OPOP Jatim

15/06/2026
Ekraf

Gus Lilur Apresiasi Menkeu Purbaya dorong Legalitas Rokok Rakyat dan Percepatan KEK Tembakau Madura

12/05/2026
Ekraf

Serukan Tritura Nelayan, Gus Lilur Desak Prabowo Bentuk Satgas Berantas Penyelundupan BBL

10/05/2026
Ekraf

Biaya Umroh 2026 Naik Akibat Dampak Global, Chatour Travel Beri Solusi Transparan dan Garansi Refund 100%

09/05/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?