By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Bupati seriusi dan dukung OPOP di Sidoarjo
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Ekraf > Bupati seriusi dan dukung OPOP di Sidoarjo
Ekraf

Bupati seriusi dan dukung OPOP di Sidoarjo

31/05/2022 Ekraf
Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor bertemu Sekjen OPOP (One Pesantren One Product) Jawa Timur di Pendopo Sidoarjo, Senin (30/05/22). (*/hmn)
SHARE

Sidoarjo (Radar96.com) – Selama beberapa tahun terakhir, upaya memotivasi dan mengasah skill wirausaha (entrepreneurship) dari kalangan pesantren, terus dilakukan pemerintah. Melalui program OPOP (One Pesantren One Procuct), upaya itu diyakini bakal melahirkan semakin banyak santriwirausaha atau santri-preneur, termasuk di Sidoarjo.

Karenanya, Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor sangat bersemangat ketika membahas perkembangan program OPOP saat berbincang tentang program OPOP Jawa Timur bersama Sekjen OPOP, Gus Ghofirin dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim, Dr Andromeda Qomariah, di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, Senin (30/5/2022).

Gus Muhdlor, panggilan Bupati Sidoarjo, terlihat sangat antusias membahas program untuk kalangan pondok pesantren di Sidoarjo. Ia menyebut, Pemkab Sidoarjo akan mendukung penuh ponpes di Kabupaten Sidoarjo untuk bisa menjadi anggota OPOP.

Bupati juga bakal mengeluarkan SK dan membentuk tim pengurus OPOP di Sidoarjo untuk mengawal penuh program tersebut. Bahkan, Gus Muhdlor juga memerintahkan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sidoarjo agar melakukan pendampingan bagi ponpes yang belum memiliki koperasi.

“Apapun yang diperlukan dalam pembentukan OPOP di Sidoarjo, kami dari Pemkab Sidoarjo siap membantu agar bisa terwujud,” kata Gus Muhdlor.

Bupati mengaku sangat bersemangat mendukung program ini karena ia yakin bakal banyak terbentuk santri-preneur dari program ini. Apalagi, OPOP juga sejalan dengan salah satu program prioritasnya, yakni UMKM Naik Kelas.
“Dengan OPOP pasti akan sangat membantu UMKM untuk berkembang lagi. Karena selain memberikan manfaat bagi ponpes juga bagi masyarakat luas,” papar Gus Muhdlor.

Sementara itu, Sekjen OPOP Jatim, Gus Ghofirin mengungkapkan bahwa kepengurusan OPOP Jawa Timur diketuai oleh Sekda Prov Jatim. Ada lima bidang di dalamnya, yakni Bidang Perencanaan, Bidang Santri Preneur, Pesantren Preneur, Sosio Preneur, dan Bidang Logistik dan Marketing Komunikasi.

“OPOP merupakan program peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis pesantren melalui pemberdayaan santri dan pemberdayaan alumni pesantren,” terang Gus Ghofirin.

Ia menyebut bahwa pemberdayaan melalui OPOP memunculkan tiga pilar pokok. Yaitu santri-preneur, pesantren-preneur dan sosio-preneur. “Program ini intinya disasarkan pada ponpes. Setiap ponpes diharapkan bisa memiliki satu unit bisnis yang unggul dan berkualitas. Unit bisnis yang dimaksud adalah koperasi, sehingga outputnya satu pesantren punya satu kopontren,” urainya.
Sejak tahun 2019, terhitung sudah ada 28 ponpes di Sidoarjo yang ikut program ini. Dari 28 ponpes tersebut, terdata ada 13 ponpes yang telah memiliki Kopontren (Koperasi Pondok Pesantren) sehingga masih ada 15 ponpes lagi yang belum memiliki Kopontren.

Untuk itu, ia meminta ada kolaborasi dengan Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Koperasi dan UMKM Sidoarjo agar ponpes yang belum memiliki Kopontren, bisa segera memiliki Kopontren.

Pemprov Jatim juga akan menyediakan SDM yang handal dalam pengelolaan Kopontren dengan memberikan pelatihan dan sertifikasi. Selain itu OPOP Jatim juga akan melakukan pendampingan untuk menciptakan produk yang unik dan menjadi unggulan ponpes yang dapat diminati pasar.

Setelah itu ada pendampingan untuk mendapatkan sertifikasi halal, merek serta dalam mendapatkan izin BPPOM. Gus Ghofirin juga menyampaikan saat ini OPOP Jatim menyediakan bantuan permodalan bagi ponpes yang menjadi anggota.

Bantuan permodalan itu berupa hibah Rp50 juta akan disalurkan kepada Kopontren melalui Dinas Koperasi Provinsi Jawa Timur. Bantuan permodalan tersebut diharapkan akan meningkatkan kinerja Kopontren dalam hal pemasaran produk yang berimbas meningkatnya omzet produk.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim, Dr Andromeda Qomariah yang juga menjabat Ketua Harian OPOP Jatim menjelaskan, OPOP Jatim memiliki 750 peserta yang tersebar di 38 kabupaten/kota dan sudah direplikasi di 8 kabupaten.

Provinsi Jawa Timur memberikan pemberdayaan sehingga terjadi penguatan yang bukan hanya pada pondok pesantrennya saja tetapi juga santri dan alumni. Pendampingan tersebut berupa penguatan kelembagaan, peningkatan produk dan kualitas produk serta penguatan SDM.

“Selain itu kami akan memberikan pendampingan dalam hal pemasarannya, seperti bekerja sama dengan e-Commerce dan sebagainya. Sementara untuk pembinaannya, beberapa OPD di Jatim juga ikut terlibat,” pungkasnya. (*/hmn)

Iklan.

You Might Also Like

Paving Blok Pesantren Angkat Nilai Sampah Plastik jadi Peluang Ekonomi

Road Map Pesantren Tangguh Bencana Dimulai dari Malang

Produk OPOP Perluas Jejaring Usaha dalam Misi Dagang Jatim-Riau

Teh Tarik, Langkah Nyata Pesantren Al Jauhar Bangun Basis Ekonomi

BSI dan LAZISNU Jatim Perkuat Gerakan Koin NU Lewat QRIS

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Nadiem: Pelajaran Agama takkan dihapus dari Kurikulum
Next Article Gubernur Khofifah lantik Fattah Jasin jadi Wabup Pamekasan

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Festival Literasi 2026, Bupati Bondowoso: Perkuat Gerakan Literasi
Sospol
Podcast “Masjid Inspiratif” DMI Jatim Gali Potensi Dakwah untuk Gen Z-Lokalisasi-UMKM
Uncategorized
Persaudaraan Bawean Nusantara (PBN) terbentuk di Bondowoso
Sospol
Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim Pimpin “Dzikir Sambut Muktamar NU Ke-35” oleh LDNU
Nahdliyyin

You Might also Like

Ekraf

Peternakan Ayam Kampung Pesantren Al Fatah Tembus Ratusan Ekor

02/07/2026
Ekraf

Lima Koppontren Tembus Final Lomba Koperasi Berprestasi Tingkat Jawa Timur

01/07/2026
Ekraf

Akademisi Universitas At-Taqwa Bondowoso: Pertanian Fondasi Ketahanan Ekonomi Nasional

30/06/2026
Ekraf

Kreativitas Santri Annur Azzahra Hadirkan Lampu Hias Penguat Ekonomi Pesantren

30/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?