By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Road Map Pesantren Tangguh Bencana Dimulai dari Malang
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Ekraf > Road Map Pesantren Tangguh Bencana Dimulai dari Malang
Ekraf

Road Map Pesantren Tangguh Bencana Dimulai dari Malang

15/07/2026 Ekraf
SHARE

Malang, radar96.com – Upaya memperkuat kesiapsiagaan pesantren dalam menghadapi potensi bencana terus menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Hal tersebut ditandai dengan pelaksanaan kegiatan Tindak Lanjut Advokasi Tim Pesantren Tangguh Bencana (Pestana) Kabupaten/Kota se-Jawa Timur yang diawali di wilayah Bakorwil Malang, Selasa (14/7/26). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan, termasuk Sekretaris Jenderal Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) sekaligus Tim Ahli Pestana, Mohammad Ghofirin.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jawa Timur, Agung Subagyo. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis sebagai pusat pendidikan, pembinaan karakter, sekaligus penggerak masyarakat sehingga perlu memiliki kapasitas dalam menghadapi risiko bencana. “Program Pestana bukan sekadar membentuk tim di lingkungan pesantren, tetapi membangun budaya kesiapsiagaan yang berkelanjutan. Kolaborasi seluruh pihak sangat diperlukan agar setiap pesantren di Jawa Timur mampu menjadi lingkungan yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana,” ujarnya.

Memasuki sesi materi pertama, Sekretaris Jenderal JKSN yang juga Tim Ahli Pestana, Mohammad Ghofirin, memaparkan materi bertajuk “Road Map Pesantren Tangguh Bencana”. Ia menjelaskan bahwa penguatan ketangguhan pesantren harus dilakukan secara bertahap melalui penyusunan peta jalan yang jelas, mulai dari identifikasi risiko, pembentukan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga penyusunan prosedur kesiapsiagaan dan mitigasi. “Road map ini menjadi panduan agar setiap pesantren memiliki arah yang sama dalam membangun sistem ketangguhan bencana. Kita tidak hanya berbicara tentang respons ketika bencana terjadi, tetapi juga bagaimana membangun budaya mitigasi, kesiapsiagaan, serta kolaborasi lintas sektor sehingga pesantren mampu melindungi seluruh warganya secara berkelanjutan,” jelas Ghofirin.

Materi berikutnya disampaikan oleh narasumber dari BPBD, Dadang Iqwandi, yang mengulas pentingnya penguatan kapasitas kelembagaan dalam penanggulangan bencana. Menurutnya, keberadaan Tim Pestana akan menjadi bagian penting dalam mempercepat koordinasi antara pesantren dengan pemerintah daerah maupun lembaga terkait ketika terjadi kondisi darurat. “Ketangguhan tidak dibangun ketika bencana sudah datang, melainkan dipersiapkan jauh sebelumnya melalui edukasi, latihan, simulasi, dan koordinasi yang berkesinambungan. Dengan terbentuknya Tim Pestana di setiap daerah, kita berharap pesantren mampu menjadi garda terdepan dalam melindungi santri sekaligus menjadi pusat edukasi kebencanaan bagi masyarakat di sekitarnya,” ungkap Dadang.

Selanjutnya, narasumber dari Bakorwil III Malang memaparkan peran Bakorwil dalam mendukung pembentukan Tim Pestana di berbagai kabupaten dan kota. Dukungan tersebut diwujudkan melalui koordinasi lintas perangkat daerah, fasilitasi komunikasi antarlembaga, serta penguatan sinergi dengan pemerintah daerah agar implementasi program berjalan optimal. “Bakorwil siap menjadi penghubung berbagai pihak agar proses pembentukan dan penguatan Tim Pestana dapat berlangsung lebih efektif di setiap wilayah,” jelasnya.
Pada sesi terakhir, narasumber dari Siap Siaga menyampaikan materi bertajuk “Mengubah Kerentanan Menjadi Ketangguhan Sistematik”. Materi tersebut menekankan pentingnya pendekatan yang terstruktur dalam membangun kesiapsiagaan, mulai dari pemetaan risiko, perencanaan, hingga penguatan kapasitas komunitas secara berkelanjutan. “Ketangguhan akan tercipta apabila seluruh unsur memiliki pemahaman yang sama dan bekerja secara sistematis dalam mengurangi risiko bencana,” paparnya.

Melalui kegiatan advokasi ini, diharapkan proses pembentukan dan penguatan Tim Pestana di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur dapat berjalan lebih terarah. Sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, JKSN, BPBD, Bakorwil, Siap Siaga, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pesantren yang tidak hanya unggul dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki kemampuan menghadapi berbagai potensi bencana secara tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.

Iklan.

You Might Also Like

Airlangga Business Community/ABC: Perubahan Kebijakan Publik Harus Dibaca Sebagai Terbukanya Peluang Bisnis

Dari Warung hingga Toko Pakaian, Mia Andalkan Layanan BRI Jalankan Usahanya di Bondowoso

BRI Bondowoso Perluas Layanan hingga Desa, BRILink Agen Wringin Layani Transaksi Warga

Kopi “Tujuh Bidadari” Bondowoso Tembus Malaysia

Jadi Mitra BRI sejak 2018, BRILink Cahaya Bintang Layani Warga Jebung Kidul, Bondowoso

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Gus Afif Pimpin Silaturahmi PKB ke PCNU, Perkuat Hubungan dan Perjuangkan Aspirasi Umat
Next Article Pemilihan Ketum PBNU Melalui Ahwa

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

DPP LPKAN Kecam 5 Oknum BNPB yang Jadi Tersangka Korupsi oleh KPK di Tengah Bencana yang Menghancurkan
Sospol
Mahasiswa PPDS Unusa Ungguli 45 Peserta Lain dari 7 PTN/PTS
Milenial
NU Butuh Roadmap Penguatan Ekonomi Komunitas Untuk Kemandirian Organisasi
Nahdliyyin
MUI Jatim Siap Gelar Ijtima’ Ulama di Mojokerto
Sospol

You Might also Like

Ekraf

Hari Pelanggan Nasional 2026, Manajemen BRI Bondowoso Sapa Nasabah dan Beri Apresiasi

15/09/2026
Ekraf

Kopi Kalibaru – Banyuwangi Sabet Tiga Juara dalam kompetisi “Green Beans” di Yogyakarta

07/09/2026
Ekraf

Noe Letto Nikmati Kopi Bondowoso, Festival Jadi Panggung Promosi Komoditas Lokal

01/09/2026
Ekraf

Bondowoso Digital Days (BDD) 2026 ditutup, 5.452 Transaksi QRIS Tercatat dengan Omzet Rp783,1 Juta

28/07/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?