Surabaya, radar96.com/MAS – Komunitas “Pengamal” (Pengajian Muslimah Masjid Al-Akbar) yang merupakan jamaah ibu-ibu di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) menyalurkan sedekah Ramadhan 1445 H senilai Rp25,6 juta yang diberikan kepada guru TPQ dan anak-anak yatim.

“Selain mengadakan Kajian Ramadhan, kami dari Pengamal juga mengadakan baksos yang merupakan sedekah dari anggota Pengamal untuk disalurkan selama bulan Ramadhan 1445 H,” kata Ketua Pengamal Hj Endang Risdijanti disela acara di kawasan Air Mancur MAS, Senin (18/3).
Didampingi Wakil Ketua Hj Endang Murdiati dan Ketua Sie Humas Hj Yozhie Maharani, ia menjelaskan sedekah Ramadhan dari Pengamal yang sudah disalurkan pada awal Ramadhan adalah sembako plus uang tunai Rp150.000 untuk 110 guru-guru TPQ di sekitar Masjid Al-Akbar Surabaya.

“Sedekah Ramadhan yang akan disalurkan pada akhir Maret (28/3) adalah buka bersama 150 anak yatim di TPQ Al Islah Sidotopo, Surabaya Utara. Kami juga menyumbang 270 boks air mineral untuk bukber dan sahur jamaah Masjid Al-Akbar selama Ramadhan,” katanya.
Selain Sedekah Ramadhan, katanya, Pengamal yang terbentuk sejak tahun 2001 dan kini beranggotakan 200-an perempuan itu juga mengadakan Kajian Ramadhan yang untuk Ramadhan 1445 H diadakan sebanyak empat kali kajian pada setiap pukul 09.00-11.00 WIB.
Kajian Ramadhan 1445 H yang dilaksanakan di sisi utara kawasan Air Mancur MAS menghadirkan narasumber dr.Tjatur Prijambodo,M.Kes bertema “Puasa, Ga Bahaya Ta?” (16/3) dan Ir.H.Misbahul Huda, MBA bertema “Spirit Qur’an for Amaliah Muslimah” (17/3).
Dua kajian berikutnya mengundang Ust.Yunan Satriawan,M.Pd.I. bertema “Bertauladan pada Pemuka Wanita Ahli Surga” (23/3), dan Dr.dr.Azimatul Karimah, Sp.Kj bertema Manfaat Puasa Ramadhan untuk Kesehatan Mental” (24/3). Setiap kajian dihadiri sedikitnya 200 orang.
“Kalau di luar Ramadhan, kami juga mengadakan Kajian Keagamaan tapi sebulan sekali. Selain itu juga ada Gerakan Cinta Al-Qur’an yang sifatnya ‘One Week One Juz’ (OWOJ) berupa setoran bacaan Al-Qur’an satu juz seminggu lewat akun medsos, WhatsApp. Anggota OWOJ yang disebut owojer itu ratusan ribu se-Indonesia,” katanya.
Selain Kajian Keagamaan, Gerakan OWOJ, dan baksos, ia menambahkan Pengamal juga mempunyai kegiatan “Wisata Dakwah” ke beberapa anggota OWOJ di luar Jatim dan kunjungan ke pesantren, yang tahun 2024 rencananya ke pesantren di Solo dan Semarang.
“Kegiatan Pengamal terbaru adalah Tamyiz sejak Oktober 2022 yang berupa pembelajaran metode terjemah Al-Qur’an secara tata bahasa. Kegiatannya seminggu sekali yang diikuti 20-an orang dan sudah meluluskan satu angkatan pada tahun 2023 lalu,” katanya.
Selain komunitas ibu-ibu “Pengamal”, Masjid Al-Akbar juga memiliki komunitas bapak-bapak yang disebut Jamaah Tartil Bakda Subuh (JTBS) “Ar-Raudah” MAS yang berkegiatan sejak tahun 1999 dengan 110 anggota. Komunitas terbaru di MAS adalah Majelis Subuh GenZI (MSG) sejak Juni 2023. (*/mas)


