By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Nasionalisme Milenial Jelang Pilkada 2024 jadi Sorotan BEM FISIP UWKS
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > Nasionalisme Milenial Jelang Pilkada 2024 jadi Sorotan BEM FISIP UWKS
Milenial

Nasionalisme Milenial Jelang Pilkada 2024 jadi Sorotan BEM FISIP UWKS

18/07/2024 Milenial
SHARE

Surabaya, radar96.com – Kegelisahan anak muda khususnya di tubuh mahasiswa, terkait dinamika sosial dan politik negara dan bangsanya, tak pernah padam. Hal tersebut, setidaknya terbukti dengan terselenggaranya sebuah seminar nasional yang menjadi bentuk refleksi anak muda dan mahasiswa mengenai situasi terkini atas turbulensi sosial politik yang terjadi di Indonesia.

Selasa (16/7/2024), ratusan mahasiswa menghadiri seminar nasional bertajuk “Menguatkan Nasionalisme di Tengah Dinamika Politik Pasca Pemilu 2024” yang diselenggarakan oleh BEM FISIP UWKS di Ruang Ponco Waliko, Lantai 8 Gedung Green Tower, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya.

Nuansa nasionalisme nampak menyeruak ketika pembukaan acara dilakukan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Detail-detail yang menambah nilai-nilai kebangsaan didengungkan dengan apik melalui kebersamaan dalam menyanyikan lagu kebangsaan. Hadirin khidmat menyanyi. Hening. Tak ada yang bersikap santai. Tegap dan menggugah semangat kebangsaan.

Pembukaan acara dilanjutkan dengan Tari Remo khas Surabaya membuat nuansa budaya bangsa kental dan kuat aromanya, menyelimuti ruangan. Ratusan pasang mata antusias menikmati suguhan tari tradisional yang kerap hilang dari acara-acara seminar nasional.

BEM FISIP UWKS yang merupakan representasi generasi alpha nampak tidak alpa akan akar budaya bangsanya, tarian tradisional di tengah gempuran tarian modern semisal Korean Dance yang tengah booming. Suguhan pembuka yang mengantar dan membawa nuansa nasionalisme kian menguat secara tidak langsung.

Yang menarik dalam seminar nasional ini adalah baik pembicara, moderator dan peserta semuanya anak muda. Bahkan dihadiri Kaprodi Ilmu Politik FISIP UWKS yang juga muda, Dr. Mandra Nur Alia, S.Hub.Int., M.IP.

Spirit presiden pertama Indonesia, Bung Karno yang menegaskan mengenai “Berikan aku 10 pemuda maka aku akan guncangkan dunia”, menemukan relevansinya dalam penyelenggaraan seminar nasional kali ini.

Diskusi dibuka dengan pemaparan oleh Mochamad Nur Arifin, pemuda yang kini mendapat amanah sebagai Bupati Trenggalek itu menekankan pentingnya merawat romantisme nilai untuk menjadi spirit pemuda ketika harus mengejawantahkan bukan sekedar “Kesadaran Kelas” melainkan pula “Kesadaran Peran” dalam memaknai nasionalisme kekinian.

Materi mengenai kesadaran peran menjadi penting untuk merawat optimisme pemuda di tengah dinamika sosial politik pasca Pemilu 2024 ditekankan oleh pemuda kelahiran Surabaya itu.

“Kesadaran peran menjadi penting sebagai pintu masuk sebelum terjadinya kesadaran kelas. Ambil dan lakukan peranmu, semampu dirimu. Lakukan,” tegas Cak Ipin -sapaan akrabnya- yang diikuti tepuk tangan meriah peserta yang hadir memenuhi ruangan Ponco Waliko.

Cak Ipin sepertinya hendak memberitahu mahasiswa dan pemuda yang hadir, bahwa sesegera mungkin mengambil peran yang dapat dilakukan untuk mengubah kondisi yang ada di sekitar mereka akan menjadi akumulasi kesadaran antar individu yang pada akhirnya mampu menjadi kesadaran kelas dan mampu memberikan dampak signifikan pada perubahan bangsa dan negara.

Diskusi dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Muh Ageng Dendy Setiawan. Pemuda kelahiran Surabaya tersebut, mengulas trajektori dunia pergerakan mahasiswa dan mengajak peserta seminar untuk menjaga konsistensi spirit dan aksi dunia aktifisme dimanapun berada.

“Aksi menjadi salah satu tool yang penting sebagai alat kontrol dan mahasiswa harus menjaga semangat itu saat menyorot kinerja rejim yang berkuasa,” tegas pemuda yang saat ini menjabat Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (Sekjen DPP GMNI) itu.

Pembicara berikutnya dalam diskusi tersebut adalah seorang pemuda yang merupakan pendiri dan CEO Pinter Hukum, Ilham Fariduzzaman. Pakar hukum muda kelahiran Kangean Madura ini memberikan perspektif hukum bagaimana melihat situasi dinamis dunia sosial politik tanah air yang kerapkali kurang mendapat perhatian publik.

“Indonesia adalah negara hukum dimana kedaulatan tertingginya ada di tangan rakyat yang dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar. Jadi tolok ukur melihat praktik sosial politik yang ada tetap harus konstitusional dan menurut undang-undang yang berlaku,” tandas pemuda murah senyum yang kini tinggal di Sidoarjo itu.

Sementara itu, pembicara terakhir yaitu Bustomi Menggugat yang menekankan mengenai pentingnya literasi dalam upaya penguatan nasionalisme di era digital.

“Mau pasca pemilu atau bukan, tantangan nasionalisme bagi generasi Milineals dan Zilenials saat ini justru lebih banyak hadir di ruang-ruang digital, terutama dalam bentuk soft power khususnya popular culture seperti Korean Wave dan sebagainya,” ujarnya membuka presentasinya.

Pemuda kelahiran Madura tersebut memberikan contoh bagaimana anak-anak muda dan mahasiswa saat ini mendapatkan tantangan luar biasa di ruang-ruang digital yang menjadi bagian inherent generasi saat ini.

“Banyak anak muda rendah literasinya sehingga terjebak pada tren viral atau FOMO dan pada akhirnya berkurang daya kritisnya terhadap situasi bangsa dan negara karena konsumsi mereka lebih pada hal-hal remeh dan receh dan jauh dari substansi, apalagi kalau harus bicara mengenai nasionalisme,” paparnya detail.

Karena itulah, pemuda yang kini menjabat sebagai Direktur Eksekutif Institute for Strategy and Political Studies (INTRAPOLS) itu menekankan pentingnya literasi di kalangan pemuda dan mahasiswa sehingga tidak mudah dihantam bentuk-bentuk derivasi agenda politik soft power dari luar berupa budaya populer yang mendominasi ruang-ruang digital.

“Kalian adalah digital native yang kemudian harus sadar bahwa digital literacy menjadi kunci presisi. Anak muda dan mahasiswa harus memperkuat literasi sehingga saat melangkah lebih presisi dan bisa fokus pada substansi. Tidak justru terjebak kontroversi, apalagi sekedar sensasi,” pungkasnya. (*/pna)

Iklan.

You Might Also Like

Hari Santri, SMP Khadijah Surabaya Adakan “Gema Santri Khadijah 2026” Ingatkan Tradisi Pesantren

Hari Santri 2026, 40 Santriwati Ikuti “Santri Digital Camp 2026” di Pesantren Digipreneur

Mahasiswa PPDS Unusa Ungguli 45 Peserta Lain dari 7 PTN/PTS

MSG ke-29 di Masjid Al-Akbar, Gus Amak dan Ning Widad Apresiasi GenZI yang mau Ngaji Subuh di Masjid

Peringati HSN 2026, SMP Khadijah dan LKKNU Surabaya Adakan Bimbingan Santri Usia Sekolah

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Deklarasi Anti Bullying Dan Kekerasan di MPLS SMP Al-Makin Krian
Next Article Khofifah-Emil Terima Rekomendasi PKS untuk Pilgub Jatim 2024

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Yabika Peringati Hari Santri dengan Bershalawat Penuh Semangat Cinta Nabi
Sospol
Hari Santri, SMP Khadijah Surabaya Adakan “Gema Santri Khadijah 2026” Ingatkan Tradisi Pesantren
Milenial
Hari Santri, Lapas Bondowoso dan Ponpes Walisongo Situbondo Teken PKS Pembinaan Tahfidz Al-Qur’an
Sospol
Santri Nurul Qarnain Asal Bondowoso Raih Juara 1 MQK Hari Santri Nasional 2026 Pemkab Jember
Nahdliyyin

You Might also Like

Milenial

IPPNU Jatim Gandeng MUI Cetak Daiyah Pelajar di Era Digital

09/10/2026
Milenial

Kembangkan Rambu Evakuasi Tsunami Berbasis Sensor, Lima Mahasiswa K3 Unusa Lolos Pendanaan PKM-KC 2026

02/10/2026
Milenial

Kemenag Serahkan Penghargaan “School Religius Culture” Kepada TK At-Taqwa Bondowoso

17/09/2026
Milenial

TK At-Taqwa Bondowoso Raih Terbaik 1 SRC Tingkat Kabupaten

16/09/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?