By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Lesbumi NU Gelar Lokakarya Pemajuan Kebudayaan di Lingkungan Pesantren
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Nahdliyyin > Lesbumi NU Gelar Lokakarya Pemajuan Kebudayaan di Lingkungan Pesantren
Nahdliyyin

Lesbumi NU Gelar Lokakarya Pemajuan Kebudayaan di Lingkungan Pesantren

31/10/2024 Nahdliyyin
SHARE

Gresik, radar96.com – Masyarakat Indonesia malas membaca tapi cerewet di media sosial. Berkembangnya revolusi informasi, kita gaduh di media sosial. Mulai dari soal nasab, hingga pengaburan sejarah melalui penuturan dan praktik memunculkan kuburan-kuburan baru, yang dilabeli seolah hal itu menunjukkan makam tokoh-tokoh penting dalam sejarah.

“Begitulah wujud perang opini, invasi pemikiran. Bentuk penyerangan bersenjatakan pemikiran, tulisan, ide-ide, teori, argumentasi, propaganda, dialog dan perdebatan yang menegangkan serta upaya lain pengganti perang fisik (perang konvensional), baik cara, sarana, alat, tentara, target maupun sasarannya). Itulah disebut ghazwul fikr”.

Demikian terungkap pada Lokakarya Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Al Ikhlas, Mulyorejo Deketan Panceng, Gresik, 29-31 Oktober 2024, yang dihadiri Ketua Lesbumi PBNU KH M Jadul Maula, Ketua Lesbumi PWNU Jatim Riadi Ngasiran, dan KH Arfin Shunhaji (sesepuh Lesbumi PCNU Gresik), dan Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir.

Diikuti peserta dari sejumlah penggerak seni budaya dari Lesbumi PCNU seperti Surabaya, Lamongan, Babat, Bangil, Tuban dan Lamongan, serta Bojonegoro., Lesbumi PCNU Gresik yang dipimpin Lukmanul Hakim, mengadakan lokakarya bertopik “Pelestarian objek Pemajuan Kebudayaan dan Cagar Budaya di lingkungan pondok pesantren dan masyarakat”.

Dalam acara yang juga ,enghadirkan pembicara Wawan Yogaswara (Kementerian Kebudayaan) dan Khairil Anwar (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab Gresik) itu, Kiai Jadul Maula, yang Pengasuh Pondok Pesantren Kaliopak Yogyakarta, mengingatkan pentingnya melestarikan budaya setempat sebagai ikhtiar penguatan identitas diri sebagai bangsa.

Sementara itu, Riadi Ngasiran menegaskan bahwa adanya perang pemikiran, kini terjadi secara masif, perlu dipersiapkan pemikiran yang matang dan terukur, diterapkan secara teratur dan sistematis melalui sarana-sarana yang menjadi kebutuhan umat.

“Semisal, pers dan media informasi, pendidikan, hiburan dan olahraga, yayasan dan lembaga sosial masyarakat. ‎Yang menjadi sasaran ghazwul fikr adalah pola pikir dan akhlak. Apabila seseorang Muslim sering menerima pola pikir sekuler, maka iapun akan berpikir ala sekuler, ” tuturnya, Kamis.

Menurut teori, terdapat tiga cara melemahkan dan menjajah suatu negeri: Pertama, Kaburkan sejarahnya. Kedua, Hancurkan bukti-bukti sejarah bangsa itu hingga tidak bisa lagi diteliti dan dibuktikan kebenarannya; Ketiga, putuskan hubungan mereka dengan para leluhur, dengan mengatakan jika leluhur itu bodoh dan primitif.

“Dengan teori ini, bangsa Indonesia yang sebagian besar Islam, bisa dilemahkan dan kehilangan jati diri selama ratusan tahun, membiarkan penjajahan di atas negeri terjadi, bukan saja dari serangan bangsa asing tapi dengan melupakan dan tidak percaya akan keberadaan leluhur,” kata Riadi Ngasiran. (*/fpnu)

Iklan.

You Might Also Like

Resmikan BMTNU Waru Ketua PCNU Menangis Haru

Santri Nurul Qarnain Asal Bondowoso Raih Juara 1 MQK Hari Santri Nasional 2026 Pemkab Jember

PCNU Surabaya Bantah Isu Suap dan Penyekapan pada Muktamar NU di Tambakberas

Usai Resepsi Hari Santri 2026, Gus Ipul Buka Suara Soal Laporan Riswah Cabang ke KPK

Kado Istimewa Hari Santri, S2 Pendidikan Dasar Unusa Raih Akreditasi Unggul

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article GP Ansor Boyolangu-Tulungagung Adakan “Tadarus Ansor” di Kedai Kopi
Next Article Unisla Raih Hibah Inovasi Pembelajaran Cluster 1 IKU dari Kemendiktisaintek

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

Resmikan BMTNU Waru Ketua PCNU Menangis Haru
Nahdliyyin
Yabika Peringati Hari Santri dengan Bershalawat Penuh Semangat Cinta Nabi
Sospol
Hari Santri, SMP Khadijah Surabaya Adakan “Gema Santri Khadijah 2026” Ingatkan Tradisi Pesantren
Milenial
Hari Santri, Lapas Bondowoso dan Ponpes Walisongo Situbondo Teken PKS Pembinaan Tahfidz Al-Qur’an
Sospol

You Might also Like

Nahdliyyin

PWNU Jatim Sambut Pataka Resolusi Jihad dan Pasukan Napak Tilas Jombang-Surabaya

22/10/2026
Nahdliyyin

MWCNU Sukodono Bersama Pemerintah Kecamatan Gelar Munajat Raya Sambut Hari Santri

22/10/2026
Nahdliyyin

Berkah Peringatan HSN 2026 NU Ranting Banjarwati, Omzet Pedagang UMKM Meningkat

22/10/2026
Nahdliyyin

Hari Santri 2026, PWNU Jatim dan PCNU Surabaya Ziarah ke Makam Pencipta Lambang NU

20/10/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?