Surabaya, Radar96.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir dan menjadi Keynote Speaker (pembicara utama) dalam acara Jatim Media Summit 2023 di Whiz Luxe Hotel Surabaya, siang tadi (24/05/23). Acara yang menghadirkan 130-an stakeholder media itu direncanakan berlangsung hari ini dan besok.
Dalam paparannya Khofifah menjelaskan, media massa masih menjadi sumber informasi utama bagi masyarakat. Televisi menjadi sumber informasi paling dipercaya dengan data 53,2 persen di atas media sosial. Oleh karena itu, berbagai platform perlu dikembangkan oleh televisi.

“Saya rasa tranformasi besar hari ini adalah transformasi digital di berbagai sektor, termasuk
untuk media. Akses internet yang tinggi dan tingkat kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi media digital untuk merekrut pasar bisnis media,” kata Khofifah.
Apalagi saat ini, menurut Khofifah, hampir delapan jam setiap hari masyarakat mengakses internet. Maka internet menjadi hal penting untuk merebut pasar bisnis media.
“Ini PR kita, bagaimana peluang, tantangan, dan perkembangan industri media di Jawa Timur. Bagi kita di Jatim, we have to open mind. Kita diajak bertemu dengan seluruh media untuk berkolaborasi dengan berbagai institusi,” tutur Khofifah.
“Saya seirng menghitung rumah sakit. Hari ini, rumah sakit kalau tidak berjejaring, dia bisa
kukut (kolaps). Maka asosiasi-asosiasi rumah sakit sangat penting hari ini,” lanjutnya.
Menurut Gubernur Jawa Timur perempuan pertama itu, saat ini media harus konvergen dan multiplatform. Proses adaptasi membutuhkan kecepatan teknologi dan kalau bicara teknologi tentu ada kapital di dalamnya.
Menurut Khofifah, ada indikator baru yang diterapkan di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia. Tidak sekadar menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), tidak sekadar
penggunaan digital IT dalam sistem pemerintahan, tetapi juga dihitung dampaknya. Tidak heran, meski penggunaan IT tertinggi Jawa Barat, tetapi yang dapat juara adalah Jawa Timur. Mengapa? “Karena dampak dari proses digitalisasi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
“Prinsipnya, kita harus beradaptasi dengan digital. Ketika semua sudah terkoneksi dengan digital, maka tidak ada lagi lokal dan tidak ada lagi daerah. Semua bisa sama dan setara,” imbuhnya.


