By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Pemprov Jatim Targetkan 1.000 Santri Digipreneur pada Akhir 2023
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > Pemprov Jatim Targetkan 1.000 Santri Digipreneur pada Akhir 2023
Milenial

Pemprov Jatim Targetkan 1.000 Santri Digipreneur pada Akhir 2023

13/05/2023 Milenial
Kick Off Program 1.000 santri OPOP Digipreneur tahun 2023 yang diselenggarakan secara virtual pada Sabtu (13/5) dan dibuka langsung oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, dan diikuti Sekjen OPOP Jawa Timur, M. Ghofirin. (*/opop)
SHARE

Surabaya, Radar96.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menargetkan 1 juta santri wirausaha (santripreneur), 1.000 pesantren wirausaha (pesantrenpreneur) dan 1.000 sosiopreneur alumni pesantren (santri digipreneur) di akhir tahun 2023.

Target ini merupakan realiasisasi program One Pesantren One Product (OPOP) yang digagas Pemprov Jatim untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis pondok presantren.

Dalam mendukung tercapainya target ini, Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikam Jatim melakukan sinergitas dan kolaborasi dengan stakeholder untuk memberikan bekal, pembinaan dan pengembangan keterampilan digital kepada 1.000 santri di 357 SMK yang berbasis pesantren di Jatim.

“Dengan potensi ekonomi berbasis pesantren yang cukup besar, yaitu mencapai 6.729 ponpes dan 712.374 santri di akhir tahun 2022 berdasarkan data Kanwil Kemenag, kita punya peluang besar dalam mewujudkan sasaran target 1.000 (seribu) santri berwirausaha,” ujar Khofifah.

Untuk itu, lanjut dia, melalui tiga pilar ekotren OPOP Jatim, Pemprov melakukan percepatan dalam peningkatan kualitas produk-produk unggulan ponpes, santri ataupun alumni.

“Pesantren memiliki posisi strategis tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, dan dakwah saja. Namun juga menjadi wadah pemberdayaan masyarakat yang dapat meningkatkan kesejahteraan umat,” tandas dia.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini juga mengaku bangga atas antusiasme siswa (santri) SMK di ponpes dalam mengikuti kegiatan ini. Hal tersebut terlihat dari target awal 1.000 santri, hingga saat ini terdaftar 2.030 santri dari 203 SMK di Jatim.

“(Jumlah) pesertanya luar biasa melebihi target ini, bukan tidak mungkin kita bisa membangun entreprise culture dan entrepreneurship ecosystem yang tidak hanya berasal dari SMK. Melainkan juga santri di pondok pesantren (ponpes),” katanya.

“Program entrepreneurship ini disiapkan baik untuk santri yang masih aktif di ponpes atau yang sudah lulus untuk bisa merintis bisnis dengan pemanfaatan teknologi digital sesuai bakat dan peminatan. Sehingga ketika jadi alumni mereka bisa berwirausaha,” terang Khofifah.

Diharapkan, lanjut Khofifah, melalui program ini santri bisa semakin memiliki rasa percaya diri dan dapat meningkatkan daya saing secara ekonomi. Di sisi lain juga memiliki kemampuan membangun bisnis dengan pemanfaatan teknologi digital. Serta mampu berkompetisi jika akan melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.

Sementara itu, Plt Kepala Dindik Jatim, Wahid Wahyudi merinci pelatihan 1.000 santri digipreneur 2023 ini terbagi dalam 7 batch yang akan dilaksanakan pada Mei hingga November.

Beberapa narasumber yang digandeng pun berasal dari UNUSA, ITS, Universitas Ciputra Surabaya, IT Telkom Surabaya, PT Lelunvan Amarta Indonesia dan Founder Kawakibi sebagai praktisi UMKM.

Program 1.000 santri OPOP Digipreneur tahun 2023 ini, dijelaskan Wahid, merupakan implementasi program OPOP khususnya pilar santripreneur. Di mana tiga pilar tersebut meliputi, santripreneur, pesantren preneur, dan sosioprenueur.

Sebelumnya, Dindik Jatim juga telah berkolaborasi dengan OPOP sejak 3 tahun lalu, tepatnya tahun 2021 melalui program Bhakti SMK OPOP.

Pada program tersebut SMK-SMK di Jatim dengan kompetensi keahlian yang dimiliki memberikan pelatihan kepada santri ponpes anggota OPOP yang ada disekitar sekolah.

Setiap tahunnya ada 9 Pondok Pesantren dengan masing-masing 10 santri yang sudah dilatih oleh 9 SMK di Jatim.

“Setelah mendapat pelatihan diharapkan santri dapat menggunakan keterampilan untuk melengkapi keilmuan yang diperoleh di ponpes sekaligus menularkan kepada santri lain,” terangnya.

Di sela-sela acara Kick Off Program 1.000 santri OPOP Digipreneur tahun 2023 yang diselenggarakan secara virtual pada Sabtu (13/5) dan dibuka langsung oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Sekjen OPOP Jawa Timur, M. Ghofirin menyampaikan rasa bangga dan optimis bahwa Santri di masa depan akan mampu menjadi penyedia lapangan kerja, bukan hanya sebagai pencari kerja.

“Saya yakin Jawa Timur akan semakin makmur dengan kiprah para santri dan alumni pondok pesantren. Melalui program pelatihan ini insyaallah akan lahir wirausahawan baru di Jawa Timur,” tegas Ghofirin. (*/opop)

Iklan.

You Might Also Like

Saat Lantik OSIM di MDW Putri Pesantren Sukorejo, Wabup Situbondo Ulfiyah Ajak Santri Percaya Diri dan Terus Berkembang

Pesantren Bayt Al-Hikmah dan Al Yasmin Siapkan Kolaborasi Program Penguatan Kompetensi Digital Santri

Al-Yasmin dan AKSI Training & Consulting Gagas “Sekolah Keluarga Hebat”

Pesantren Progresif Bumi Sholawat dan Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya Perkuat Sinergi Media Pesantren

Dukung BKPRMI Jatim, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Bekali Remaja Masjid dengan Kemampuan Dakwah Digital

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Khofifah hadiri Halal Bi Halal dan Harlah Ke-77 Muslimat NU di Jabar
Next Article Ketua ISNU Jatim minta ISNU Cabang perkuat jejaring internal-eksternal

Advertisement


Iklan.

Berita Terbaru

Saat Lantik OSIM di MDW Putri Pesantren Sukorejo, Wabup Situbondo Ulfiyah Ajak Santri Percaya Diri dan Terus Berkembang
Milenial
PWNU Jatim Siap Sukseskan Munas-Konbes NU di Ploso, Kediri
Nahdliyyin
PDUF MUI Jatim Gelar Doa untuk Negeri, Kobarkan Optimisme Menuju Indonesia Emas
Sospol
Umaha dan YPM Gaungkan Revolusi Hijau Nusantara Melalui Karnaval Akbar 1 Muharram
Sospol

You Might also Like

Milenial

Kumpul di Al-Yasmin, 60 Remaja Masjid se-Jatim Dilatih Kuasai Digital

26/04/2026
Milenial

63 Siswa Ikuti Program “Talenta Digital Santri 2” di Pesantren Digipreneur “Al-Yasmin” Surabaya

24/04/2026
Milenial

Wisudawan Fresh Graduate Unusa Tembus RS di Arab Saudi

23/04/2026
Milenial

Siswa MTs Masjid Al-Akbar Raih Juara 1 Bahasa Arab pada Olimpiade KKG-MGMP Jatim

20/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?