By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Resolusi Jihad NU Sudah Diakui Presiden Tapi Belum Muncul di Monumen Tugu Pahlawan
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Resolusi Jihad NU Sudah Diakui Presiden Tapi Belum Muncul di Monumen Tugu Pahlawan
Nahdliyyin

Resolusi Jihad NU Sudah Diakui Presiden Tapi Belum Muncul di Monumen Tugu Pahlawan

06/10/2024 Nahdliyyin
SHARE

Surabaya, radar96.com – Monumen Tugu Pahlawan Surabaya, tidak mendokumentasikan peran perjuangan para santri dalam Perang 10 November 1945, khususnya para pejuang yang tergabung dalam Laskar Hizbullah dan Laskar Sabilillah, padahal pemerintah pusat telah menetapkan momentum lahirnya Resolusi Jihad NU sebagai Hari Santri.

Resolusi Jihad NU, turut mengibarkan semangat perang 10 November 1945, yang diperkuat Fatwa Jihad KH M Hasyim Asy’ari, Rais Akbar NU sehingga terjadi mobilisasi massa kaum santri dari berbagai daerah di Jawa dan Madura ke Surabaya.

Hal itu terungkap dalam Sarasehan kebangsaan bertema “Berdirinya NU dan Resolusi Jihad NU sebagai Salah Satu Pilar Kemerdekaan Indonesia”, di Gedung Soetandyo Wignjosubroto, Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Minggu.

Kegiatan menyambut Hari Santri Nasional yang menghadirkan pembicara Riadi Ngasiran (Sejarawan aktivis NU) dan Ihsan Rosyid (Dosen Sejarah FIB Unair) dengan moderator Fahrul Muzakki (Fisip Unair) itu diadakan MWC NU Gubeng, Kota Surabaya, yang dihadiri Wakil Sekretaris PCNU Surabaya Gus Miftah Jauhari al-Ngindeni, KH Sulaiman (Rais Syuriyah), dan 100 peserta lebih dari pengurus MWC dan Ranting, banom NU, serta PMII, IPNU IPPNU.

“Eksistensi Laskar Hizbullah telah digembleng sejak Indonesia belum merdeka, yakni zaman pendudukan Jepang di Cibarusah, Jawa Barat, sehingga ketika terjadi pertempuran Surabaya, para santri Laskar Hizbullah telah siap bertempur, terutama adanya Resolusi Jihad NU,” tutur Riadi Ngasiran.

Penulis buku “Resolusi Jihad NU dan Perang Sabil di Surabaya tahun 1945” itu menjelaskan adanya Fatwa Jihad Kiai Hasyim Asy’ari (17 September 1945) yang ditujukan kepada masyarakat luas, terutama kaum santri dan umat Islam, itu diperkuat dengan keputusan PBNU yang mengeluarkan ‘peringatan’ untuk pemerintah pada saat itu, yakni Resolusi Jihad NU di Surabaya (22 Oktober 1945).

“Kedua keputusan agama dan politik NU (Fatwa Jihad Kiai M Hasyim Asy’ari dan Resolusi Jihad NU) itu kemudian memperoleh dukungan besar dari organisasi keagamaan di Indonesia. Rakyat Muslimin Kebumen mengeluarkan mosi agar umat Islam bersungguh-sungguh mempertahankan Republik Indonesia. Pada tanggal 7-8 November 1945, lalu Umat Islam Indonesia juga menyelenggarakan Muktamar Umat Islam Indonesia di Yogyakarta, yang menyerukan seluruh umat Islam Indonesia untuk memperkuat persiapan untuk berjihad fi Sabilillah,” katanya.

Menurut penulis Sejarah Pergerakan Kemerdekaan Indonesia Bawah Tanah (2015) ini, l
Resolusi Jihad NU tersebut mengatakan bahwa berperang melawan penjajah dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Indonesia adalah fardlu ’ain, dan mereka yang merusak persatuan rakyat harus dibinasakan.

Resolusi tersebut disampaikan kepada Presiden RI, Panglima tertinggi TRI, Markas Tinggi Hizbullah, Markas Tinggi Sabilillah, dan seluruh Rakyat Indonesia. Resolusi yang dicetuskan di Surabaya tersebut dikenal dengan Resolusi Jihad, yang akhirnya menjadi keputusan formal dalam Muktamar ke-16 Purwokerto.

Kelahiran NU di Surabaya, yang merupakan kota metropolitan, terkandung spirit kosmopolitanisme bagi kaum santri. Dari sinilah, NU tak bisa dilepaskan dari Surabaya hingga kini dengan kehadiran lembaga pendidikan dan pelayanan kesehatan, yang merupakan perwujudan konsep Mabadi Khairu Ummah yang digariskan para muasis (pendiri) NU. (*)

Iklan.

You Might Also Like

Masyarakat Aceh Apresiasi PWNU-Lazisnu Jatim Bangun Kembali Tujuh Fasilitas Keagamaan

PW IKAPETE Jatim Apresiasi Putusan Dewan Pers, Minta Stop Penyebaran Fitnah Suap Muktamar ke-35 NU

NU Butuh Roadmap Penguatan Ekonomi Komunitas Untuk Kemandirian Organisasi

PW Muslimat NU Jatim Raih Penghargaan Gubernur atas Program Imunisasi

Awali HSN 2026, PWNU-LAZISNU Jatim Serahkan Bantuan Tujuh Bangunan ke PWNU Aceh

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Gus Ivan Tebuireng: Santri GenZI harus jadi penggerak perubahan zaman
Next Article 53 Mahasiswi Unida Gontor Pelajari Pendidikan Masjid Al-Akbar Surabaya

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Toko Sembako di Bondowoso Layani Transaksi Keuangan bagi Warga Tapen
Uncategorized
Masjid Al-Akbar Bagikan 810 Melon Hasil Panen kepada Jamaah
Sospol
Masyarakat Aceh Apresiasi PWNU-Lazisnu Jatim Bangun Kembali Tujuh Fasilitas Keagamaan
Nahdliyyin
PW IKAPETE Jatim Apresiasi Putusan Dewan Pers, Minta Stop Penyebaran Fitnah Suap Muktamar ke-35 NU
Nahdliyyin

You Might also Like

Nahdliyyin

PWNU Jatim: Santri Dibutuhkan untuk Padukan Teknologi dengan Moral/Akhlak

11/10/2026
Nahdliyyin

Patahkan Framing Negatif Laporan KPK, IKAPETE Jatim Sebut Marwah Alumni Tebuireng Kini Terang Benderang

11/10/2026
Nahdliyyin

Perkuat Kaderisasi Santri, ISNUQ Gelar PDO Perdana dengan 250 Peserta

11/10/2026
Nahdliyyin

FGD “Santri Next” HSN 2026, ISNU Jatim Dorong Kiprah Santri Warnai Transformasi Jatim

10/10/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?