By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Syekh Abdullah bin Bayyah: NU adalah Organisasi Keislaman Bereputasi, Jangkar Moderasi di Asia Tenggara
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Syekh Abdullah bin Bayyah: NU adalah Organisasi Keislaman Bereputasi, Jangkar Moderasi di Asia Tenggara
Nahdliyyin

Syekh Abdullah bin Bayyah: NU adalah Organisasi Keislaman Bereputasi, Jangkar Moderasi di Asia Tenggara

07/11/2023 Nahdliyyin
(Foto: NUO)
SHARE

Abu Dhabi, Radar96.com/NUO – Ulama senior dunia Islam Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang beresidensi di Uni Emirat Arab (UAE), Syekh Abdullah bin Bayyah, mengungkapkan rasa gembiranya akan keberadaan Nahdlatul Ulama (NU), organisasi keislaman terbesar di Indonesia.

Dikatakannya, NU merupakan sebuah organisasi keislaman dan institusi bereputasi yang memiliki peran penting dalam kehidupan sosial, keagamaan, kenegaraan, dan kemanusiaan.

Ungkapan tersebut disampaikan oleh Syekh Abdullah bin Bayyah dalam majlis pertemuan khusus bersama Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, di ruang rektorat Mohammed Bin Zayed University for Humanities (MBZ UH) di Abu Dhabi, UAE, pada Ahad malam (5/11/2023).

“Nahdlatul Ulama adalah sebuah lembaga keagamaan yang penting, institusi yang bereputasi yang telah memainkan peran besar dalam berbagai lini kehidupan, mulai sosial, keagamaan, kenegaraan, dan bahkan kemanusiaan,” ungkap Syekh Abdullah bin Bayyah.

Ditambahkan oleh ulama yang juga Kepala Dewan Tinggi Keilmuan pada MBZ UH, NU adalah jangkar moderasi ajaran agama Islam (wasathiyyah al-Islâm) di kawasan Asia Tenggara.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada Syekh Abdullah bin Bayyah atas sambutannya yang hangat. Diungkapkannya jika Syekh Abdullah bin Bayyah adalah salah satu guru pemikirannya dalam keislaman dan kemanusiaan.

Ketua Umum PBNU juga mengapresiasi kiprah dan peran Syekh Abdullah bin Bayyah sebagai salah satu ulama rujukan dalam keislaman dan kemanusiaan, baik dalam skala nasional UAE ataupun internasional secara luas.

“Saya menyampaikan salam hormat dan takzim saya kepada Syekh Abdullah bin Bayyah sebagai ulama senior dunia Islam dan rujukan penting umat manusia dalam nilai-nilai luhur,” ungkap Gus Yahya, sapaan akrab Ketua Umum PBNU.

Gus Yahya juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pihak UAE dan Majlis Hukama Muslimin yang telah mengundangnya untuk datang ke UAE guna menyampaikan salah satu pidato utama dalam acara Global Faith Summit on Climate Action, atau Konferensi Internasional Para Pemuka Agama untuk Perubahan Iklim, yang akan diadakan pada 6-7 November 2023.

Konferensi para pemuka agama dunia tersebut diadakan atas Kerjasama Majlis Hikama Muslimin UAE bekerjasama dengan PBB, sebagai bagian dari rangkaian acara COP28 UAE – United National Climate Change Conference.

Hadir pula dalam pertemuan antara Ketua Umum PBNU dan Syekh Abdullah bin Bayyah; H.E. Khalifa al-Zhahiri (Ketua Majlis Wali Amanat MBZ UH), H.E. Syekh al-Mahfuzh bin Bayyah (Sekretaris Jenderal Abu Dhabi Forum for Peace), serta para jajaran pejabat MBZ UH.

Sementara itu, dari pihak PBNU, hadir mendampingi Gus Yahya masing-masing dari KH Abdul Ghofur Maimoen (Rais Syuriyah PBNU), Charles Holland Taylor (CSCV), A. Ginanjar Sya’ban (Wasekjen PBNU), dan Muhammad Sadri (Kepala Fungsi Pensosbud KBRI Abu Dhabi).

Strategi Penyelesaian Konflik Global

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menyerukan kepada para pemuka agama dunia agar masalah kemanusiaan, koeksistensi, perdamaian, dan menjaga lingkungan hidup harus menjadi salah satu prioritas utama dalam agenda-agenda strategis mereka.

Hal tersebut disampaikan oleh Gus Yahya dalam pidatonya pada Global Faith Summit on Climate Action, atau Konferensi Internasional Para Pemuka Agama untuk Perubahan Iklim, yang akan diadakan pada 6-7 November 2023 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UAE).

“Menjaga lingkungan, melestarikan bumi sebagai rumah besar umat manusia, adalah kewajiban besar yang harus diemban dan dijalankan oleh seluruh umat beragama. Para pemuka agama harus memberikan perhatian yang besar terhadap masalah ini,” tegas Gus Yahya, panggilan akrab KH Yahya Cholil Staquf.

Diungkapkan oleh Gus Yahya, bahwa secara prinsip, keberadaan manusia di muka bumi ini mengemban tanggung jawab atas bumi itu sendiri. Manusia diberi kesempatan dan didorong untuk hidup dan berkembang, dengan dipenuhi segala kebutuhannya. Tetapi pada saat yang bersamaan, manusia juga memiliki amanah dan tanggung jawab untuk merawat jagat.

Dalam arti kata yang lebih lugas, keberadaan manusia di muka bumi ini mengemban tanggung jawab atas nama Tuhan untuk menjaga dan memakmurkannya.

“Berbagai macam kerusakan yang terjadi di muka bumi yang dibuat oleh manusia pada saat ini, merupakan konsekuensi dari kelalaian manusia atas jati diri mereka dan ketiadaan pengembanan dan penunaian amat Allah sebagai khalifahnya di muka bumi. Kelalaian tersebut mengkonsekwensikan tindakan-tindakan manusia untuk berebut penguasaan atas sumerdaya-sumberdaya alam, antara satu sama lain,” tambah Gus Yahya.

Ditambahkannya, semakin umat mnusia ini terpecah-belah dan saling bertentangan, berkonflik satu sama lain, semakin semena-mena mereka dalam mengeksploitasi sumberdaya-sumberdaya alam yang telah dikuasainya. Dinamika konflik, pertentangan dan pertarungan inilah yang meniscatakan terciptanya kerusakan-kerusakan di muka bumi ini.
Menurut Gus Yahya, bahwa dalam upaya pemeliharaan atas kesentosaan bumi dan alam ini mensyaratkan dua hal penting. “Pertama, harmoni dalam hubungan dan pergulatan antar umat manusia,” katanya.

Kedua, distribusi sumberdaya-sumberdaya alam dengan mengedepankan rahmah (kasih sayang) dan ‘adâlah (keadilan), mutlak diperlukan untuk menghilangkan saling curiga dan permusuhan, untuk kemudian menjadi pijakan dalam membangun harmoni kehidupan antar umat manusia.

Di tengah masalah-masalah lingkungan hidup yang merundung bumi dan umat manusia pada hari ini, pilihan-pilihan strategi untuk mengatasi dan menyelesaikannya harus pula dengan mengedepankan rahmah dam ‘adâlah. Jangan sampai dipilih satu strategi saja yang mungkin secara logis dapat mencegah kerusakan bumi lebih lanjut yang lebih parah, dan atau memperbaiki kerusakan yang ada tetapi pada saat yang sama merugikan satu pihak di antara masyarakat umat manusia.

Ditegaskan pula oleh Gus Yahya, bahwa strategi yang hendak dibangun dalam rangka penyelesaian masalah-masalah lingkungan itu, harus pula mempertimbangkan dampak-dampak kemanusiaannya secara komprehensif.

“Apabila harus ada satu pihak yg mungkin dirugikan akibat pilihan strategi yang diambil, maka harus disediakan pula insentif dan inisiatif yang adil bagi pihak tersebut, dan disediakan pula strategi yang workable dan delivered untuk mempersiapkan dan membantu kelompok yang dirugikan, agar dapat beradaptasi, sehingga tetap terpelihara kesentosaanya,” imbuhnya.

Sumber:
*) https://www.nu.or.id/nasional/syekh-abdullah-bin-bayyah-nahdlatul-ulama-adalah-organisasi-keislaman-bereputasi-jangkar-moderasi-di-asia-tenggara-rxlcQ
*) https://www.nu.or.id/internasional/di-forum-para-pemuka-agama-untuk-perubahan-iklim-gus-yahya-usulkan-strategi-penyelesaian-konflik-global-nt0db

Iklan.

You Might Also Like

PCNU Surabaya: Jadikan Demokrasi Ruang Mencari Solusi, Bukan Menyebar Kebencian

Sambut Dies Natalis ke-13 Unusa Luncurkan Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan

Pesantren Krapak Mayong Muliakan Anak Yatim di Hari Asyuro

Unusa Tembus Tiga Besar Nasional untuk SDG Kesehatan

Presiden Minta Dukungan NU Atasi Kebocoran 346 Miliar Dolar AS ke Luar Negeri

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Muslimat NU Serahkan Bantuan Kemanusiaan Rp766,5 Juta untuk Palestina
Next Article Pemaksaan Politik Dinasti Jokowi Telah Hancurkan Demokrasi Rasional

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

PDI Perjuangan Bondowoso Bangun Tradisi Malam Jumat Manis untuk Spiritualitas dan Dialog Kebangsaan
Sospol
Sejumlah Fraksi di DPRD Desak Pemkab Bondowoso Jelaskan Pelaksanaan APBD
Sospol
Risma pada Pidato Dies Natalis ke-13 Unusa: Kampus Harus Jadi Penggerak Solusi Pembangunan Berkelanjutan
Sospol
Polisi Gagalkan 50,90 Gram Sabu Masuk Bondowoso
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

Kritik Kapitalisme Global, ISNU Ingatkan Pentingnya Kemandirian Ekonomi Internasional

21/06/2026
Nahdliyyin

PBNU Segera Tetapkan Tuan Rumah Muktamar ke-35 dalam Munas-Konbes

21/06/2026
Nahdliyyin

Semarakkan Munas-Konbes NU, ISNU Jawa Timur Gelar Halaqoh Nasional di UIT

19/06/2026
Nahdliyyin

NBI Usulkan Duet Kiai Alim dan Intelektual Muda Pimpin PBNU 2026-2031 

18/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?