By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Alissa Wahid sebut Enam Penyebab Cyberbullying
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > Alissa Wahid sebut Enam Penyebab Cyberbullying
Milenial

Alissa Wahid sebut Enam Penyebab Cyberbullying

03/08/2022 Milenial
Psikolog Keluarga Alissa Qotrunnada Wahid (*/ist.)
SHARE

Jakarta (Radar96.com/NUO) – Psikolog Keluarga Alissa Qotrunnada Wahid menjelaskan enam penyebab terjadinya cyberbullying.

  1. tidak adanya moral pada dunia maya,
  2. buta perlindungan data pribadi,
  3. internet hanya ranah hiburan,
  4. kurangnya edukasi masyarakat,
  5. rendahnya penegakan hukum, dan
  6. eksploitasi simbol.

“Enam hal itu tanpa disadari dapat melukai seseorang dan menimbulkan dampak yang sangat berbahaya,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/8/22).

Dampaknya, terang dia, mulai dari psikis, fisik, dan psikososial.

Dampak psikis ditandai dengan rasa depresi, tidak berdaya, putus asa. Apabila kondisi ini terjadi berulang-ulang dan semakin parah akan menyebabkan perasaan ingin mengakhiri hidupnya.

Sementara dampak fisik, lanjut dia, tampak dari menurunnya nafsu makan korban yang membuat tubuhnya mengalami perubahan berat badan, atau lainnya.

“Dampak-dampak itu dirasakan korban lantaran terus dibayangi oleh perlakuan-perlakuan tidak baik dari teman atau lingkungannya,” ungkapnya.

Terlepas dari itu, Alissa melanjutkan, cyberbullying bisa dihentikan lewat beberapa langkah, seperti:

  1. mengarahkan anak untuk bijak dalam bermedia sosial, serta
  2. menghentikan komentar atau membagikan unggahan secara berlebihan.

“Menghentikan perundungan siber atau cyberbullying bisa dilakukan dengan tidak berlebihan dalam membagikan unggahan atau berkomentar di media sosial,” katanya. Karena, cyberbullying diawali dari perilaku agresif yang dilakukan secara berulang oleh suatu kelompok atau individu. Seperti mengolok-olok bahkan menakuti korban atau mempermalukannya.

“Kita memang tidak mungkin menghentikan aktivitas bermedia sosial, namun kita bisa mengajari anak-anak kita untuk bijak dalam menggunakannya,” terang Manajer Program Pendidikan di Lembaga Studi dan Pengembangan Perempuan dan Anak itu.

Menanamkan rasa tanggungjawab dan bijak dalam bermedia sosial, menurutnya, berlaku untuk setiap orang. Pasalnya, media sosial menjadi tempat yang bebas untuk setiap orang menyampaikan pendapatnya. Kebebasan tersebut, lanjut dia, tidak jarang digunakan berlebihan tanpa rasa tanggungjawab. Sehingga tanpa disadari perbuatannya menyakiti atau merugikan orang lain.

“Laju teknologi (media sosial) itu tidak dapat dihindari. Jika tidak ada rasa tanggungjawab dalam menggunakannya maka dampaknya akan sangat berbahaya,” ujar pendiri lembaga pendidikan anak usia dini bernama Fastrack Funschool di Yogyakarta itu. (*/NUO)

Sumber: https://www.nu.or.id/nasional/alissa-wahid-jelaskan-enam-penyebab-cyberbullying-FkeJ8

Iklan.

You Might Also Like

IPPNU Jatim Gandeng MUI Cetak Daiyah Pelajar di Era Digital

Kembangkan Rambu Evakuasi Tsunami Berbasis Sensor, Lima Mahasiswa K3 Unusa Lolos Pendanaan PKM-KC 2026

Kemenag Serahkan Penghargaan “School Religius Culture” Kepada TK At-Taqwa Bondowoso

TK At-Taqwa Bondowoso Raih Terbaik 1 SRC Tingkat Kabupaten

Rayakan Harlah ke-11, KMNU UNAIR Dorong Revitalisasi Aswaja An-Nahdliyah

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article 18.338 peserta ikuti GCC Batch 3 yang dibuka Gubernur Khofifah
Next Article Perekonomian Indonesia Ditopang Domestik, Probabilitas Resesi Hanya 2%

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Silaturahim dengan Dubes Mesir, PBNU Dorong Kolaborasi Pendidikan dan Dakwah
Nahdliyyin
12 Perubahan Penting AD/ART NU Hasil Muktamar Ke-35 Disosialisasikan
Nahdliyyin
IPPNU Jatim Gandeng MUI Cetak Daiyah Pelajar di Era Digital
Milenial
NU Care-LAZISNU Jatim Buka Pelatihan Vokasi Teknisi AC Bagi Santri/Kader
Nahdliyyin

You Might also Like

Milenial

Setiap Kamis, Remas-GenZI Masjid Al-Akbar Surabaya Adakan Majelis Sholawat Al-Akbar

10/09/2026
Milenial

Mahasiswa Unusa Ciptakan Smartfoam, Pembersih Sepatu Berbahan Limbah Kulit Buah

09/09/2026
Milenial

Ingin Raih Dua Mimpi, Pemain Persebaya itu Kini Jadi Mahasiswa FK Unusa

08/09/2026
Milenial

Maulid Nabi, Remas-GenZI Masjid Al-Akbar Ganti Kepengurusan untuk Periode 2026-2027

25/08/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?