By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Lora Kadam Sidik: Merdeka dari FOMO itu perlu Kembali pada Kepakaran dan Jaga Pertemanan
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > Lora Kadam Sidik: Merdeka dari FOMO itu perlu Kembali pada Kepakaran dan Jaga Pertemanan
Milenial

Lora Kadam Sidik: Merdeka dari FOMO itu perlu Kembali pada Kepakaran dan Jaga Pertemanan

02/08/2026 Milenial
SHARE

Surabaya, radar96.com – Influencer/Pemengaruh Dakwah Digital, Lora Kadam Sidik, menyampaikan tiga kiat untuk merdeka dari FOMO (fear of missing out) atau rasa takut tertinggal trend (ikut-ikutan trend medsos) yakni kembali pada kepakaran, jaga siklus pertemanan, serta menggunakan akal dan doa untuk mengecek kebenaran informasi di zaman fitnah saat ini.

“Untuk merdeka dari FOMO atau trending di era digital itu perlu mengembalikan semua informasi kepada para pakar atau professional, misalnya tanya agama ke kiai, jangan tanya kesehatan ke kiai, apalagi tanya ke kolom komentar, kalau mau bisnis ya tanya pedagang, mau sehat ya tanya dokter, jangan ke guru spiritual,” katanya di Surabaya, Minggu (2/8) pagi.

Di hadapan ribuan jamaah Majelis Subuh Generasi Z Islami (GenZI) yang bertema “Merdeka dari FOMO” di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS) itu, Lora Kadam Sidik menyebut informasi dari orang yang bukan pakar harus ditampung saja dan tidak perlu share, bahkan andaikata para pakar pun berdebat atau berbeda pendapat sesama pakar itu perlu ambil salah satu tanpa menyerang pakar lain, karena kita yang bukan pakar harus memilih diam.

Selain faktor kepakaran, katanya, siklus/lingkungan pertemanan juga berpengaruh besar saat ini, karena Gen-Z sekarang menikmati handphone/HP selama 10-15 jam/hari. “Untuk itu, faktor penting lain untuk merdeka dari FOMO adalah menjaga siklus pertemanan dengan lingkungan yang memiliki adab. “Kalau teman bicara di luar bidang kepakaran masih bisa diterima dalam hal-hal basic/dasar, misalnya jaga kesehatan dengan olahraga, tapi jangan sampai ngomong hal-hal teknis kesehatan. Jangan semua influencer atau seleb itu dipercaya,” katanya.

Dalam MSG episode ke-27 yang dihadiri Ketua BPP MAS DR KHM Sudjak MAg dan Pembina GenZI MAS HM Ghofirin itu, Lora Kadam Sidik menegaskan bahwa berbeda pendapat dengan teman atau guru sekalipun juga merupakan hal biasa, karena sosok yang tidak salah itu hanya Rasulullah yang merujuk pada wahyu, namun perbedaan pendapat itu jangan sampai menghilangkan adab. “Kita bisa berbeda dengan guru kita, tapi kita harus tetap hormat dan mencium tangannya. Itu adab,” katanya.

Hal yang juga penting untuk merdeka dari FOMO adalah menggunakan pemikiran atau berpikir, apakah rasional/logis/masuk akal atau tidak. “Misalnya, ada 10 trend ya jangan semua diikuti, tapi ikuti 1-2 trend saja yang logis buat kita. Kebenaran itu jangan dilihat dari jumlah, angka, algoritma, atau karena banyak yang mengikuti, karena jumlah banyak itu belum tentu benar. Definisi kebenaran atau kebaikan itu bukan banyak teman. Itu FOMO,” katanya.

Ia menambahkan algoritma itu bisa menjadi jebakan, sehingga hal yang benar menjadi salah atau hal yang salah bisa menjadi benar, karena banyak diikuti teman atau banyak warganet yang komentar. “Kalau FOMO itu diikuti, maka awalnya bisa halal yang diikuti, tapi lama-lama bisa haram juga diikuti, karena FOMO itu tadi. Rasulullah mengatakan fitnah itu bukan hanya menuduh, tapi juga bisa membunuh (psikis), bahkan bisa mengarah syirik, karena lingkungan menjadikan seseorang bisa menjadi Yahudi, Nasrani, dan sebagainya,” katanya.

Dalam MSG yang digelar rutin setiap bulan oleh Remas dan GenZI MAS itu, Lora Kadam Sidik mengakhiri tiga kiat (kembali pada kepakaran, jaga pertemanan, berpikir/rasional/logis) dengan ajaran penting Rasulullah untuk tidak lupa selalu berdoa agar terhindar dari kebenaran yang tampak salah dan kesalahan yang tampak benar. “Doa itu ajaran Rasulullah yang penting agar semua tindakan kita bernilai ibadah dan berpahala, bahkan bisa jadi pahala kita yang hidup di zaman fitnah itu lebih berlipat nilainya,” katanya. (*/mas)

Iklan.

You Might Also Like

Gerakan Seribu Buku Karya Murid Dimulai, Korwilcam Pendidikan dan Dispendik Bondowoso Perkuat Budaya Literasi

LDNU Jatim dan UNISMA Cetak 200 Da’i Gen-Z yang Moderat dan Adaptif di Era Digital

SMP Khadijah Surabaya Cetak Kader Pemimpin NU Abad Kedua lewat IPNU-IPPNU

Polisi cilik MI At-Taqwa Bondowoso Tampil Memukau di Hari Bhayangkara ke-80

Kepada GenZI Masjid Al-Akbar Surabaya, Ustadz Syam: Ikhlas Karena Cinta Itu Dimulai dari Menjaga Hati

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Ketua DMI Kota Surabaya Sesalkan Vonis 4 Bulan Penjara atas Kasus Pencurian Uang Rp5.000

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Ketua DMI Kota Surabaya Sesalkan Vonis 4 Bulan Penjara atas Kasus Pencurian Uang Rp5.000
Sospol
BRIN dan UNAIR Perkuat Aliansi Riset Penyakit Tropis, Bidik Pengembangan Vaksin hingga Bioproduk
Sospol
NU Gorengan dan NU Garingan (Dua Wajah Saling Melengkapi dalam Rumah Spiritual NU)
Kolom Opini
MONETISASI MUKTAMAR: HADIYYAH, GRATIFIKASI, DAN RISYWAH
Nahdliyyin

You Might also Like

Milenial

334 Lulusan MI At-Taqwa Bondowoso Raih Prestasi TKA di Atas Nasional dan Jatim

21/06/2026
Milenial

Wisuda Tahfidz Juz 30 Warnai Pelepasan siswa kelas 6 SD Al Islam Surabaya

18/06/2026
Milenial

Saat Lantik OSIM di MDW Putri Pesantren Sukorejo, Wabup Situbondo Ulfiyah Ajak Santri Percaya Diri dan Terus Berkembang

17/06/2026
Milenial

Pesantren Bayt Al-Hikmah dan Al Yasmin Siapkan Kolaborasi Program Penguatan Kompetensi Digital Santri

15/05/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?