By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
  • Home
  • Nahdliyyin
  • Sospol
  • Milenial
  • Gus File
  • Warta DigitalNew
Search
MORE MENUS
  • Kultural
  • Kolom
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Tasawuf Urban
  • Berita Foto
  • Gus File
  • Inforial
  • Jatim Update
  • Opini
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
Reading: Tebuireng Terapkan Kebijakan “Pesantren Ramah Anak” sejak 2006
Share
Sign In
Font ResizerAa
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Font ResizerAa
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Search
  • Home
  • Warta DigitalNew
  • Nahdliyyin
  • Milenial
  • Kontrahoax
  • Ekraf
  • Sospol
  • Inforial
  • Kolom
  • Kultural
  • Gus File
  • Tasawuf Urban
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
radar96.com | Berkarakter dan Edukatif > Blog > Milenial > Tebuireng Terapkan Kebijakan “Pesantren Ramah Anak” sejak 2006
Milenial

Tebuireng Terapkan Kebijakan “Pesantren Ramah Anak” sejak 2006

04/11/2024 Milenial
Calon pengurus dan pembina santri Pondok Pesantren Tebuireng mengikuti pelatihan dan pembinaan pesantren ramah santri. (Foto: dok. Pesantren Tebuireng)
SHARE

Jombang, radar96.com/NUO – Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur mulai masif menerapkan kebijakan pesantren ramah anak atau santri sejak kepemimpinan almarhum KH Salahuddin Wahid pada 2006-2020.
Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Pondok Pesantren Tebuireng putra, Ustadz Machmud, Ahad (3/11/2024). “Sejak awal memimpin Tebuireng, KH Salahuddin Wahid sudah menerapkan pesantren ramah anak,” jelasnya.

Dikatakan, langkah pertama yang diambil KH Salahuddin Wahid yaitu memperbaiki sistem pengasuhan atau pembinaan di Pesantren Tebuireng dengan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusianya. Hal ini supaya setiap santri terjaga dengan baik dan jauh dari kekerasan.

Setiap kamar santri, baik putra dan putri akan didampingi oleh satu pembina, seperti orang tua asuh. Bahkan di Pesantren Tebuireng 2, setiap kamar di dampingi dua pembina.

Untuk pengawas kinerja pembina, setiap blok atau asrama ada koordinator pembina. Para pembina tersebut dibina secara khusus dan diberikan bekal cara mendidik remaja dan menyelesaikan setiap permasalahan yang dihadapi anak.

Pemateri dalam kegiatan tersebut bukan hanya dari internal, melainkan juga berasal dari eksternal.
“Bahkan Pesantren Tebuireng melakukan kerja sama dengan Fakultaas Psikologi UIN Malang untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia. Tebuireng juga sering komunikasi dan kerja sama dengan berbagai elemen di Kabupaten Jombang,” imbuhnya.

KH Salahuddin Wahid juga memperbaiki fasilitas kamar tidur, kamar mandi, tempat makan, masjid, tempat belajar hingga kebersihan asrama, pakaian, dan makanan.

Bahkan saat ini, kata Ustadz Machmud, Pesantren Tebuireng memiliki sistem yang tertata rapi untuk pengasuhan atau pembinaan santri secara ramah.

Langkah awal, calon pengurus akan mengikuti diklat di Pesantren Tebuireng 2. Sistem ini mulai diberlakukan sejak era KH Salahuddin Wahid. Di sana para calon pengurus secara intensif belajar berbulan-bulan bersama pakar pendidikan dan ahli psikologi dari berbagai kampus di Jawa Timur. Mereka juga dididik memiliki kemampuan problem solving.
Untuk kedisiplinan dan kebersihan, para calon pembina atau pengurus tersebut didampingi oleh tim khusus dari Rindam V Brawijaya Malang, Jawa Timur selama 24 jam. “Kerja sama dengan UIN Malang, Kementerian Agama, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Kabupaten Jombang masih berjalan hingga saat ini untuk menciptakan pesantren ramah anak,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan pembina Pesantren Tebuireng putri, Rizky Amaliah. Menurutnya Pesantren Tebuireng cukup serius dalam membangun situasi pesantren ramah anak di Tebuireng.

Terbaru, ia bersama 30 kordinator pembina diharuskan mengikuti diklat selama 3 hari di Tebuireng. Padahal sebelumnya sudah ikut diklat dua bulan.

“Kegiatannya terbaru yaitu diklat selama 3 hari, dengan peserta awal 30 orang dari koordinator pengurus dan pembina, ada 7 materi dengan pemateri dosen dari UIN Malang,” ungkapnya.

Tindak lanjut dari diklat tersebut, kata Rizky, para peserta diharuskan menjelaskan materi kepada pembina yang lain dalam forum diskusi khusus di masing-masing tempat tugasnya. Hal ini supaya setiap pembina kamar memiliki pemahaman yang sama terkait pengasuhan santri.
“Setelah pelatihan, 30 koordinator ini, tindak lanjutnya itu dengan mengadakan diklat kedua dengan peserta seluruh pembina di setiap unit dan yang menjadi fasilitator adalah 30 orang ini dengan tetap didampingi dosen UIN Malang,” bebernya.

Dalam pelatihan yang difasilitasi Pesantren Tebuireng ini, Rizky mengaku memiliki pemahaman baru yang sangat dibutuhkan dalam mendampingi santri dengan segala problematikanya.

Materinya yang ia dapatkan dalam diklat tersebut yaitu pesantren well being, cara komunikasi yang baik dan prinsip umum, teknik dan langkah solutif serta focused brief counseling.

Ada juga materi keterampilan konseling, merawat kesejahteraan psikologis petugas, dinamika kelompok dan psycholgical First Aid. “Banyak materi yang didapat, semua materinya bagus, modal dalam mendampingi santri,” tandas Ustadz Machmud. (*/NUO)

Sumber: https://www.nu.or.id/nasional/cara-tebuireng-wujudkan-pesantren-ramah-anak-intensif-lakukan-perbaikan-pengurus-dan-pembina-santri-pQtYa

Iklan.

You Might Also Like

Polisi cilik MI At-Taqwa Bondowoso Tampil Memukau di Hari Bhayangkara ke-80

Kepada GenZI Masjid Al-Akbar Surabaya, Ustadz Syam: Ikhlas Karena Cinta Itu Dimulai dari Menjaga Hati

334 Lulusan MI At-Taqwa Bondowoso Raih Prestasi TKA di Atas Nasional dan Jatim

Wisuda Tahfidz Juz 30 Warnai Pelepasan siswa kelas 6 SD Al Islam Surabaya

Saat Lantik OSIM di MDW Putri Pesantren Sukorejo, Wabup Situbondo Ulfiyah Ajak Santri Percaya Diri dan Terus Berkembang

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Previous Article Unair Adakan “Wayang Kiai” Sambut Dies Natalis dan Hari Santri 2024
Next Article Siswa Kelas VII MTs Masjid Al Akbar Hafal 9 juz Al-Qur’an

Advertisement

Iklan.
Iklan.

Berita Terbaru

PDI Perjuangan Bondowoso Bangun Tradisi Malam Jumat Manis untuk Spiritualitas dan Dialog Kebangsaan
Sospol
Sejumlah Fraksi di DPRD Desak Pemkab Bondowoso Jelaskan Pelaksanaan APBD
Sospol
Risma pada Pidato Dies Natalis ke-13 Unusa: Kampus Harus Jadi Penggerak Solusi Pembangunan Berkelanjutan
Sospol
Polisi Gagalkan 50,90 Gram Sabu Masuk Bondowoso
Sospol

You Might also Like

Milenial

Pesantren Bayt Al-Hikmah dan Al Yasmin Siapkan Kolaborasi Program Penguatan Kompetensi Digital Santri

15/05/2026
Milenial

Al-Yasmin dan AKSI Training & Consulting Gagas “Sekolah Keluarga Hebat”

07/05/2026
Milenial

Pesantren Progresif Bumi Sholawat dan Pesantren Digipreneur Al-Yasmin Surabaya Perkuat Sinergi Media Pesantren

05/05/2026
Milenial

Dukung BKPRMI Jatim, Pesantren Digipreneur Al Yasmin Bekali Remaja Masjid dengan Kemampuan Dakwah Digital

27/04/2026
radar96.com | Berkarakter dan Edukatifradar96.com | Berkarakter dan Edukatif
Follow US
© 2024 radar96.com. All Rights Reserved.
  • Tentang Kami
  • Pasang Iklan di Radar96
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Susunan Redaksi
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?