Cirebon, radar96.com – Sebanyak 136 dari 306 alumni Pesantren Bina Insan Mulia (BIM) Cirebon yang diwisuda tahun ini, berhasil diterima di beberapa kampus internasional di berbagai negara. Mayoritas dari mereka memperoleh kesempatan melalui jalur beasiswa, kerja sama MoU, dan prestasi akademik. Dengan kata lain, hampir 50 persen dari total lulusan Pesantren BIM Cirebon tahun ini akan melanjutkan pendidikan di luar negeri. Acara wisuda pun berlangsung megah, di Grand Ballroom Aston Hotel Cirebon, pada 18 Juni lalu.

Para wisudawan tersebut berasal dari unit-unit sekolah di Pesantren BIM, di antaranya SMK Bina Insan Mulia, MA Unggulan Bertaraf Internasional (MAUBI), dan SMA Unggulan Bertaraf Internasional Bina Insan Mulia. Mereka akan melanjutkan studi di Mesir, Tunisia, Maroko, Turki, China, Taiwan, Jepang, Singapura, Jerman, Korea, Kanada, dan Malaysia.
Saat ini, total alumni Pesantren BIM yang sedang menempuh studi S1 dan S2 di luar negeri mencapai 542 orang. Dengan penambahan alumni tahun ini, jumlah mereka menjadi 678 orang. Di dalam negeri, terdapat 920 alumni yang tengah menempuh studi S1 dan S2.
Pengasuh Pesantren BIM, KH Imam Jazuli, dalam pesannya kepada para wisudawan, menekankan pentingnya pendidikan untuk masa depan Indonesia.
“Kita punya harapan besar untuk mengubah Indonesia menjadi negara yang maju, produktif, dan terdepan pada tahun 2028,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan, jika dulu Soekarno ingin mengubah dunia dengan 10 pemuda, maka dirinya tidak seberani Soekarno. Tapi, berikan kepadanya 2000 pemuda hebat, dan dirinya akan mengubah Indonesia.
Kiai Imam Jazuli juga berharap pada tahun 2028 nanti, lebih dari seribu sarjana dari santri Bina Insan Mulia akan lulus dari kampus terbaik di luar negeri, dan seribu sarjana lagi dari kampus terbaik di dalam negeri.
“Dulu, orang bilang saya berilusi, tetapi hari ini saya melihat target 2000 sarjana dari Bina Insan Mulia tahun 2028 adalah sebuah visi nyata,” ungkapnya penuh semangat yang mendapatkan aplaus dari para wali santri yang memenuhi ruangan tersebut.
Kiai Imam Jazuli juga mengajak para wali santri untuk mendukung target pesantren, karena kontribusi mereka sangat penting bagi masa depan Indonesia. Karena, kata Kiai Imam, syarat agar Indonesia menjadi negara maju adalah kualitas SDM-nya, dan cara untuk mencapainya adalah dengan belajar langsung dari negara-negara yang sudah maju.
“Taiwan dan China, misalnya, telah mengirim pemudanya sejak tahun 1990 ke Amerika untuk belajar teknologi, dan kini mereka menikmati hasil dengan SDM yang berkualitas di bidang teknologi,” ujar Kiai Imam Jazuli pada Senin (01/07/24) siang.

