Sampang, radar96.com – Pesantren Nurut Thullab yang beralamat di Jalan Simpang Tiga Dusun Bangsal, Desa Gunung Eleh, Kedungdung, Sampang, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kemandirian ekonomi pesantren melalui pengembangan berbagai unit usaha produktif. Selain menjadi pusat pendidikan agama, pesantren ini juga aktif mendorong lahirnya kegiatan ekonomi yang melibatkan masyarakat sekitar. Salah satu inovasi yang menjadi daya tarik adalah produksi paving blok berbahan dasar sampah plastik, sebuah produk yang tidak hanya memiliki nilai jual, tetapi juga menjadi solusi dalam mengurangi limbah plastik di lingkungan. Inovasi tersebut menjadi bukti bahwa pesantren mampu menghadirkan usaha yang bermanfaat bagi ekonomi sekaligus memberikan dampak positif terhadap kelestarian lingkungan.
Melalui unit usaha tersebut, Pesantren Nurut Thullab membangun kolaborasi dengan masyarakat sekitar untuk mengumpulkan sampah plastik yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Sampah plastik yang terkumpul kemudian diolah menjadi bahan baku paving blok dengan proses produksi yang menghasilkan produk berkualitas dan memiliki nilai ekonomi. Kolaborasi ini memberikan manfaat ganda, yakni membantu mengurangi penumpukan sampah plastik sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan bagi masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam penyediaan bahan baku. Dengan demikian, keberadaan unit usaha ini tidak hanya menguatkan ekonomi pesantren, tetapi juga menumbuhkan semangat pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan limbah yang lebih produktif.

Pesantren Nurut Thullab mulai bergabung sebagai peserta Program One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur pada tahun 2026. Sejak mengikuti program tersebut, pesantren semakin terdorong untuk mengembangkan potensi usaha yang dimiliki. Saat ini terdapat beberapa produk yang dihasilkan, di antaranya keripik pisang, keripik singkong, serta paving blok yang menjadi produk unggulan. Kehadiran OPOP memberikan ruang bagi pesantren untuk memperoleh pendampingan, memperluas wawasan kewirausahaan, sekaligus meningkatkan kualitas usaha agar mampu bersaing dan berkembang secara berkelanjutan.

Di antara berbagai produk yang dimiliki, paving blok menjadi produk andalan karena menawarkan konsep yang berbeda dibandingkan produk sejenis. Bahan utama yang digunakan berasal dari sampah plastik yang diolah menjadi paving blok berkualitas dengan harga yang terjangkau, yaitu Rp 70.000 per meter. Selain memberikan nilai tambah terhadap limbah plastik, produk ini juga menunjukkan bahwa inovasi sederhana mampu menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan. Melalui pemanfaatan limbah sebagai bahan baku utama, Pesantren Nurut Thullab membuktikan bahwa persoalan sampah dapat diubah menjadi peluang ekonomi yang memberikan manfaat bagi banyak pihak.
Pengurus Pesantren Nurut Thullab, Gus Hairul Umam, berharap Program OPOP dapat terus menjadi jembatan bagi pesantren untuk tumbuh menjadi lebih mandiri secara ekonomi. Menurutnya, pendampingan yang diberikan melalui OPOP sangat membantu pesantren dalam mengembangkan usaha sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat. “Kami berharap Program OPOP dapat terus berkembang dan semakin banyak membantu pesantren, khususnya pesantren yang belum mandiri secara ekonomi. Semoga semakin banyak pesantren yang memiliki usaha produktif sehingga mampu memberikan manfaat, baik untuk pesantren maupun masyarakat di sekitarnya,” ujar Gus Hairul.
Sekretaris OPOP Jawa Timur, Gus Ghofirin, mengapresiasi langkah Pesantren Nurut Thullab yang mampu menghadirkan inovasi usaha berbasis ekonomi sirkular melalui pemanfaatan sampah plastik. Menurutnya, inovasi seperti ini mencerminkan semangat OPOP yang tidak hanya mendorong lahirnya produk unggulan pesantren, tetapi juga menghadirkan solusi atas persoalan sosial dan lingkungan. “Apa yang dilakukan Pesantren Nurut Thullab menunjukkan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membangun ekonomi masyarakat. Ketika sampah plastik dapat diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi, maka yang tumbuh bukan hanya usahanya, tetapi juga kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan. Inilah semangat OPOP, yaitu mendorong lahirnya pesantren yang mandiri, inovatif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkap Gus Ghofirin pada Senin (20/7/26).
Masyarakat yang ingin mendapatkan produk paving blok maupun produk unggulan lainnya dari Pesantren Nurut Thullab dapat langsung berkunjung ke Pondok Pesantren Nurut Thullab atau menghubungi nomor 0823-3713-6115. Melalui inovasi paving blok berbahan dasar sampah plastik ini, Pesantren Nurut Thullab membuktikan bahwa pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang menghadirkan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, serta kemajuan ekonomi pesantren secara berkelanjutan.



