By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: NU dan Muhammadiyah Terima Zayed Award
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > NU dan Muhammadiyah Terima Zayed Award
Nahdliyyin

NU dan Muhammadiyah Terima Zayed Award

06/02/2024 Nahdliyyin
Logo NU dan Muhammadiyah. (Ilustrasi: NU Online)
SHARE

Jakarta, radar96.com/NUO – Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah mendapatkan penghargaan Zayed Award 2024.

Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin berharap NU dan Muhammadiyah terus meningkatkan kiprah dalam menjaga perdamaian di kancah global.

“NU dan Muhammadiyah harus terus berperan, selain peran yang sifatnya lokal, nasional, kemudian peran globalnya harus terus dilakukan,” ujar Wapres setelah meninjau Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi di Al Yaqout Street, Embassies District, Plot 42, Sector W59-02, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Senin (5/2/2024).

Wapres terkesan dengan berbagai upaya dalam menjaga toleransi antarumat beragama yang dilakukan oleh kedua ormas Islam tersebut, yang juga ternyata menarik perhatian masyarakat dunia. Upaya tersebut turut berkontribusi pada citra Indonesia sebagai negara yang paling toleran di seluruh dunia.

“Bahkan belum lama ini, saya didatangi Majelis Hukama yang berpusat di Abu Dhabi diketuai oleh Syaikhul Azhar, datang ke Indonesia mengatakan bahwa negara Indonesia ini adalah negara paling toleran di dunia. Ini tidak lepas dari peran kedua organisasi ini, NU dan Muhammadiyah, di dalam kehidupan kita berbangsa, sebagai bangsa yang paling toleran,” urainya bangga.

Ke depan, Wapres berharap agar NU dan Muhammadiyah ini dapat terus meningkatkan perannya dan senantiasa menjadi teladan bagi negara-negara lain di dunia.

“Kemarin dalam sambutan Presiden Timor Leste, ia mengatakan, ‘Kami memang tidak punya organisasi seperti NU dan Muhammadiyah’. Karena itu, Ia berharap, peran NU dan Muhammadiyah juga bisa berpengaruh di negara Timor Leste,” kata Wapres.

Sementara itu, Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta mengusulkan agar dua organisasi massa keagamaan itu tidak saja mendapatkan penghargaan Zayed Award, tetapi juga perlu untuk mendapatkan nobel atas kiprahnya dalam membangun toleransi dan stabilitas di Indonesia.

“Saya menominasikan nobel dan penghargaaan perdamaian UNESCO untuk Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Semoga bisa diraih,” tutur Horta dalam acara Human Fraternity Majlis di Abrahamic Family House.

Sebagai informasi, NU menerima Penghargaan Zayed untuk Persaudaraan Manusia 2024. Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla dan Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Ahmad Ginanjar Sya’ban berkesempatan mewakili PBNU menerima penghargaan tersebut pada Jumat (2/2/2024).

Menurut dewan juri, NU merupakan organisasi terbesar di dunia yang berperan penting dalam bidang kemanusiaan, serta upaya membangun perdamaian di tingkat nasional, regional, dan internasional.

NU didirikan pada tahun 1926 sebagai badan amal yang berperan dalam memimpin pembangunan masyarakat di Indonesia dengan pendanaan sekolah, rumah sakit, dan proyek pengentasan kemiskinan.

NU, menurut pandangan dewan juri, memainkan peran utama dalam memelopori perdamaian global dan upaya diplomatik. NU telah menyelenggarakan dan memimpin beberapa konferensi antaragama dan antarbudaya termasuk konferensi Islam Asia-Afrika dan konferensi dunia tentang agama dan perdamaian. Upaya diplomatiknya membantu mengamankan pembebasan sandera Korea Selatan yang ditahan oleh pejuang Taliban di Afghanistan pada 2007.

Sementara itu, Muhammadiyah dibentuk pada 1912 sebagai organisasi non-pemerintah dengan lebih dari 60 Juta anggota yang berdedikasi pada inisiatif sosial san pendidikan, memberikan bantuan kesehatan, menjalankan rumah sakit amal, dan mengoperasikan lebih dari 120 universitas di seluruh Indonesia.

Organisasi ini aktif mendorong kerukunan umat beragama di Indonesia, sekaligus melakukan upaya perdamaian untuk menyelesaikan konflik di Afrika Tengah, serta memberikan bantuan kemanusiaan kepada kelompok rentan di Timur Tengah dan Asia, termasuk para pengungsi Rohingya.

Pusat Penanggulangan Bencana Muhammadiyah juga didirikan di bawah organisasi tersebut dengan tujuan pengurangan risiko bencana, kesiapsiagaan, dan rehabilitasi.

Muhammadiyah mendukung masyarakat yang terkena dampak bencana alam dan tragedi lainnya.

Muhammadiyah membantu memulihkan kehidupan mereka yang paling terkena dampak. (*/NUO)

Sumber: https://www.nu.or.id/internasional/terima-zayed-award-nu-dan-muhammadiyah-diharap-tingkatkan-peran-di-tataran-global-2G8Xt

Iklan.

You Might Also Like

PCNU Surabaya: Jadikan Demokrasi Ruang Mencari Solusi, Bukan Menyebar Kebencian

Sambut Dies Natalis ke-13 Unusa Luncurkan Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan

Pesantren Krapak Mayong Muliakan Anak Yatim di Hari Asyuro

Unusa Tembus Tiga Besar Nasional untuk SDG Kesehatan

Presiden Minta Dukungan NU Atasi Kebocoran 346 Miliar Dolar AS ke Luar Negeri

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Pesantren Genggong Kembangkan “Kantor Berita Pesantren”
Next Article Gus Yahya Paparkan Konsep Ukhuwah KH Ahmad Shiddiq saat NU Terima Zayed Award di Abu Dhabi

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

BSI dan LAZISNU Jatim Perkuat Gerakan Koin NU Lewat QRIS
Ekraf
IKSPI Kera Sakti Bondowoso Boyong 10 Medali dari Banyuwangi IKS Cup X
Sospol
Prof Dr KH Moh Ali Aziz MAg Bagikan Dua Kiat Jadi Muslim yang Mukmin
Sospol
Unesa dan Yayasan Darul Aitam Surabaya adakan Pelatihan Manajemen
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

Kritik Kapitalisme Global, ISNU Ingatkan Pentingnya Kemandirian Ekonomi Internasional

21/06/2026
Nahdliyyin

PBNU Segera Tetapkan Tuan Rumah Muktamar ke-35 dalam Munas-Konbes

21/06/2026
Nahdliyyin

Semarakkan Munas-Konbes NU, ISNU Jawa Timur Gelar Halaqoh Nasional di UIT

19/06/2026
Nahdliyyin

NBI Usulkan Duet Kiai Alim dan Intelektual Muda Pimpin PBNU 2026-2031 

18/06/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?