By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Madura sebagai Puncak Rangkaian Harlah ke-99 NU
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Madura sebagai Puncak Rangkaian Harlah ke-99 NU
Nahdliyyin

Madura sebagai Puncak Rangkaian Harlah ke-99 NU

09/02/2022 Nahdliyyin
Suasana rapat persiapan panitia. Foto. dok. Panitia.
SHARE

SURABAYA. Radar96.com.
Rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-99 yang digelar PWNU Jawa Timur akan dipusatkan di Madura. Peringatan Harlah dalam hitungan kalender hijriah ini, berusaha mengembalikan fanatisme positif bagi warga NU, khususnya di Pulau Garam sebagai tempat kelahiran Guru Para Pendiri (Muassis) NU, yakni Syaikhona Muhammad Kholil bin Abdul Latif.

Nahdlatul Ulama berdiri pada 16 Rajab 1344 H, dalam hitungan tahun ini, 16 Rajab 1443, telah mencapai 99 tahun. Dalam hitungan kalender masehi, kelahiran NU bertepatan dengan 31 Januari 1926.

Agenda Harlah ke-99 NU tahun ini.

“Sebenarnya, ide untuk mengambil spirit NU dari Madura telah kami siapkan dua tahun lalu. Bahkan, PWNU Jawa Timur telah membentuk tim ad-hoc dan telah melakukan koordinasi dengan PCNU se-Madura. Tapi, memang ada pandemi Covid-19 sehingga baru kita laksanakan tahun ini,” tutur KH Abdussalam Shochib, Wakil Ketua PWNU Jawa Timur.

Menurut Gus Salam, panggilan akrab Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang itu, dalam rapat koordinasi dengan cabang-cabang NU di Madura, telah difokuskan dua hal.

Suasana rapat persiapan panitia. Foto. dok. Panitia.

Pertama, Mengembalikan kesadaran kolektif dan fanatisme positif, secara kongkret penekanan perhatian pada warga Nahdliyin di Madura, yang secara sosial masih terpinggirkan oleh sistem, baik masalah pendidikan, ekonomi, budaya dan sumber daya manusia.

Kedua, merumuskan peta jalan NU di Madura berbasis data ilmiah untuk mengetahui faktor-faktor pergeseran utama masyarakat di Madura terhadap NU. Sejak awal berdirinya, NU telah menjadi bagian penting dari masyarakat Madura, karena para ulama di Nusantara sebagian besar belajar dari Madura, tepatnya pada Syaikhona Muhammad Kholil di Bangkalan.

“Dulu, bahkan bila seseorang di Madura ditanya soal agamanya, dijawab: NU. Karena, secara umum dan sebagian besar masyarakat Madura memeluk Islam ala Ahlussunnah Waljamaah yang diajarkan NU,” tutur Gus Salam, dalam keterangannya Rabu (09/02/22).

Disadari jajaran PWNU Jawa Timur, masyarakat di Madura kini mengalami pergeseran nilai dan budaya. Memang, nilai-nilai ajaran Islam Ahlussunnah Waljamaah, seperti Tasamuh (toleran), Tawassuth (jalan tengah/ moderat), Tawazun (seimbang) dan I’tidal (tegak lurus) tetap diajarkan di pesantren-pesantren dan lembaga pendidikan di lingkungan NU.

“Tapi, bagi masyarakat Madura secara umum telah mengalami pergeseran. Hal ini, agaknya disebabkan banyak faktor di tingkat grassroots (akar rumput), tak sepenuhnya seperti dulu lagi. Inilah faktor-faktor yang kami cari agar bisa menentukan arah ke depan dari program-program NU,” tuturnya.

Rapat Persiapan Agenda Harlah
Guna melaksanakan rangkaian acara Harlah ke-99, PWNU Jawa Timur telah mengadakan rapat persiapan, Selasa 8 Februari 2022. Diikuti jajaran pengurus harian PWNU Jatim, lembaga-lembaga dan badan otonom serta PCNU se-Madura Raya. Rapat dipimpin langsung oleh Prof KH Abd A’la, yang juga pimpinan Pesantren An-Nuqoyah Guluk-Guluk Sumenep.

Dalam rapat terungkap sejumlah agenda. Seperti Ziarah Muasis NU yang di lokasi 8 titik se-Jawa Timur, pada Sabtu 12 Februari. Di antaranya, di Makam Syaikhona Kholil Bangkalan dan para muassis di cabang-cabang di Madura. Selain itu, juga di Tebuireng, Denanyar, Rejoso dan Tambakberas Jombang.

Makam para muassis NU lainnya, seperti di Surabaya, Gresik, Nganjuk, Kediri, Malang, Situbondo, Probolinggo, Jember dan sejumlah kota lainnya. Di Surabaya, misalnya, sebagai kota kelahiran NU, terdapat makam sejumlah tokoh seperti KH Ridlwan Abdullah (pencipta lambang NU), KH Mas Alwi bin Abdul Aziz, H Hasan Gipo (Presiden NU), dll.

Selain itu, acara berlangsung seperti Pekan Rajabiyah mulai tanggal 8-28 Februari, akan dilaksanakan Pengibaran Bendera NU serentak pada 14 Februari 2022.

Iklan.

You Might Also Like

KH Zakariya Al Ansori Siap Pimpin PCNU Situbondo sebagai Amanah Pengabdian

Masyarakat Aceh Apresiasi PWNU-Lazisnu Jatim Bangun Kembali Tujuh Fasilitas Keagamaan

PW IKAPETE Jatim Apresiasi Putusan Dewan Pers, Minta Stop Penyebaran Fitnah Suap Muktamar ke-35 NU

NU Butuh Roadmap Penguatan Ekonomi Komunitas Untuk Kemandirian Organisasi

PW Muslimat NU Jatim Raih Penghargaan Gubernur atas Program Imunisasi

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Uji coba Vaksin Merah Putih dimulai, Gubernur Khofifah ajak masyarakat jadi relawan
Next Article LAZISNU Jatim Bagikan 10 Ribu Kacamata Gratis untuk Guru Ngaji, Pembuka Rangkaian Harla ke-99 NU

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Bekerjasama Dengan Yayasan SASNU: “Islam Nusantara Pilar Peradapan Indonesia”
Sospol
Di UIN Khas Jember, Ketua LTN Bondowoso Tekankan Pentingnya Publikasi Ilmiah Berdampak
Sospol
KH Zakariya Al Ansori Siap Pimpin PCNU Situbondo sebagai Amanah Pengabdian
Nahdliyyin
Toko Sembako di Bondowoso Layani Transaksi Keuangan bagi Warga Tapen
Uncategorized

You Might also Like

Nahdliyyin

Awali HSN 2026, PWNU-LAZISNU Jatim Serahkan Bantuan Tujuh Bangunan ke PWNU Aceh

12/10/2026
Nahdliyyin

PWNU Jatim: Santri Dibutuhkan untuk Padukan Teknologi dengan Moral/Akhlak

11/10/2026
Nahdliyyin

Patahkan Framing Negatif Laporan KPK, IKAPETE Jatim Sebut Marwah Alumni Tebuireng Kini Terang Benderang

11/10/2026
Nahdliyyin

Perkuat Kaderisasi Santri, ISNUQ Gelar PDO Perdana dengan 250 Peserta

11/10/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?