By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Prof Ali Aziz : Jangan Bangun Negeri Dengan Kebencian
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Sospol > Prof Ali Aziz : Jangan Bangun Negeri Dengan Kebencian
Sospol

Prof Ali Aziz : Jangan Bangun Negeri Dengan Kebencian

10/04/2024 Sospol
SHARE

Surabaya, radar96.com/MAS – Khotib Shalat Idul Fitri 1445 H di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) Prof DR K H Moh Ali Aziz MAg menyerukan kepada tokoh dan masyarakat agar jangan membangun negeri dengan kebencian.

“Kita perlu berguru kepada Nabi Ibrahim yang membangun negeri dengan tiga pilar nasionalisme sebagaimana disebut dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah Ayat 126 yakni aman, nyaman, dan iman,” katanya dalam khutbahnya di MAS, Rabu (10/4) pagi.

Dalam Shalat Id yang diikuti 40 ribu jamaah dan dihadiri Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono serta Gubernur Jatim Periode 2019-2024 Hj Khofifah Indar Parawansa itu, Prof Ali Aziz menjelaskan ayat diatas menjelaskan doa Nabi Ibrahim ketika membangun negeri Makkah adalah
negeri yang aman, berilah rizki, dan penduduknya yang beriman.

“Ayat di atas menjelaskan nasionalisme Nabi Ibrahim setelah selesai membangun
ka’bah, ia memohon kepada Allah tiga hal, yaitu aman, nyaman, dan iman,” katanya setelah Shalat Id dengan imam KH Abdul Hamid Abdullah SH MSi (Imam Besar MAS).

Guru Besar UINSA Surabaya itu menegaskan bahwa pilar pertama bernegara yang
diminta Nabi Ibrahim dalam doa adalah negara yang aman. “Apa mungkin orang bisa menjalankan
ibadah dengan tenang jika negara kacau. Apakah ada orang yang berani umrah dan haji ke Makkah, jika Makkah tidak aman. Apakah kita bisa leluasa shalat idul fitri seperti pagi ini, jika negara lagi perang saudara,” katanya.

Oleh karena itu, katanya, bangsa Indonesia harus bersyukur dengan pemilu dan pilpres yang berlangsung lancar dan aman, khususnya di Jawa Timur, padahal pemilu di sini adalah pemilu paling berat dan ribet di dunia.

“Coblosan secara manual, yang serentak dilaksanakan di 17.000 pulau bukan pekerjaan ringan. Jika ada kontestan yang tidak puas, itu wajar, dan alhamdulillah tidak ada keributan, cukup diselesaikan melalui
jalur hukum, bukan kekerasan di jalanan,” katanya.

Penulis buku “Terapi Shalat Bahagia” itu mengatakan pilar kedua untuk membangun negara adalah kenyamanan dalam bidang
sandang, pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan. Orang Jawa mengatakan,
kenyamanan itu bertumpu pada tiga “ras”, yaitu beras (di rumah ada beras), waras (badannya seger waras/sehat), dan giras (potensinya masih giras).

“Betapa senangnya kita tinggal di Indonesia. Pepaya dan bengkoang yang
per buah harganya ratusan ribu rupiah di Amerika dan Eropa, di Surabaya hanya
seharga Rp 5.000-Rp 10.000. Lebih murah lagi, jika buah itu ujungnya sudah
penyok,” kata trainer Shalat Bahagia itu.

Memang hari-hari ini, katanya, harga beras mahal, tapi nasi bungkus di masjid setiap maghrib selama Ramadhan melimpah. “Sungguh
ajaib, beras sedang mahal, tapi dalam tahlilan di kampung, kita mendapat suguhan makan nasi, dan tahlil setelah isyak, makan nasi lagi. Pulang pun membawa berkat
nasi. Di saat beras mahal, semakin banyak orang kelebihan berat badan,” katanya.

Tentu, masyarakat tetap berharap pemerintah segera bisa mengatasi harga beras tersebut, namun tetap perlu juga bersyukur, karena berbagai kemudahan, termasuk fasilitas pendidikan, meskipun belum maksimal.

“Ingatlah, 31 kali peringatan Allah dalam surat Ar-Rahman, “fabi-ayyi alai rabbikuma tukazdziban” (mengapa kamu mengeluh terus).
Hadirin, idul fitri harus kita jadikan momen kegembiraan dan syukur yang
mendalam. Ayo bersenanglah dan hidup rukunlah,” katanya.

Pilar ketiga dalam membangun negeri adalah keimanan, karena keamanan tanpa iman, atau kenyamanan tanpa
agama, akan melahirkan manusia seperti hewan. Telanjang pun diizinkan,
semuanya dimakan, tanpa halal dan haram, setelah makan apa, berpikir makan siapa, seks bebas. (*/mas)

Iklan.

You Might Also Like

IPNU-IPPNU dan LBH Ansor Perkuat Advokasi dan Kesadaran Hukum Pelajar

100-an Santri Ikuti “Ngaji Soccer II” di Masjid Al-Akbar

Pemuda Asal Hongkong Resmi Memeluk Islam di Kota Probolinggo

Masjid Al-Akbar Surabaya Sembelih Sapi Presiden, Gubernur, dan Puluhan Sapi-Kambing

Prof.Dr.KH. Nazaruddin Umar, Menteri Agama RI Menyerahkan Sapi Qurban kepada PWNU Jawa TImur

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Sejumlah Tim Rukyat di Jatim Berhasil Melihat Hilal Awal Syawal
Next Article Gempa susulan, Bayi Perempuan Terlahir Selamat di Huntara Bawean

Advertisement


Iklan.

Berita Terbaru

OPOP Jatim Hadiri Silaturahmi dan Temu NU Sedunia, Dorong Penguatan Ekonomi Warga Nahdliyin
Nahdliyyin
PBNU “Roadshow” 4 Provinsi, Gaungkan Gerakan Nasional “Pesantren Ramah Anak”
Nahdliyyin
Luncurkan GISNU, LAZISNU PCNU Sidoarjo Targetkan Manfaat Lebih Luas dan Merata
Nahdliyyin
603 Siswa Ikuti Seleksi Beasiswa PWNU Jatim bersama 17 PTN/PTS/PTNU
Nahdliyyin

You Might also Like

Sospol

Di hadapan 40.000 Jamaah Masjid Al-Akbar, Prof Halim Soebahar: Idul Adha Ajarkan Kesabaran Paling Tinggi

27/05/2026
Sospol

PWNU Jatim Terima Sapi Kurban 1,1 ton dari Gubernur Jatim

26/05/2026
Sospol

Pertajam Fokus Kerja, Departemen Media PDUF MUI Jatim Bentuk 4 Divisi

26/05/2026
Sospol

DMI Jatim Siagakan 1.000 Jagal Hewan Kurban Masjid se-Jatim

25/05/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?