By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Gus Yahya ajak LPTNU berpikir Ilmu Pengetahuan untuk Kemuliaan
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Gus Yahya ajak LPTNU berpikir Ilmu Pengetahuan untuk Kemuliaan
Nahdliyyin

Gus Yahya ajak LPTNU berpikir Ilmu Pengetahuan untuk Kemuliaan

08/03/2023 Nahdliyyin
Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya saat menghadiri Rakernas Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama di Santika Dyandra Convention Center, Medan, Sumatra Utara, Rabu (8/3/2023). (*/NUO)
SHARE

Medan, Radar96.com/NUO – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf mengajak seluruh peserta Rakernas LPTNU agar berpikir ilmu pengetahuan untuk mencapai kemuliaan.

“Kita tidak bisa hanya mengerti tentang ilmu pengetahuan untuk meningkatkan persaingan. Kita punya mandat untuk berjuang agar ilmu pengetahuan kita kembangkan untuk kita sumbangkan bagi upaya mencapai kemuliaan bagi masa depan umat manusia,” pungkasnya.

Demikian disampaikan Gus Yahya pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) di Santika Dyandra Convention Center, Medan, Sumatra Utara, Rabu (8/3/2023).

Menurut Gus Yahya, tidak cukup hanya menjadikan NU sebagai organisasi yang canggih. Sebab, hal tersebut barangkali hanya bisa dinikmati oleh elite saja. Karenanya, perlu pemikiran untuk membangun peradaban untuk masa depan, untuk kemaslahatannya di semua elemen masyarakat yang lebih luas.

“Maka agar jangkauan lebih luas, kita berpikiran membangun format peradaban, menyumbangkan sesuatu yang maslahat bagi pembangunan peradaban masa depan. Tak pelak, NU hadir di sana dalam rangka membangun peradaban masa depan yang lebih baik,” katanya.

Ia bercerita pernah ditanya seseorang saat dulu menjadi Katib Aam PBNU perihal alasan di balik NU enggan mengusung negara Islam. Padahal, NU merupakan organisasi Islam terbesar di negara mayoritas Muslim terbesar. Artinya, jika hal itu terwujud, tentu NU menjadi paling untung menurut orang yang bertanya itu.

Gus Yahya menegaskan bahwa para pendiri negeri telah bersepakat atas fondasi-fondasi negeri yang diambil dari elemen-elemen mulia berdasarkan latar belakang mereka masing-masing, mulai dari Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, Liberalisme, Tradisionalisme, hingga Komunisme.

“Jadilah Pancasila dan UUD 1945. Itulah kesepakatan yang sudah dibuat sejak sebelum Indonesia merdeka. Kenapa kita tidak melakukan hal yang sama. Kita hidup heterogen. Kenapa kita tidak berpikir yang sama? Berpikir tentang apa yang mulia untuk masa depan kita bersama? Kenapa kita tidak berpikir tentang ekonomi yang mulia dan bukan sekadar memperbesar akumulasi sumber daya, tetapi format ekonomi yang mulia,” katanya.

Oleh karena itu, Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah itu mengajak seluruh peserta Rakernas LPTNU agar berpikir ilmu pengetahuan untuk mencapai kemuliaan. (*/NUO)

Sumber: https://www.nu.or.id/nasional/gus-yahya-tidak-cukup-jadikan-nu-sebagai-organisasi-canggih-zylcw

Iklan.

You Might Also Like

Ketua LWPNU Jatim Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum dan Perlindungan Aset Wakaf NU

PBNU Kecam Serangan terhadap Warga Sipil di Timur Tengah

KH Zakariya Al Ansori Siap Pimpin PCNU Situbondo sebagai Amanah Pengabdian

Masyarakat Aceh Apresiasi PWNU-Lazisnu Jatim Bangun Kembali Tujuh Fasilitas Keagamaan

PW IKAPETE Jatim Apresiasi Putusan Dewan Pers, Minta Stop Penyebaran Fitnah Suap Muktamar ke-35 NU

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Satpol PP, Satlinmas, dan Damkar diminta Gubernur Khofifah untuk Jaga Iklim Investasi jelang Pemilu 2024
Next Article Stikosa-AWS Gelar Konferensi Internasional Komunikasi Media

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Ketua LWPNU Jatim Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum dan Perlindungan Aset Wakaf NU
Nahdliyyin
PBNU Kecam Serangan terhadap Warga Sipil di Timur Tengah
Nahdliyyin
Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Bekerjasama Dengan Yayasan SASNU: “Islam Nusantara Pilar Peradapan Indonesia”
Sospol
Di UIN Khas Jember, Ketua LTN Bondowoso Tekankan Pentingnya Publikasi Ilmiah Berdampak
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

NU Butuh Roadmap Penguatan Ekonomi Komunitas Untuk Kemandirian Organisasi

13/10/2026
Nahdliyyin

PW Muslimat NU Jatim Raih Penghargaan Gubernur atas Program Imunisasi

13/10/2026
Nahdliyyin

Awali HSN 2026, PWNU-LAZISNU Jatim Serahkan Bantuan Tujuh Bangunan ke PWNU Aceh

12/10/2026
Nahdliyyin

PWNU Jatim: Santri Dibutuhkan untuk Padukan Teknologi dengan Moral/Akhlak

11/10/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?