By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Hoaks, Prof Nuh dalam Kondisi Sehat dikabarkan Meninggal
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Kontrahoax > Hoaks, Prof Nuh dalam Kondisi Sehat dikabarkan Meninggal
Kontrahoax

Hoaks, Prof Nuh dalam Kondisi Sehat dikabarkan Meninggal

06/03/2022 Kontrahoax
Prof Dr Ir KH Mohammad Nuh DEA, Ketua Majelis Wali Amanat ITS dan Ketua PBNU (*/ind-its).
SHARE

Surabaya (Radar96.com) – Beberapa hari terakhir ini, 4-5 Maret 2022, masyarakat Indonesia telah dihebohkan oleh sebuah berita mengenai wafatnya Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Dr Ir KH Mohammad Nuh DEA. Namun, berita tersebut dikonfirmasi sebagai berita palsu atau hoaks oleh keluarga besar ITS.

Kepala Unit Komunikasi Publik (UKP) ITS Dr Rahmatsyam Lakoro SSn MT mengatakan, berita palsu ini awal mulanya dikirim melalui grup WhatsApp (WA) dengan menampilkan tangkapan layar permintaan konfirmasi benar tidaknya berita tersebut.

“Siapa yang mula-mula membuatnya, saya kurang tahu persis,” tanggap dosen Desain Komunikasi Visual (DKV) ITS tersebut.

Dosen yang akrab disapa Ramok ini menanggapi bahwa berita yang tersebar ini bersifat misinformasi. Baik jika secara sengaja maupun tidak sengaja. Ramok berpendapat juga bahwa pengirim tidak bermaksud menyebarkan berita untuk keuntungan pribadi.

“Namun, dengan mengirim tangkapan layar ke grup WhatsApp lain, itu bukan langkah yang benar untuk mengonfirmasi,” ujarnya.

Maka dari itu, guna menghindari misinformasi ke depannya, alumnus doktoral Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut mengimbau kepada para warganet (netizen) untuk selalu menyaring informasi yang mereka peroleh sebelum menyebarkan kembali. Salah satu upaya untuk menyaring informasi adalah dengan memeriksa informasi tersebut di situs resmi yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Jika ingin memeriksa kebenaran berita terkait Prof Nuh (Prof Dr Ir KH Mohammad Nuh DEA, red), sebaiknya periksa di kanal ITS atau lembaga resmi lainnya,” katanya.

Selanjutnya, Ramok menjelaskan bahwa keadaan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) tersebut saat ini sedang dalam keadaan sehat dan beraktivitas secara normal.

Tak hanya itu, istri Prof Nuh, drg Layly Rahmawati juga menegaskan bahwa Prof Nuh masih sehat dan aktif. “Prof Nuh masih banyak amanah yang harus dijalankan,” tandas Layly, memastikan.

Terakhir, Ramok berpesan kepada para netizen bahwa seiring berjalannya waktu, arus informasi akan mengalir secara deras. Jika tidak dapat mengolahnya dengan baik, maka akan dapat merugikan banyak pihak yang berkaitan. “Maka dari itu, saya berharap netizen dapat lebih teliti dalam mengolah informasi. Jika telanjur, ada baiknya melakukan klarifikasi,” pungkasnya mengingatkan.

Sementara, Prof Nuh yang juga salah satu Ketua PBNU itu menilai ada dua hikmah atas mis-informasi yang dialami.

“Bagi saya, hikmahnya ada yang mengingatkan kematian untuk mempersiapkan sangu. Bagi masyarakat, hikmahnya bahwa informasi di medsos itu tidak selalu benar,” katanya. (*/ind-its)

Iklan.

You Might Also Like

PBNU Bantah Tudingan Terima Aliran Dana dari Perusahaan Tambang di Raja Ampat

Kemenag: Tidak Ada Larangan Gunakan Pengeras Suara di Masjid

Koalisi CekFakta.com Periksa 56 Hoaks

Gus Yahya: Transformasi Digital kurangi relevansi Ideologi

Forum “Tembang” Suarakan Demokrasi Damai di Ruang Digital Jelang Pilpres 2024

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Kerajinan Tenun Ikat dan Songket Parengan Lamongan pukau Gubernur Khofifah
Next Article Gubernur Khofifah ajak ICMI bantu pemikiran untuk Pemberdayaan Desa dan Ketahanan Pangan

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

“Liga Kampung Bung Karno” Disiapkan PDIP Bondowoso Jadi Kawah Candradimuka Pesepak Bola Muda
Sospol
Sambut Dies Natalis ke-13 Unusa Luncurkan Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan
Nahdliyyin
Pesantren Krapak Mayong Muliakan Anak Yatim di Hari Asyuro
Nahdliyyin
MENGURUS NU: ANTARA KHIDMAH DAN LIVELIHOOD
Uncategorized

You Might also Like

Kontrahoax

Idul Adha Ikut Pemerintah Arab Saudi atau Lokal?

18/06/2023
Kontrahoax

Luncurkan PESAT untuk Saring Hoaks Jelang Tahun Politik

30/04/2023
Kontrahoax

PBNU: Kepengurusan Definitif PCNU Kota Surabaya 2023-2024 Sah dan sesuai Peraturan

29/04/2023
Kontrahoax

“Kesalehan Digital” dan cara selamat di dunia digital

09/04/2023
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?