Riau, radar96.com – Produk-produk unggulan binaan Program One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur turut meramaikan pelaksanaan Misi Dagang dan Investasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Riau yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Rabu (8/7/26). Kegiatan tersebut menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pelaku usaha dari kedua provinsi sekaligus memperluas peluang kerja sama perdagangan, investasi, dan pemasaran produk unggulan daerah. Kehadiran OPOP Jatim dalam misi dagang ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kualitas produk pesantren kepada pasar yang lebih luas.
Pada misi dagang kali ini, OPOP Jatim menghadirkan berbagai produk unggulan dari pesantren binaan, di antaranya Pesantren Azidan Barokatuz Zainil Hasan, Probolinggo dan Pesantren Darussalam, Tulungagung. Beragam produk yang ditampilkan meliputi keripik pisang Gedang Koe, kain batik, bawang merah Batu Ijo, produk Arabian Food, teh bubuk, aneka snack cokelat, serta berbagai produk unggulan lainnya. Kehadiran produk-produk tersebut mendapat perhatian dari para pelaku usaha yang hadir karena dinilai memiliki kualitas dan potensi untuk dikembangkan ke pasar yang lebih luas.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa Misi Dagang Jawa Timur–Riau merupakan pelaksanaan misi dagang kelima yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sepanjang tahun 2026. Menurutnya, setiap pelaksanaan misi dagang selalu diarahkan untuk memperkuat kemitraan antardaerah melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, perangkat daerah, dunia usaha, hingga berbagai institusi pendukung.
“Untuk tahun 2026 ini merupakan misi dagang yang kelima. Yang selalu kami bangun adalah penguatan kemitraan antarprovinsi. Karena itu kami terus membawa semangat tumbuh bersama, maju bersama, berkembang bersama, dan sejahtera bersama,” ujar Khofifah.
Khofifah menegaskan bahwa misi dagang bukan sekadar forum pertemuan antara penjual dan pembeli, melainkan instrumen strategis untuk mempertemukan potensi dan kebutuhan antarwilayah. “Misi dagang ini bukan sekadar forum pertemuan antara penjual dan pembeli. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan ikhtiar untuk mempertemukan potensi dan kebutuhan kedua daerah, memperluas jejaring usaha, memperkuat rantai pasok antardaerah, serta membangun kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan. Kita ingin mempertemukan daerah yang memiliki komoditas dengan daerah yang membutuhkan pasokan, memperpendek rantai distribusi, memperluas pasar produk unggulan, sekaligus memperkuat penggunaan produk dalam negeri. Inilah esensi dari Misi Dagang yang terus kita bangun,” tegasnya.
Salah satu peserta dari OPOP Jatim, Pengasuh Pesantren Azidan Barokatuz Zainil Hasan, Dian Retno, mengaku keikutsertaan dalam misi dagang memberikan manfaat besar bagi pelaku UMKM berbasis pesantren. Menurutnya, kegiatan seperti ini mampu membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan peluang kerja sama dengan berbagai mitra usaha.
Hal senada disampaikan oleh perwakilan Pesantren Darussalam Tulungagung, Etik Elfiyatin. Ia mengungkapkan bahwa misi dagang menjadi kesempatan yang sangat baik untuk memperkenalkan produk pesantren kepada calon mitra dari berbagai daerah. Bahkan, selama kegiatan berlangsung, produk yang dibawanya berhasil membuka peluang kerja sama dan mendapatkan ketertarikan dari calon mitra untuk pengembangan usaha di masa mendatang.
Keikutsertaan produk-produk OPOP Jatim dalam Misi Dagang Jawa Timur–Riau menjadi bukti bahwa produk pesantren memiliki kualitas dan daya saing yang mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Melalui dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, OPOP terus mendorong koperasi pondok pesantren untuk memperluas jaringan pemasaran, membangun kemitraan usaha, serta meningkatkan nilai tambah produk sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi pesantren dan masyarakat.



