By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Tips Aman dari dari Hoaks, Dewan Pers: Tingkatkan Nalar
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Kontrahoax > Tips Aman dari dari Hoaks, Dewan Pers: Tingkatkan Nalar
Kontrahoax

Tips Aman dari dari Hoaks, Dewan Pers: Tingkatkan Nalar

28/09/2022 Kontrahoax
SHARE

Surabaya. Radar96.com. Dewan Pers tidak menampik masih banyaknya berita hoaks di tengah masyarakat. Terlebih yang beredar melalui media sosial. Menurut Atmaji Sapto Anggoro, Ketua Komisi Kemitraan dan Infrastruktur Organisasi Dewan Pers, berita-berita hoaks itu terjadi ada kalanya karena misinformasi (kesalahan yang tidak disengaja) ada pula karena disinformasi (kesalahan yang memang disengaja). “Bahkan kesalahan itu bisa disengaja sejak dalam pikiran pelakunya,” kata Sapto, sapaan akrabnya.

Sapto menyampaikan hal itu di sela kegiatan pelatihan literasi berita untuk publik melawan mis/ disinformasi yang digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Pusat di Hotel Kampin Surabaya pada Rabu (28/09/22) siang tadi.

Peserta kegiatan ini adalah para pimpinan media siber, humas instansi-instansi pemerintah dan perusahaan swasta, dosen ilmu komunikasi, dan mahasiswa jurusan ilmu komunikasi.

Macam-macam cara penyebaran berita hoaks agar mendapatkan perhatian publik. Bahkan kadang ditempelkan pada kebesaran nama tokoh tertentu. Sapto mencontohkan humor-humor yang menggunakan nama Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), atau nasehat-nasehat bijak yang menggunakan nama KH Mustofa Bisri (Gus Mus). Padahal sejatinya tidak berasal dari keduanya. Tahunya setelah pihak keluarga membantah.

Menurut tokoh asal Jombang itu, agar bisa aman dari berita-berita hoaks, tidak cukup hanya dengan mengembangkan prasangka baik atau prasangka buruk terhadap orang lain. “Kalau mau selamat, tingkatkan nalar. Tingkatkan literasi yang berkaitan dengan baca, tulis, dan referensi-referensi lain,” kata Sapto.

Selalu berbaik sangka, menurut Sapto, ada bahayanya. Contohnya ketika ditawari umroh murah, hanya Rp 13 juta. Padahal secara nalar biaya itu tidak mencukupi, minimal dibutuhkan Rp 16 juta. Tanpa ada perasaan kritis, yang penting Bismillah, lalu tawaran itu diterima dan langsung dibayar. Ternyata setelah ditunggu satu-dua tahun tidak berangkat-berangkat. Belakangan malah penyelenggaranya jadi tersangka dan masuk penjara.

“Kalau mau kritis, gunakan akal dan logika. Kalau ada sesuatu yang dirasa janggal, ditanyakan, maka akan jelas semua,” jelas Sapto.
Tak lupa Sapto mengajak masyarakat untuk lebih melek dan berat-hati dalam bermedsos. Sebab dampak yang ditimbulkan bisa besar dan merugikan orang lain. Kalau mendapati berita yang belum jelas kebenarannya sebaiknya tidak dibagikan dulu. “Kalau dulu pepatah itu berbunyi mulutmu harimaumu, sekarang jempolmu harimaumu,” tandas mantan pimpinan Detik.com itu.

Iklan.

You Might Also Like

PBNU Bantah Tudingan Terima Aliran Dana dari Perusahaan Tambang di Raja Ampat

Kemenag: Tidak Ada Larangan Gunakan Pengeras Suara di Masjid

Koalisi CekFakta.com Periksa 56 Hoaks

Gus Yahya: Transformasi Digital kurangi relevansi Ideologi

Forum “Tembang” Suarakan Demokrasi Damai di Ruang Digital Jelang Pilpres 2024

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Indonesia Harus Bisa Manfaatkan Momentum ‘Perfect Storm’
Next Article Dewan Pers: Dua Tahun, Keppres yang Ditunggu Belum Juga Keluar

Advertisement



Berita Terbaru

Masjid Al-Akbar Surabaya Kembangkan “Bioflok Ikan” berbasis Teknologi RAS
Sospol
Perkuat Digipreneur, Al Yasmin Hadiri Rakor Rencana Pengembangan Pesantren
Sospol
MEMBINCANG PELUANG SUARA, DALAM ARAH KOALISI MUKTAMAR NU KE 35
Kolom
Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar NU ke-35
Kolom

You Might also Like

Kontrahoax

Idul Adha Ikut Pemerintah Arab Saudi atau Lokal?

18/06/2023
Kontrahoax

Luncurkan PESAT untuk Saring Hoaks Jelang Tahun Politik

30/04/2023
Kontrahoax

PBNU: Kepengurusan Definitif PCNU Kota Surabaya 2023-2024 Sah dan sesuai Peraturan

29/04/2023
Kontrahoax

“Kesalehan Digital” dan cara selamat di dunia digital

09/04/2023
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?