By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Pemprov Jatim dan Tunisia kembangkan kerja sama perdagangan
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Ekraf > Pemprov Jatim dan Tunisia kembangkan kerja sama perdagangan
Ekraf

Pemprov Jatim dan Tunisia kembangkan kerja sama perdagangan

30/11/2021 Ekraf
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Duta Besar RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (29/11/2021) malam, yang antara lain membahas pengembangan kerja sama perdagangan. (*/hmn)
SHARE

Surabaya (Radar96.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Duta Besar RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (29/11) malam, yang antara lain membahas pengembangan kerja sama perdagangan.

Di hadapan Dubes RI untuk Tunisia, Gubernur Khofifah mengungkapkan data perdagangan Jawa Timur-Tunisia. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur sejak tahun 2017-2021 mencatat neraca perdagangan Jawa Timur dengan Tunisia senantiasa menunjukkan defisit bagi Jawa Timur.

Khususnya defisit itu terjadi untuk periode Januari-Agustus 2021 senilai minus 3,32 juta dolar AS, dengan rincian yaitu nilai ekspor Jawa Timur ke Tunisia sebesar 1,66 juta dolar AS dan nilai impor Jawa Timur dari Tunisia sebesar 4,97 juta dolar AS.

“Neraca perdagangan kita dengan Tunisia masih defisit Pak Dubes. Ada banyak hal yang bisa dilakukan kerjasama Jatim-Tunisia,” ungkap orang nomor satu di Jatim itu.

Ia menerangkan ada beberapa komoditi ekspor non migas Jawa Timur ke Tunisia antara lain; bahan kimia organik, tembakau, ampas/sisa industri makanan, biji-bijian berminyak serta perabot/penerangan rumah. Untuk impor Jawa Timur dari Tunisia antara lain; buah-buahan, ikan dan udang, bahan kimia anorganik, serta mesin-mesin/pesawat mekanik.

Terkait investasi, Gubernur Khofifah memyampaikan, bahwa sampai dengan saat ini tercatat belum ada investasi yang masuk dari Tunisia di Jawa Timur. Padahal potensi ekosistem ekonomi dan perdagangan terus dibangun di Jawa Timur, apalagi Jatim memiliki banyak fasilitas yang menunjang UMKM.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Duta Besar RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (29/11/2021) malam, yang antara lain membahas pengembangan kerja sama perdagangan. (*/hmn)

“Jatim ini punya Rumah Kurasi yang diinisiasi oleh Bank Indonesia. Ada juga Pondok Kurasi dari Dinas Perdagangan. Keduanya telah membantu UMKM kami untuk mencapai standarisasi produk yang dapat diterima oleh pasar nasional maupun internasional,” ujarnya.

Tak hanya itu, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa Kadin Jatim menjadi satu-satu Kadin di Indonesia yang memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sesuai standar BNSP.

Bahkan Kemendag RI baru saja memiliki export center pilot project untuk UKM Jatim. Di mana, salah satu programnya adalah menyukseskan Program One Pesantren One Product (OPOP) Jatim.

“Kalau yang sudah terekspor ke Tunisia dari OPOP ini adalah kopi. Bahkan sudah ada communal brand-nya. Untuk itu, kita harus menyiapkan produk dalam jumlah yang cukup besar. Poin pentingnya adalah formatnya,di mana kita lakukan ini melalui pesantren,” tuturnya.

“Insya Allah dengan usaha ini semua bisa menjadi resonansi terhadap peradaban Islam dunia bagaimana Islam ini, termasuk umat Muslim Indonesia, penuh kasih , damai dan menjadi rahmatan lil ‘alamin,” tambah dia.

Melihat potensi tersebut, Khofifah berharap Dubes Zuhairi Misrawi dapat memberikan dorongan dan mempromosikan beberapa komoditas Jawa Timur kepada publik Tunisia. Ini sekaligus meningkatkan perdagangan kedua belah pihak.

“Kami berharap Bapak Dubes dapat mempromosikan komoditas UMKM termasuk pertanian , perikanan dan investasi Jawa Timur kepada pebisnis asal Tunisia,” harapnya.

Selain itu, Gubernur Khofifah menuturkan bahwa hubungan dengan negara Arab Muslim di Afrika, di tahun 2021 ini Pemprov Jawa Timur melalui Lembaga Pengembangan Pendidikan Diniyah (LPPD) telah memberikan bantuan beasiswa kepada kepada 30 mahasiswa berprestasi asal Jawa Timur untuk menempuh pendidikan ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Mereka adalah lulusan Pendidikan Diniyah Formal ‘Ulya, Satuan Pendidikan Mu’adalah ‘Ulya, dan Madrasah Aliyah pesantren di Jawa Timur. “Kami berharap dapat terus memiliki program seperti ini di negara Arab Muslim lainnya di Afrika Utara, seperti Tunisia,” harapnya.

Hubungan kerja sama Jawa Timur dan Tunisia memiliki banyak potensi untuk dikembangkan. Oleh karena itu Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan menyambut baik diskusi untuk menginisiasi program kerja sama baru yang dapat mendukung kebijakan pembangunan dan meningkatkan hubungan antar masyarakat Jawa Timur dan Tunisia.

“Karena Pemerintah Provinsi Jawa Timur belum pernah melakukan kerjasama dengan Pemerintah Tunisia secara government to government atau G to G-nya, maka tentu akan banyak kerjasama yang bisa dikembangkan antara Jawa Timur dan Tunisia ke depan,” pungkasnya.

Sementara itu, Dubes RI untuk Tunisia Zuhairi Misrawi mengungkapkan bahwa sesuai data di Kementerian Luar Negeri, Provinsi Jawa Timur menduduki peringkat tertinggi pertama untuk ekspor ke luar negeri.

Ia juga menyampaikan kekagumannya bahwa di Jawa Timur telah berkembang koperasi-koperasi pesantren yang mampu menghasilkan produk-produk yang telah diekspor ke banyak negara. Oleh karena itu ia merasa sangat antusias untuk dapat membantu mempromosikan Jawa Timur khususnya di Tunisia.

“Saya senang sekali bisa diterima di Grahadi. Kami mendapatkan informasi bahwa ekspor terbesar itu dari Jawa Timur dari data di kementerian luar negeri, karena para dubes ingin sekali datang ke Jawa Timur. karena tugas utama dari kami adalah sebagai sales marketing kami tadi sudah sampaikan supaya ada komunikasi dengan semua KBRI,” kata Zuhairi Misrawi.

“Saya melihat itu datanya Surabaya-Jawa punya kontribusi besar untuk ekspor. Jadi, terima kasih atas silaturrahim ini. Mudah – mudahan saya teringat keinginan kepala dinas supaya agresif komunikasikan ke seluruh kedutaan besar kita, kita siap menjadi sales marketing tinggal kita disupport produk-produk apa di Jawa Timur yang ready untuk diekspor,” tambahnya.(*/hmn)

Iklan.

You Might Also Like

Airlangga Business Community/ABC: Perubahan Kebijakan Publik Harus Dibaca Sebagai Terbukanya Peluang Bisnis

Dari Warung hingga Toko Pakaian, Mia Andalkan Layanan BRI Jalankan Usahanya di Bondowoso

BRI Bondowoso Perluas Layanan hingga Desa, BRILink Agen Wringin Layani Transaksi Warga

Kopi “Tujuh Bidadari” Bondowoso Tembus Malaysia

Jadi Mitra BRI sejak 2018, BRILink Cahaya Bintang Layani Warga Jebung Kidul, Bondowoso

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Fatayat NU Surabaya dan Unipra kembangkan “one produk one ranting”
Next Article Bendungan Tugu Trenggalek dan Gongseng Bojonegoro diresmikan, Presiden optimis stok beras tercukupi tanpa impor

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Patahkan Framing Negatif Laporan KPK, IKAPETE Jatim Sebut Marwah Alumni Tebuireng Kini Terang Benderang
Nahdliyyin
Perkuat Kaderisasi Santri, ISNUQ Gelar PDO Perdana dengan 250 Peserta
Nahdliyyin
FGD “Santri Next” HSN 2026, ISNU Jatim Dorong Kiprah Santri Warnai Transformasi Jatim
Nahdliyyin
Peringati HSN 2026, SMP Khadijah dan LKKNU Surabaya Adakan Bimbingan Santri Usia Sekolah
Milenial

You Might also Like

Ekraf

Hari Pelanggan Nasional 2026, Manajemen BRI Bondowoso Sapa Nasabah dan Beri Apresiasi

15/09/2026
Ekraf

Kopi Kalibaru – Banyuwangi Sabet Tiga Juara dalam kompetisi “Green Beans” di Yogyakarta

07/09/2026
Ekraf

Noe Letto Nikmati Kopi Bondowoso, Festival Jadi Panggung Promosi Komoditas Lokal

01/09/2026
Ekraf

Bondowoso Digital Days (BDD) 2026 ditutup, 5.452 Transaksi QRIS Tercatat dengan Omzet Rp783,1 Juta

28/07/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?