By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Ketum PBNU Terima kunjungan Perhimpunan Indonesia-Tionghoa
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Ketum PBNU Terima kunjungan Perhimpunan Indonesia-Tionghoa
Nahdliyyin

Ketum PBNU Terima kunjungan Perhimpunan Indonesia-Tionghoa

05/04/2022
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menerima kunjungan dari Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Senin (4/4/2022). (*/NUO)
SHARE

Jakarta (Radar96.com/NUO) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menerima kunjungan dari Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Senin (4/4/2022).

Gus Yahya dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya silaturahim antar umat beragama untuk menciptakan kerukunan. “Bercampur dan berbaur antar umat beragama sangat penting agar tidak menghambat terciptanya kerukunan,” kata Gus Yahya.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin Rembang itu juga menceritakan, keluarganya memiliki hubungan cukup dekat dengan etnis Tionghoa. Sayangnya, kedekatan itu hanya dialami sampai generasi pamannya saja. “Nah, dari sana saya berpikir kenapa ada perubahan seperti itu hingga membuat anak-anak generasi saya tidak dapat berbaur sebagaimana generasi-generasi sebelumnya,” ucap Gus Yahya.

“Ternyata hadirnya sekat-sekat kecil yang membuat itu berubah,” sambung dia. Karenanya, ia berharap pertemuannya dengan Perhimpunan INTI dapat menjadi jalan terciptanya kerukunan antar umat beragama ataupun antar etnis di Indonesia.

“Saya kira ini perlu kita (PBNU dan INTI) pikirkan lewat berbagai kegiatan yang positif seperti ruang-ruang dialog antar umat beragama,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Perhimpunan INTI Candra Jap menyampaikan, pihaknya menyambut baik ajakan Gus Yahya terkait kegiatan positif tersebut. Terlebih INTI dan PBNU memiliki visi yang sama yaitu kemanusiaan dan kebangsaan.

“Terima kasih sekali atas sambutannya Gus Yahya, berbicara INTI dan PBNU adalah semata-mata tentang kemanusiaan dan kebangsaan,” terang Candra.

Perhimpunan INTI didirikan pada tahun 1999 untuk mengatasi berbagai masalah yang menyangkut etnis Tionghoa, seperti diskriminasi. Eksistensi Perhimpunan INTI tidak bisa dilepaskan dari Gus Dur, yang salah satunya tetap menginginkan agar organisasi ini tetap memegang identitas Tionghoa dalam nama organisasinya.

Kunjungan Dubes China

Sebelumnya (23/3), Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menerima kunjungan Duta Besar China untuk Indonesia, Lu Kang, di Kantor PBNU, Jakarta Pusat.

Dalam kunjungannya itu, Dubes Lu menyampaikan maksud kepada Ketum PBNU berkenaan dengan kerja sama antara kedua belah pihak, utamanya terkait pencarian solusi dari dinamika global yang terjadi saat ini.

“Kami melakukan diskusi yang sangat menarik, tidak hanya bagaimana untuk saling menciptakan kesamaan pengertian, kesamaan pemikiran, tetapi juga beberapa topik lain yang juga menjadi fokus bersama,” kata Dubes Lu.

Melalui pertemuan tersebut, ia berharap pihaknya dapat menjalin kerja sama konkret dengan NU dan bisa menelurkan solusi sebagai wujud kontribusi dalam memecahkan permasalahan global.

“Merupakan kehormatan bagi saya untuk berada di sini dan mudah-mudahan kita dapat bekerja bersama dalam banyak hal penting tidak hanya antara dua bangsa, tetapi juga untuk keamanan, kemakmuran, dan kemaslahatan bagi dunia pada umumnya,” urainya.

Dubes Lu mengaku bahwa lawatannya ke PBNU ini merupakan kunjungan perdana setelah sebulan menjabat sebagai Dubes China untuk Indonesia. “Sebagai Duta Besar China yang baru untuk Indonesia, ini adalah pertama kalinya saya mengunjungi gedung ini,” ujar pria kelahiran Nanjing, 14 Mai 1968 tersebut.

Menanggapi hal itu, Gus Yahya mengatakan bahwa pihaknya menerima tawaran rencana kerja sama tersebut. Ia meyakini bahwa sinergi tersebut merupakan ikhtiar untuk menjawab sejumlah permasalahan yang terjadi di dunia internasional saat ini.

“Kami melakukan perbincangan yang jujur tentang situasi dan masalah-masalah menyangkut dua bangsa, dan kami sepakat mempererat hubungan komunikasi dan mengembangkan kerja sama lebih lanjut untuk mengatasi berbagai masalah yang masih ada antara Indonesia dengan China khususnya dan juga terkait isu-isu internasional,” paparnya.

“Kita sangat berterima kasih atas kunjungannya. Kita berharap, kita akan segera melakukan tindak lanjut atas perbincangan hari ini dengan diskusi-diskusi yang lebih dalam untuk merundingkan kerja-sama kerja-sama di masa depan,” imbuhnya kiai kelahiran Rembang, Jawa Tengah itu.

Tidak hanya China, sejumlah dubes juga berkunjung ke PBNU setelah Gus Yahya terpilih, diantaranya Jerman, Qatar, Jepang, AS, Rusia, Suriah, Pakistan, Palestina, dan sebagainya. (*/NUO)

Sumber:
*) https://www.nu.or.id/nasional/ketum-pbnu-terima-kunjungan-perhimpunan-indonesia-tionghoa-ky25u
*) https://www.nu.or.id/nasional/dikunjungi-dubes-china-ketum-pbnu-tegaskan-terima-tawaran-kerja-sama-ofgsg

Iklan.

You Might Also Like

PWNU Jatim Berangkatkan 15 armada bus Mudik Gratis

PWNU Jatim Tekankan pentingnya Ukhuwah Jam’iyah dalam Bukber Ramadhan 1447 H

ISNU Jatim: Modernisasi dan Profesi Digital jadi Solusi SDM 2045

LAZISNU Bekali Siswa SMPN 3 Sidoarjo Keterampilan Pemulasaran Jenazah

Pondok Ramadhan Jadi Ajang Belajar Zakat dan Menumbuhkan Kepedulian

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Siswa Jatim Terbanyak Diterima SNMPTN 2022
Next Article “Nusa Mart” buka “online shop”

Advertisement



Berita Terbaru

DMI Jatim Luncurkan Program “Masjid Ramah Pemudik & Arus Balik” di Jombang
Sospol
PWNU Jatim Berangkatkan 15 armada bus Mudik Gratis
Nahdliyyin
DMI Jatim Luncurkan Program “Masjid Ramah Pemudik- balik”
Sospol
166 Personel Amankan Shalat Idul Fitri di Masjid Al-Akbar Surabaya
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

LAZISNU Gelar Tadris Zakat, Perkuat Peran untuk Kesejahteraan Warga Dhuafa

12/03/2026
Nahdliyyin

Pertama Kali, LPTNU Award 2026 Apresiasi Ilmuwan dan Akademisi PTNU

11/03/2026
Nahdliyyin

PW Muslimat NU Jatim: Fenomena Hilangnya Cinta Butuhkan “Karakter Pecinta”

09/03/2026
Nahdliyyin

UPZIS LAZISNU Bringinbendo Gelar Santunan Anak Yatim Rutin Tahunan

08/03/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?