By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Prof Dr KH Moh Ali Aziz MAg Bagikan Dua Kiat Jadi Muslim yang Mukmin
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Prof Dr KH Moh Ali Aziz MAg Bagikan Dua Kiat Jadi Muslim yang Mukmin
Sospol

Prof Dr KH Moh Ali Aziz MAg Bagikan Dua Kiat Jadi Muslim yang Mukmin

03/07/2026 Sospol
SHARE

Surabaya, radar96.com – Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya Prof Dr KH Moh Ali Aziz MAg membagikan dua kiat menjadi Muslim/Islam yang sekaligus Mukmin/Iman, terutama pada Tahun Baru Islam 1448 H, karena orang yang muslim itu belum tentu beriman/mukmin.

“Kita sambut Tahun Baru dengan keimanan baru. Paling tidak ada dua tanda beriman itu. Satu, tidak ragu tentang kekuasaan Allah. Dua, senang/Ridha/Ikhlas menerima takdir Allah, walau tidak dikehendaki,” katanya dalam Kajian Senja di Ballroom Pesantren Digipreneur Al Yasmin, Surabaya, Rabu (1/7/2026).

Dalam Kajian Senja Al-Yasmin episode ke-18 bertema “Tahun Baru, Keimanan Baru” itu, Prof Ali Aziz menjelaskan Rasulullah pernah didatangi orang pedalaman (al-a’rab) dan bilang bahwa mereka orang beriman, Allah mengutus Malaikat Jibril agar Rasulullah menjawab, bahwa mereka belum beriman. “Katakan saja bahwa kami ini Muslim, bukan mukmin. Itu karena iman belum merasuk ke dalam tubuh. Belum mantep, mandep, mancep,” katanya.

Al-Qur’an Surah Al-Hujarat ayat 14 menyebut: …walamma yadkhulil imanu fi qulubikum. Maknanya, muslim itu belum tentu beriman, karena iman belum masuk ke tubuh, sudah Islam tapi belum beriman. Walamma… (dan, belum…).
“Ayat itu juga mengkritik kita, jangan-jangan kita ini muslim tapi belum mukmin. Apa beda Islam dan Iman. Islam itu ibadah lahiriah. Iman itu ibadah batin. Bukti dari Islam itu ya syahadat, sholat, zakat, puasa, haji. Ucapan syahadat itu berarti muslim, walau hati/batinnya tidak. Kalau iman itu tandanya, yakni tidak ragu tentang kekuasaan Allah, dan senang/ ridha/Ikhlas menerima takdir Allah, walau tidak dikehendaki,” katanya.

Dalam kajian yang dipandu Hj Nur Cita Qomariyah Helmy itu, Prof Ali Aziz mencontohkan orang yang belum beriman/mukmin itu bila berdoa memohon jalan keluar kepada Allah, tapi dalam hati masih ada keraguan, “apa mungkin?”. “Itu tidak yakin Allah Maha Kuasa. Baca Qur’an itu Islam, tapi di situ ada firman bahwa jika Allah berkehendak, maka Kun Fa Ya Kun. Kalau ragu kehendak Allah itu berarti baca Qur’an itu muslim, tapi belum mukmin,” katanya.

Ada maqolah Arab yakni indama yasau-llah fala qimata liqowani nil haya. “Kalau Allah sudah berkehendak, maka hukum alam (sebab-akibat) pun tidak berlaku. Menurut hukum/logika alam, api itu membakar, tapi kalau Allah berkehendak ya api bisa tidak membakar. Kalau sudah percaya begitu berarti sudah mukmin. Kalau ingin disebut muslim sekaligus mukmin, maka yakini bahwa Allah itu Maha Kuasa,” katanya.

Oleh karena itu, Tahun Baru 1448 H sebaiknya menjadi muhasabah/introspeksi untuk menjadi Muslim, sekaligus Mukmin. “Mulai hari ini, jangan ada keraguan, harus percaya. Kalau ayat itu menyebut kamu belum mukmin, berarti belum itu masih ada kemungkinan iya. Artinya, hidup itu masih koma, Qur’an masih memberi ruang untuk berubah. Jangan katakan tidak sholat, tapi belum sholat. Kalau tidak bisa dinasehati berarti belum ada cahaya, tapi bisa juga karena cara mengingatkan yang kurang tepat,” katanya.

Ciri kedua orang beriman adalah ridha/ikhlas/tidak mengeluh dengan takdir Allah. “Kalau dokter bilang harus pasang ring, kalau wajah berubah susah berarti belum mukmin, bahkan bisa lebih tidak mukmin lagi bila protes “Ya, Allah, saya kurang apa? Saya nggak pernah absen jadi donator dan nggak pernah melukai orang, kok saya diberi sakit, tapi teman yang nggak sholat kok sehat, apa maunya Allah. Itu berarti sangat jauh belum beriman,” katanya.

Prof Ali Aziz menambahkan hidup itu masih koma, belum titik, maka kalau belum mukmin itu bisa saja sekarang, walamma… (dan, belum) kedepannya. Islam dan Iman itu naik-turun. Yang stabil itu bila istiqomah. Cara untuk istiqomah adalah perubahan secara bertahap. Tidak ada perubahan yang tidak bertahap. Itu harus ada kemauan. (*/yasmin)

Iklan.

You Might Also Like

Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Bekerjasama Dengan Yayasan SASNU: “Islam Nusantara Pilar Peradapan Indonesia”

Di UIN Khas Jember, Ketua LTN Bondowoso Tekankan Pentingnya Publikasi Ilmiah Berdampak

Masjid Al-Akbar Bagikan 810 Melon Hasil Panen kepada Jamaah

DPP LPKAN Kecam 5 Oknum BNPB yang Jadi Tersangka Korupsi oleh KPK di Tengah Bencana yang Menghancurkan

MUI Jatim Siap Gelar Ijtima’ Ulama di Mojokerto

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Unesa dan Yayasan Darul Aitam Surabaya adakan Pelatihan Manajemen
Next Article IKSPI Kera Sakti Bondowoso Boyong 10 Medali dari Banyuwangi IKS Cup X

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) Bekerjasama Dengan Yayasan SASNU: “Islam Nusantara Pilar Peradapan Indonesia”
Sospol
Di UIN Khas Jember, Ketua LTN Bondowoso Tekankan Pentingnya Publikasi Ilmiah Berdampak
Sospol
KH Zakariya Al Ansori Siap Pimpin PCNU Situbondo sebagai Amanah Pengabdian
Nahdliyyin
Toko Sembako di Bondowoso Layani Transaksi Keuangan bagi Warga Tapen
Uncategorized

You Might also Like

Sospol

Ketua BPP Masjid Al-Akbar: Kunjungan ke China Ajarkan Pentingnya Sejarah/Museum

08/10/2026
Sospol

Aliansi BEM Situbondo Desak BK DPRD Buka Penanganan Kasus Dugaan Narkoba Oknum Legislator

07/10/2026
Sospol

Ribuan orang ikuti “nobar” Timnas Indonesia vs Thailand di Masjid Al-Akbar Surabaya

06/10/2026
Sospol

Kampus Harus Jadi Tempat Paling Aman dan Tepercaya bagi Mahasiswa

06/10/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?