By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Paving Blok Pesantren Angkat Nilai Sampah Plastik jadi Peluang Ekonomi
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Ekraf > Paving Blok Pesantren Angkat Nilai Sampah Plastik jadi Peluang Ekonomi
Ekraf

Paving Blok Pesantren Angkat Nilai Sampah Plastik jadi Peluang Ekonomi

20/07/2026 Ekraf
SHARE

Sampang, radar96.com – Pesantren Nurut Thullab yang beralamat di Jalan Simpang Tiga Dusun Bangsal, Desa Gunung Eleh, Kedungdung, Sampang, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kemandirian ekonomi pesantren melalui pengembangan berbagai unit usaha produktif. Selain menjadi pusat pendidikan agama, pesantren ini juga aktif mendorong lahirnya kegiatan ekonomi yang melibatkan masyarakat sekitar. Salah satu inovasi yang menjadi daya tarik adalah produksi paving blok berbahan dasar sampah plastik, sebuah produk yang tidak hanya memiliki nilai jual, tetapi juga menjadi solusi dalam mengurangi limbah plastik di lingkungan. Inovasi tersebut menjadi bukti bahwa pesantren mampu menghadirkan usaha yang bermanfaat bagi ekonomi sekaligus memberikan dampak positif terhadap kelestarian lingkungan.

Melalui unit usaha tersebut, Pesantren Nurut Thullab membangun kolaborasi dengan masyarakat sekitar untuk mengumpulkan sampah plastik yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Sampah plastik yang terkumpul kemudian diolah menjadi bahan baku paving blok dengan proses produksi yang menghasilkan produk berkualitas dan memiliki nilai ekonomi. Kolaborasi ini memberikan manfaat ganda, yakni membantu mengurangi penumpukan sampah plastik sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan bagi masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam penyediaan bahan baku. Dengan demikian, keberadaan unit usaha ini tidak hanya menguatkan ekonomi pesantren, tetapi juga menumbuhkan semangat pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan limbah yang lebih produktif.

Pesantren Nurut Thullab mulai bergabung sebagai peserta Program One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur pada tahun 2026. Sejak mengikuti program tersebut, pesantren semakin terdorong untuk mengembangkan potensi usaha yang dimiliki. Saat ini terdapat beberapa produk yang dihasilkan, di antaranya keripik pisang, keripik singkong, serta paving blok yang menjadi produk unggulan. Kehadiran OPOP memberikan ruang bagi pesantren untuk memperoleh pendampingan, memperluas wawasan kewirausahaan, sekaligus meningkatkan kualitas usaha agar mampu bersaing dan berkembang secara berkelanjutan.

Di antara berbagai produk yang dimiliki, paving blok menjadi produk andalan karena menawarkan konsep yang berbeda dibandingkan produk sejenis. Bahan utama yang digunakan berasal dari sampah plastik yang diolah menjadi paving blok berkualitas dengan harga yang terjangkau, yaitu Rp 70.000 per meter. Selain memberikan nilai tambah terhadap limbah plastik, produk ini juga menunjukkan bahwa inovasi sederhana mampu menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan. Melalui pemanfaatan limbah sebagai bahan baku utama, Pesantren Nurut Thullab membuktikan bahwa persoalan sampah dapat diubah menjadi peluang ekonomi yang memberikan manfaat bagi banyak pihak.

Pengurus Pesantren Nurut Thullab, Gus Hairul Umam, berharap Program OPOP dapat terus menjadi jembatan bagi pesantren untuk tumbuh menjadi lebih mandiri secara ekonomi. Menurutnya, pendampingan yang diberikan melalui OPOP sangat membantu pesantren dalam mengembangkan usaha sekaligus memperluas manfaatnya bagi masyarakat. “Kami berharap Program OPOP dapat terus berkembang dan semakin banyak membantu pesantren, khususnya pesantren yang belum mandiri secara ekonomi. Semoga semakin banyak pesantren yang memiliki usaha produktif sehingga mampu memberikan manfaat, baik untuk pesantren maupun masyarakat di sekitarnya,” ujar Gus Hairul.

Sekretaris OPOP Jawa Timur, Gus Ghofirin, mengapresiasi langkah Pesantren Nurut Thullab yang mampu menghadirkan inovasi usaha berbasis ekonomi sirkular melalui pemanfaatan sampah plastik. Menurutnya, inovasi seperti ini mencerminkan semangat OPOP yang tidak hanya mendorong lahirnya produk unggulan pesantren, tetapi juga menghadirkan solusi atas persoalan sosial dan lingkungan. “Apa yang dilakukan Pesantren Nurut Thullab menunjukkan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membangun ekonomi masyarakat. Ketika sampah plastik dapat diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi, maka yang tumbuh bukan hanya usahanya, tetapi juga kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan. Inilah semangat OPOP, yaitu mendorong lahirnya pesantren yang mandiri, inovatif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkap Gus Ghofirin pada Senin (20/7/26).

Masyarakat yang ingin mendapatkan produk paving blok maupun produk unggulan lainnya dari Pesantren Nurut Thullab dapat langsung berkunjung ke Pondok Pesantren Nurut Thullab atau menghubungi nomor 0823-3713-6115. Melalui inovasi paving blok berbahan dasar sampah plastik ini, Pesantren Nurut Thullab membuktikan bahwa pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang menghadirkan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, serta kemajuan ekonomi pesantren secara berkelanjutan.

Iklan.

You Might Also Like

Road Map Pesantren Tangguh Bencana Dimulai dari Malang

Produk OPOP Perluas Jejaring Usaha dalam Misi Dagang Jatim-Riau

Teh Tarik, Langkah Nyata Pesantren Al Jauhar Bangun Basis Ekonomi

BSI dan LAZISNU Jatim Perkuat Gerakan Koin NU Lewat QRIS

Peternakan Ayam Kampung Pesantren Al Fatah Tembus Ratusan Ekor

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Jelang Muktamar NU ke-35, ISHARI gelari KHA Wahab Hasbullah sebagai “Bapak ISHARI”
Next Article Kolaborasi Pemuda, DPRD, dan Mahasiswa Warnai Aksi Sosial PEMBERSATU Bondowoso di Desa Taman

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Universitas Bondowoso Tantang Mahasiswa KKN Jadi Agen Transformasi Desa Berbasis Digital
Uncategorized
Kolaborasi Pemuda, DPRD, dan Mahasiswa Warnai Aksi Sosial PEMBERSATU Bondowoso di Desa Taman
Sospol
Jelang Muktamar NU ke-35, ISHARI gelari KHA Wahab Hasbullah sebagai “Bapak ISHARI”
Nahdliyyin
Lengkapi Istighotsah Kubro dengan Aksi Sosial Santuni 84 Anak Yatim
Nahdliyyin

You Might also Like

Ekraf

Lima Koppontren Tembus Final Lomba Koperasi Berprestasi Tingkat Jawa Timur

01/07/2026
Ekraf

Akademisi Universitas At-Taqwa Bondowoso: Pertanian Fondasi Ketahanan Ekonomi Nasional

30/06/2026
Ekraf

Kreativitas Santri Annur Azzahra Hadirkan Lampu Hias Penguat Ekonomi Pesantren

30/06/2026
Ekraf

Festival Muharram 2026 di Bondowoso Putar Ekonomi Rp3 Miliar ke UMKM dan Industri Halal

26/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?